Evaluasi Keuangan di Akhir Tahun

Evaluasi Keuangan di Akhir Tahun. Tidak terasa akhir tahun sebentar lagi datang menjelang. Cepat sekali waktu bergulir. Masih banyak rencana yang ingin saya kerjakan di sepanjang tahun 2016 ini. Catatan resolusi yang dibuat pada awal tahun yang belum terealisasi, daftarnya masih panjang. Sedangkan tahun 2017, sudah di pelupuk mata.
http://www.nurulfitri.com/2016/11/evaluasi-keuangan-di-akhir-tahun.html

Perencanaan keuangan merupakan salah satu catatan yang ada dalam resolusi pada awal tahun. Sebagai seorang istri dan ibu dari anak-anak, ada tugas yang menurut saya paling penting. Apalagi kalau bukan mengatur keuangan. Bukankah itu, salah satu tugas menteri keuangan di dalam sebuah keluarga?

Nah, sebelum membuat resolusi di awal tahun, sebaiknya kita mengevaluasi dahulu keadaan keuangan di sepanjang tahun. 

Sebaiknya rencana keuangan itu, di evaluasi minimal setiap 3-6 bulan. Namun, apabila tidak ada waktu untuk mengevaluasinya, maka akhir tahun merupakan waktu yang tepat untuk melakukannya. 

Saya juga baru bisa mengevaluasi keuangan di akhir tahun. Selain asyik mengurus suami dan anak, saya juga asyik ngeblog dan menulis beberapa naskah buku. Saking asyiknya, saya nggak sempat mengevaluasi keuangan, 3 bulan atau 6 bulan.#Ehm, alasan aja ya...hihihi.

Eh, kok malah ngelantur. Yuk, kembali pada bahasan mengenai evaluasi keuangan. Jadi, sebenarnya apa aja sih, yang perlu kita telaah lebih dalam ?


http://www.nurulfitri.com/2016/11/evaluasi-keuangan-di-akhir-tahun.html

1. Berapa Utang Yang Dimiliki.
Hmm...sepertinya ini adalah bahasan paling menarik ketika kita membahas mengenai keuangan. Meskipun tidak selalu berdampak buruk, tetapi kita perlu waspada. Karena ada utang yang baik dan ada utang yang jelek. Kita perlu hati-hati pada 'utang jelek' yang dapat mempengaruhi keuangan.

Lalu bagaimana kita tahu, mana utang yang baik dan yang jelek?

- Sebaiknya utang yang kita miliki dibandingkan dengan aset yang kita miliki tidak lebih kecil dari 50%.

Jadi harus ditelaah, berapa besarnya saldo utang yang dimiliki. Namun, sebelumnya kita harus mengetahui terlebih dahulu, apa saja yang termasuk utang dan apa saja yang termasuk aset?

Adapun  yang termasuk utang yaitu KPR (kredit kepemilikan rumah), kredit kepemilikan kendaraan, kartu kredit, pinjaman dari kantor, pinjaman keluarga, cicilan barang elektronik, dan cicilan lainnya yang termasuk utang.

Sedangkan yang termasuk aset adalah seluruh kekayaan yang dimiliki. Misalnya, rumah, tanah, deposit, tabungan emas dan aset berharga lainnya.
Jika utang lebih besar dari 50% dari aset yang dimiliki, maka bisa dikategorikan keuangan mulai bangkrut.

- Cicilan bulanan tidak boleh lebih dari 35%.
Sebaiknya utang yang kita miliki, mempunyai catatan khusus. Apabila cicilan lebih dari 35% dari total aset, biasanya akan berpengaruh pada besarnya tabungan. Biasanya akan berpengaruh pula pada besarnya tabungan. Utang yang besar, membuat alokasi yang kita tabung menjadi lebih kecil.

2. Periksa Tabungan 
Sebaiknya kita menabung minimal 10% dari penghasilan bulanan. Eh, tapi, kalau bisa menabung lebih besar lagi, tentunya sangat baik. Bisa juga disesuaikan dengan tujuan keuangan kita. Apabila kita memiliki tujuan keuangan yang membutuhkan dana yang besar, maka tabungan kita pun mesti lebih besar lagi. Kalau menurut saya, yang paling penting sih, rutin menabung setiap bulan, betul, kan?


http://www.nurulfitri.com/2016/11/evaluasi-keuangan-di-akhir-tahun.html
Gambar dari Pixabay
3. Telaah Dana Darurat
Apakah kita sudah memiliki dana darurat? Nah, untuk yang satu ini, saya harus bolak-balik memeriksanya, nih! He he he...
Dana darurat adalah dana yang bisa menyelamatkan tujuan keuangan kita. Apabila ada biaya yang diluar dugaan, maka kita bisa menggunakan dana darurat. Tanpa mengorbankan tabungan lainnya, seperti dana pendidikan atau dana hari tua.

