Mengamati kelelawar di sore hari
Sore hari kali ini, anak-anak memilih jalan-jalan sambil mengamati kelelawar. Bermula dari keingintahuan mereka ketika melihat ke atas langit di sore hari, sering ditemukan makhluk kecil bergerombol. Yang terbang kesana-kemari dalam jumlah banyak dan membentuk seperti ular panjang. Anak-anak saya sempat bertanya, dengan jumlah yang banyak dan begitu kompak terbang bersama. Turun naik, belok ke kiri dan ke kanan kadang menukik ke bawah, apakah tidak ada satupun yang bertabrakan? Seperti ular raksasa kata mereka. 
Demi memenuhi keingintahuan, mereka pun mengajak ayahnya untuk mengikuti kelelawar yang sedang menari di atas langit itu. Sampai akhirnya kami menemukan sebuah gudang tua yang sudah tidak terpakai lagi. Dari dalam tempat itu, beberapa kelelawar terbang melintas di atas kepala kami.

Bangunan tua yang menjadi rumah bagi kelelawar
Sebagai makhluk nocturnal atau makhluk yang hidup di malam hari, kelelawar bangun dan pergi keluar dari sarangnya untuk mencari makan ketika malam menjelang. Kelelawar merupakan hewan mamalia yang dapat terbang. Berbeda dengan makhluk yang dapat terbang lainnya, kelelawar selalu tidur dalam keadaan terbalik. Sepertinya tidur dengan cara menggantung merupakan salah satu cara agar memudahkan dia untuk terbang setiap saat. Hal ini juga untuk menghindari musuh, yang sebagian besar hidup di darat dan tidak menggantung seperti kelelawar.
Sambil bermain menikmati suasana sore hari bersama keluarga, saya gunakan kesempatan ini untuk memberikan pengetahuan tentang kelelawar pada anak saya. Sehingga keingintahuan mereka bisa terpenuhi dan dapat menambah pengetahuan mereka walaupun sambil bermain. Menjadikan belajar lebih menyenangkan.