Lalu, berapa besarnya dana darurat yang kita miliki? Sebaiknya besaranya 3 kali biaya bulanan. Artinya, jika biaya bulanan kita sebesar 10 juta, maka dana darurat yang kita perlu dipersiapkan adalah 30 juta. Hmm...termasuk besar juga, ya ... 

4. Memiliki Asuransi?
Masyarakat saat ini, sudah mengetahui pentingnya mempersiapkan asuransi. Asuransi dapat memberi perlindungan yang kita butuhkan. Periksa kembali, sudahkah kita memiliki asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan dan asuransi aset yang kita miliki?
Memang, tidak ada yang mengharapkan hal buruk terjadi dalam kehidupan kita. Namun, jika memang ini terjadi, diharapkan asuransi dapat melindungi semua hal tersebut.


http://www.nurulfitri.com/2016/11/evaluasi-keuangan-di-akhir-tahun.html
Gambar dari Pixabay

5. Cek Tujuan Keuangan
Untuk membuat resolusi yang akan dilakukan di tahun depan, kita perlu memiliki tujuan keuangan. Jika tidak ada tujuan yang jelas, maka penempatan dana yang akan dipersiapkan menjadi tidak optimal.

Dana pensiun merupakan tujuan utama yang sebaiknya dimiliki oleh setiap orang. Selanjutnya untuk yang sudah berkeluarga, seperti saya, dana pendidikan anak perlu dipertimbangkan setelah dana pensiun. 

Di luar itu, masih banyak lagi tujuan keuangan yang bisa dijadikan dasar penempatan dana. Contohnya, keinginan naik haji, melakukan perjalanan wisata, memilik rumah, dan tujuan keuangan lainnya.

6. Investasi
Pertanyaan selanjutnya, apakah kita sudah memiliki investasi? Berinvestasi tentu saja berhubungan dengan resiko. Resiko apa? Resiko bahwa kita kita perlu menabung lebih besar untuk mencapai tujuan keuangan tersebut.
Bagaimana pun untuk mencapai sesuatu memang dibutuhkan pengorbanan, bukan?


http://www.nurulfitri.com/2016/11/evaluasi-keuangan-di-akhir-tahun.html
Gambar dari Pixabay
7. Apakah Rencana Keuangan yang Dimiliki Sudah Jelas?
Semakin jelas rencana keuangan kita, maka akan semakin baik. Dengan rencana keuangan, langkah-langkah pengelolaan keuangan menjadi lebih terarah dan tertata.

Tidak perlu sesempurna para Perencana Keuangan. Kita pun bisa membuat rencana keuangan dengan sederhana. Dengan ini, kita bisa membuat resolusi awal di tahun depan.

Setidaknya satu kali dalam setahun kita bisa melihat pencapaian yang telah diraih dalam jangka waktu setahun. Dari evaluasi tersebut,  kita bisa membuat rencana keuangan lebih baik lagi di tahun depan

Saya pun mulai bertanya dalam hati. Bagaimana hasil evaluasinya tahun ini? Apakah sudah sesuai dengan rencana keuangan? Ini penting bagi saya, karena dengan begitu, saya bisa melangkah, menentukan hal apa saja yang butuh untuk diperhatikan. 

Dengan mengevaluasi keuangan tahun sebelumnya, diharapkan resolusi tahun depan bisa lebih baik lagi. Karena menurut saya, pengalaman merupakan pelajaran yang paling berharga.

Nah, teman-teman, sudah mengevaluasi resolusi tahun kemarin? Apa resolusi yang akan dibuat untuk tahun depan?

Artikel Terkait :

Stop Tidak Peduli Dengan Perencanaan Dana Pensiun
Bijak Mengelola Bonus Akhir Tahun
6 Keuntungan Investasi Emas Batangan
Hobi Yang Dibayar Itu, Pekerjaan Yang Asyik

130 comments:

  1. Gk terasa ya mba sdh mau 2017 lagi, aku juga siap2 hitung2an nih, apalgi akhir tahun biasanya haris ada biaya tambahan buat liburan.
    Yg harus diwaspadai jgn sampai uang tabungan terkuras.
    Tp aku blm punya resolusi nih mb buat thn depan, suka hopeless kalo udh berharap tp gk terealisasi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo buat resolusi Mbak. Harus optimis, semangaat semoga resolusi tahun depan bisa terealisasi...aamiin

      Delete
  2. evaluasi ku tahun 2016 adalah...
    1. selesein cicilan mobil :))
    2. tabungan masih aman, tak berkurang namun bertambah sedikit tapi pasti
    3. tak ppernah menyiapkan dana darurat, kalo disiapkan nanti jadi darurat terus (ini sebenernya ke permainan pikiran sih hahaha :p)
    4. bena tak perlu asuransi. bismillah. aman.
    5 tujuan keuangan sudah jelas alhamdulillah
    6. investasi? masih menyimpan beberapa gram dengan aman terkendali tanpa mengganggu keuangan lainnya.
    7. rencana keuangan sudah jelas, tapi sama kamu masih abu2.

    sekian dari bena :))
    panjang banget ya, Mbak. maapin :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waah perencanaan keuangan punya Bena kereen. Punya tujuan keuangan, tabungan aman dan punya investasi. Untuk anak muda, itu juga udah cukuup. Mantap!

      Delete
  3. Terima kasih banyak Mbak Nurul atas informasinya. Sangat berguna. Saya dan suami sedang merencanakan beberapa tujuan keuangam dan yang belum kami persiapkan adalah dana darurat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga rencana keuangan yang sedang dibuat bersama suami, bisa terealisasikan ya...

      Delete
  4. wah, aku nggak sedetil point di atas. Harus berubah memang ya, biar nggak ambburadul keuangannya. Makasih tipsnya ya Mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya Mbak, perlu detil, biar keuangannya gak berantakan he he he

      Delete
  5. Aku ga pernah bikin laporan keuangan *nutup muka malu*. Aku selalu mengandalkan mengecek saldo di tabungan aja. Trus ngira-ngira sendiri masih cukup ga buat rumah tangga, liburan, jajan, dll. Duhhhh parah ya aku. Jangan diikutin.
    Yang bener ya kaya Mbak Nurul, bikin laporan. Bikin perencanaan keuangan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo dikira-kira, takutnya ada yang terlewat Mbak. Tapi mudah-mudahan semua lancar aja, ya...

      Delete
  6. Barusan saya menghitung dan melakukan kalkulasi. Tahun ini masih ada untung yang lumayan heheheh. Cukup buat bayar domain dan hosting. Sudah happy dan bahagia

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, masih ada untung ya..padahal sering jalan-jalan. Asiik..bahagia selalu :)

      Delete
  7. nice post gan.. hehehe
    meski aku menteri keuangan keluarga juga, tapi gak serigid itu nyusun en evaluasinya.. makanya banyak yg bocor hiks.

    makasih ilmunya yaa.. semoga bisa istiqomah. aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, iya Mbak, kalo gak detil, takutnya banyak yang bocor. :)

      Delete
  8. Untuk yang sudah berkeluarga rasanya memang perlu ya mbak untuk merencanakan dan mengevaluasi keuangan selama satu tahun.

    Kalau saya sendiri, masih belum merincikan pengelolaan keuangan sedetil tulisan mbak Nurul. Saya cuma membagi uang saya ke dalam beberapa post dan tanpa pernah mengevaluasi kembali. Hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya dengan membagi keuangan dalam beberapa post, bisa menyelematkan keuangan juga, Uda. Pengeluarannya jadi terarah. :)

      Delete
  9. Sukaaa tulisannya Mbak. Jadi diingetin supaya berikutnya/ tahun depannya pengeluarannya lbh terarah TFS yaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih Mbak April. Mudah-mudahaan tahun depan bisa lebih baik dari tahun ini, ya...aamiin

      Delete
  10. yaampun dana darurat aku gak ada :(

    ReplyDelete
  11. Thanks Mbak... ini penting banget buat yang masih kuliah juga, biar nggak boros. Memang agak ribet sih kayaknya... apalagi kalau nggak dilatih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau sudah biasa, nggak akan terasa berat, Mas :)

      Delete
  12. kenapa ilang komen gw hiks

    dana darurat dan asuransi sangat penting apalagi uda berkeluarga punya anak kicik2

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Mbak, untuk yang sudah berkeluarga memang harus lebih ekstra perencanaannya.

      Delete
  13. Keuangan saya dihabiskan untuk kuliah :(

    Pengen rasanya akiri ini smua wkwkwk
    Cepet lulus, smoga taun ini yaaah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selesai kuliah, cari dana untuk dibuat rencana keuangan hehehe..
      Semoga cepet lulus ya... aamiin.

      Delete
  14. Aaaak, Mba Nurul superb banget ini postingannya.

    Aku...nomor satu alhamdulillah nggak banyak, Nomor 2 ini yang nggak aman. Lebaran kemarin mudik ke Jawa cukup lama dan cukup menguras tabungan, hahaha.
    Dana darurat juga aman, investasi kami main di reksadana. Dan pensiun otomatis sih, karena suami PNS. Yang masih harus diperbaiki adalah pos2 lain-lain yang kadang ngerasa kecolongan. Keseringan jajan atau liburan yang over budget. huhuuu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah..perencanaan keuangan Mbak Rotun udah cukup tertata, keren...
      Untuk jajan dan liburan, memang kadang ngelebihin budget ya...hihihi

      Delete
  15. Membaca tulisan ini seperti diingatkan akan pentingnya perancanaan kenangan. Saya masih lemah di infestasi dan asuransi..tapi utang alhamdulillah tidak ada. harus lebih baik lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, nggak perlu dipusingin oleh utang ya...

      Delete
  16. Aku belum mengatur keuangan nih, untuk tahun depan mungkin perlu direncanakan agenda untuk pengaturan keuangan secara lebih spesifik dan menyiapkan dana darurat serta menabung rutin. . Tulisan yg menyadarkan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebaiknya direncanakan Mas, demi kesehatan keuangan juga. :)

      Delete
  17. Wah ini bwlum ngatur keuangan. Besok mulai itung2 ah stabil gak keuangan eykeh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mari berhitung, Mbak. Untuk resolusi tahun depan.

      Delete
  18. Makasih yaa mba telah reminder kami.

    Saya sendiri pelaku keuangan dalam dunia perbankan, terkadang suka lupa akan penting nya hal ini

    Thanks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aduuh, ada pelaku keuangan dalam dunia perbankan. Mbaknya pasti lebih ngerti dan paham ya...

      Delete
  19. Aku belum ada laporan keuangan yg rinci begini. Mm hufs. . adanya cm laporan laba rugi online shop ku doang. . hiks hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rencana keuangan bisa membantu pengelolaan bisnis, loh, Mbak :)

      Delete
  20. Alhamdulillah kalau asuransi saya ada selain yg dari kantor.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, bisa lebih tenang menghadapi masa depan, ya, Mas :)

      Delete
  21. Saya juga nih, meski masih mahasiswa dan single (?) sudah bikin laporan keuangan bahkan untuk ngeprint tugas dan jajan sempol, hehe. Memang penting laporan keuangan untuk keluarga. Saya sih adang ngintip umik bikin beginian hehe. Kadang suka dikasih tau pengeluarannya apa aja. Biar kalo mau minta ini itu bisa sambil ngitung pengeluaran keluarga yg primer hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waah, keren...perencanaan keuangannya udah baguss :)

      Delete
  22. Keuangan saya masih gonjang ganjing sejak rumah berdiri bulan puasa kemarin Mbak. Tapi pelan2 udah mulai stabil berkat ngeblog.

    Untuk asuransi entah sampai sekarang kami belum punya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dananya disalurkan untuk buat rumah ya, Mbak? Bagus juga, untuk investasi. Harga rumah kan nggak pernah turun :)

      Delete
  23. Betul tuh mbak harus di evaluasi keuangan akhir tahun dan lebih baik di awal tahun uangnya di investasikan atau di taro asuransi yang jelas aman dan tidak dirugikan hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mas Dikki, kalau disimpan di awal, bisa lebih tenang ya...

      Delete
  24. saya sampai sekarang belum kepikiran untuk bikin laporan keuangan. Sebab saya masih mahasiswa dan masih dibiayai sama orang tua. Mungkin dari tulisan ini saya bisa belajar untuk masa depan saya nanti

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nanti kalau udah punya penghasilan sendiri, bisa dipraktekin Mas Robby :)

      Delete
  25. Belum pernah bikin resolusi keuangan.
    Tiap tahun begini dan begini lagi.

    Tapi memang segala sesuatu yang terencana, in syaa allah hasilnya seperti yang diperhitungkan. Atau minimal, gak jauh-jauh dari perhitungan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, yang terencana, pasti lebih baik he he he

      Delete
  26. Aiih, aku belum pernah sedetail ini. Makasih ya Mbak. Bookmarkedn bakal kujadikan patokan untuk evaluasi. Membantu banget. ��

    ReplyDelete
  27. Terima kasih mbak informasinya... aku baru belajar bikin buku kas pengeluaran harian sejak agustus lalu. Pengelolaan keuangan bulananku agak mendingan dr sebelum ada buku kas.

    ReplyDelete
  28. resolusi 2016 ku masih banyak yang belum terealisasi mbak huhuhuuu.. rencana keuanganku juga masih amburadul.
    susahnya itu buat konsisten mbak, misalnya konsisten buat nabung sekian nilai tiap bulan. pasti deh aku bolong-bolong nabungnya -_-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Mbak..yang paling susah itu, menjaga konsistennya :)

      Delete
  29. Wahhh selama ini aku blm spesifik ngatur keuangan mba, biasanya klo ada uang lebih, fokus ke invest ke barang2 berharga. Makasih infonya mba ;)

    ReplyDelete
  30. Terima kasih Mbak Nurull.. Tulisannya menyegarkan sekali terutama saya yang finansialnya masih berada di taraf sederhana ini huhuhuhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sederhana, tapi aman mah, bagus kan, Mbak :)

      Delete
  31. Keuanganku msh amburadul. Ini aja msh single. Smoga thn depan bs bener2 ngatur dan jg gak ada utang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau udah punya pasangan, biasanya nanti bisa lebih teratur, Mbak :)

      Delete
  32. Info yang bermanfaat nih mbak. Aku gak pernah evaluasi keuangan, bulanan, apalagi tahunan :(
    Utang, investasi, asuransi dan lainnya emang penting banget ya mbak. Keuangan aku boros banget, tiap bulan abis mulu, masih susah ngelolanya. *maaf curhat* :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau ada perencanaan, jadi lebih mudah mengelolanya, Mbak :)

      Delete
  33. alhamdulillah tahun 2016 ini evaluasi keuangan aku lumayan membaik dibandingkan tahun kemarin, post-post yg di tulisankan di atas sebagian besar udah terlaksana hehe

    ReplyDelete
  34. Penting juga ya ada rencana keuangan. Biar masih single, harus mulai menata keuangan juga ah dari sekarang. 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, Bulan, supaya lebih terbiasa nanti :)

      Delete
  35. Mbaa.. artikelnya bagus. Nyadarin aku untuk ngecek kesehatan keuangan. Dan iya, target tabunganku akhir tahun ini belum tercapai. Huhuhuhu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga tahun depan bisa tercapai ya, Mbak... aamiin.

      Delete
  36. Ini detail banget ya. Presentase untuk nabung, cicilan, hutang dan sebagainya tentu sangat dipengaruhi sama total penghasilan juga ya, Mbak.

    Emm, beberapa waktu lalu ada lomba tentang perencanaan keuangan, sayang sekali tulisan ini tidak diikutsertakan.

    Padahal materinya padet banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Bang Ucha, dipengaruhi oleh besarnya penghasilan.

      Saya sempat tahu tentang perlombaan itu, tapi sayang, terlewat DL-nya he he he

      Delete
  37. Mbak Nurul makasih banget info nya. Aku kayaknya perlu bgt nih.. Aku nggak pernah bikin rencana keuangan soalnya.. Tapi makin anak besar kudu perlu nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makin besar anak, berarti makin besar juga kebutuhannya. Jadi kayaknya perlu ada perencanaan, Mbak :)

      Delete
  38. Waini...aku perlu banget nih evaluasi pengeluaran. Karena emang dari dulu boros banget. Akan saya praktekkan. Makasih banyak banyak mba. Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nanti kalau sudah terencana, mudah-mudahan bisa lebih hemat, ya, Mas :)

      Delete
  39. Duh, iyanih.. aku sendiri masih kurang dalam hal perencanaan keuangan u.u
    Tahun ini sempat dua sampai tiga kali ikut acara yanh juga membahasa perencanaan keuangan, tetapi belum benar-benar dilakukan secara maksimal :(
    Terimakasih banyak yaaa kak karena sudah kembali diingatkan :')

    ReplyDelete
  40. makasih mba nurul sudah mengingatkan,
    sudah ada beberapa yang harus mulai dilist lagi :)

    ReplyDelete
  41. Tfs mbak nurul, yihaaa sebulan lagi udah 2017. Sebelumnya ga kepikiran untuk buat catatan keuangan akhir tahun. Tapi setelah membaca postingan ini, jadi terinspirasi untuk buat juga.

    ReplyDelete
  42. Mba Nurul, baca postingan ini saya jadi termotivasi buat lebih teliti dalam urusan keuangan. Jujur, untuk saat ini tuh buat nabung perjuangan banget. Suka ada aja hal dadakan tak terencana hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang Mbak, untuk nabung itu, butuh konsisten yang tinggi hihihi

      Delete
  43. Aku belum melakukan resolusi :D

    ReplyDelete
  44. waaa.... biasanya urusan keuangan ini ga pernah masuk dalam resolusi. ga berani apa takut ya, entahlah. tapi bener banget nih tips mba nurul. soal keuangan memang harus diperhatikan banget ya. Apalagi utang. eh tapi utang aman deh, yg selalu keganggu itu dana darurat.. hehee... baik siap mba nurul. 2017 bakal lebih diatur..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mudah-mudahan 2017 bisa lebih teratur ya...aamiin

      Delete
  45. Sebenarnya saya jarang mengevaluasi apa yang sudah terjadi dalam hidup saya selama setahun mbak.
    ada memang rencana-rencana, tapi karena saya prokrastinator akut, jadinya seringkali rencana tinggal rencana dan saya jadi kecewa.
    mungkin yang jadi resolusi di tahun depan adalah bagaimana saya bisa merealisasikan rencana yang memang paling prioritas dalam hidup saya :)

    Jakup ginting sinusinga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang selalu ada yang bisa dijadikan prioritas ya, Mas :)

      Delete
  46. No. 7 ini penting banget deh soalnya kalau cuma nabung aja tanpa tujuan jelas, kurang konsisten

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau tahu tujuannya, bisa jadi motivasi ya...

      Delete

  47. Apakah Anda mencari pinjaman bisnis, pinjaman pribadi, pinjaman rumah, mobil
    pinjaman, pinjaman mahasiswa, hutang pinjaman konsolidasi, pinjaman tanpa jaminan, usaha
    modal, dll .. Atau kau menolak pinjaman oleh bank atau keuangan
    lembaga untuk satu atau lebih reasons.You di tempat yang tepat untuk
    solusi pinjaman Anda! Saya pemberi pinjaman pribadi, saya memberikan pinjaman kepada
    perusahaan dan individu pada tingkat bunga rendah dan terjangkau dari
    2%. Bunga. Silahkan hubungi kami melalui email:
    topclassloanfirm@gmail.com

    Terima kasih,

    mr Markson

    ReplyDelete
  48. Taun ini keuangan amburadul, haha, cicilan kayaknya lebih dari 35% apalagi ditambah pak suami tiba-tiba ikut arisan di kantornya dengan nominal lumayan. Tapi ikut arisan bisa dibilang nabung sih ya? Jadi gak amburadul bangetlah keuangannya *menyenangkan diri sendiri, haha*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau menurut saya, ikut arisan juga termasuk nabung, Mbak. Soalnya kita menyisihkan jumlah tertentu dalam sebulan. :)

      Delete
  49. Taun ini keuangan amburadul, haha, cicilan kayaknya lebih dari 35% apalagi ditambah pak suami tiba-tiba ikut arisan di kantornya dengan nominal lumayan. Tapi ikut arisan bisa dibilang nabung sih ya? Jadi gak amburadul bangetlah keuangannya *menyenangkan diri sendiri, haha*

    ReplyDelete
  50. Setiap tahun jadi mesti harus ada perencanaan keuangan ya, hmmm.. Baru tau.. Selama ini selalu stick dengan cara yang itu2 saja. Apa sebaiknya harus berubah mbak layaknya resolusi kehidupan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau memang diperlukan, nggak ada salahnya diubah kan? Tapi seandainya semua bai-baik aja, ya..tergantung keperluan masing-masing, Mbak

      Delete
  51. Aku alhamdulillah ga ada utang nyicil-nyicilan. Investasi, ada alhamdulilah. Asuransi? Cuma kesehatan aja, sih. Dana darurat? Karena baru dua tahun menikah, jadi ngandelin mahar pemberian suami (biasa di aceh gitu hihihi) Berharap Allah cukupkan terus rezeki kami, aamiiin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, semua masih terkontrol ya... :)

      Delete
  52. taun ini keuangan flat, bahkan defisit karena kebanyakan jalan2..aduuhhh kudu diperbaiki rencana keuangan tahun depan nih...tf tipsnya yaa mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo soal jalan-jalan, semua juga seneng jalan-jalan ya hihihi
      Mungkin untuk tahun depan direncanakan budgetnya, supaya nggak terlalu melenceng ya..

      Delete
  53. bener banget..semua harus direncanakan dengan baik :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semua yang terencana, hasilnya akan baik, betul?

      Delete
  54. akhir tahun saatnya buka buka tabungan dan merencanakan liburan ya mba, memang mesti diatur keuangan dengan baik agar kita tetap bisa hapy di akhir tahun tanpa menggangu pos lainnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, iya Mbak, akhir tahun biasanya waktu untuk berlibur. Perlu ekstra hati-hati, jangan sampai ngeganggu pos lainnya ya...

      Delete
  55. baru ngeh ternyata evaluasi keuangan ini memang penting, selama ini sih sambil lalu saja evaluasinya. dan sekarang mulai sedikit-demi sedikit melunasi hutang, mudah-mudahan bisa clear semua di tahun 2020 amin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin...semoga lancar semuanya ya, Mbak :)

      Delete
  56. Hmmm..mari kita evaluasi keuangan selama tahun 2016 kemarin. Sepertinya saya boros banget nih hihihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuuk, mari dievaluasi Mbak... saya juga masih ada bolong sana-sini hihihi

      Delete
  57. Tipsnya mantap mba. Tapi yang namanya pengeluaran ada aja ya, tapi dengan pengaturan perencanaan keuangan macam ini, mudah-mudahan semuanya teratasi dengan baik....

    Nice sharing

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya Mas Hendra, semoga semuanya bisa lebih baik lagi

      Delete
  58. Terima kasih untuk tulisannya mba, sangat membantu dan mengoreksi hihi

    ReplyDelete
  59. noted mbak..infonya bermanfaat banget

    ReplyDelete
  60. Mau ambil buku catatan, Ah.
    Poin 1 sampe 7 masih PR banget. Tabungan? hiksss...
    Baru ngitung- ngitung kira-kira aset ini gimana urusannya.
    Sip, thanks for reminding, Mbak Nurul :*

    ReplyDelete
  61. resolusi ekonomi tahun ini tetap stabil bahkan cenderung meningkat pengeluaran

    ReplyDelete
  62. Wah kalau akhir tahun saya malah senang soalnya invoice suami sepanjang tahun cair semua jadi panen. Cuma yang harus diwaspadai memang hasrat belanja dan kagetan karena tetiba menerima banyak uang. Harus cepat-cepat diputar lagi biar ada hasilnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waah enak ya...akhir tahun malah panen hihihi

      Delete
  63. Waini.
    Tahun ini kondisi keuanganku ... Ah, sudahlah.

    Insya Allah siap menjemput rezeki yg lebih baik, halal, lancar berlimpah di 2017. Aamiin.

    TFS mbak Nurul.

    ReplyDelete
  64. Wah, menarik nih, topiknya mengenai manajemen keuangan! Iya bener, tahunan dan per 3 bulan perlu juga.
    Saya pengen bikin asuransi but umur udah telanjur ngga muda lg, premi biasanya mihil. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi..iya Mbak, makin ke sini, preminya makin besar ya.. :)

      Delete
  65. Ternyata benar belum masuk komen saya,untungnya di copy dulu komennya di notepad :D
    Walah saya malah belum kepikiran sampe situ *mungkin karena belum nikah* tapi harus bisa memikirkan soal keuangan juga, supaya bisa ngemanage uang ditambah saya hanya nabung saja, sedangkan uang nabung satu lagi buat travelling hee
    Mulai belajar evaluasi keungan juga di tahun 2017 hee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mas Ryan, mumpung masih muda, masih belum berkeluarga. Lebih baik banyak menabung. :)

      Delete

.comment-content a {display: none;}