Menjalani ibadah puasa, merupakan kewajiban bagi setiap umat Islam. Namun agama pun memberikan keringanan, bagi yang tidak bisa menjalankan ibadah puasa selama Ramadhan. Untuk yang sedang sakit berat, sedang melakukan perjalanan atau orang lanjut usia, diberi keringanan untuk tidak melakukan ibadah puasa. 
http://www.nurulfitri.com/2016/06/7-kiat-nyaman-menyusui-selama-ramadhan.html
7 Kiat Nyaman Menyusui Selama Ramadhan
Bagaimana dengan ibu menyusui, bolehkah tidak berpuasa? Tentu saja, boleh. Lalu, apabila memilih untuk berpuasa, muncul pertanyaan, apakah ASI yang dihasilkan tidak akan  terganggu?

Sebenarnya ibu menyusui tidak perlu khawatir jika harus memberikan ASI-nya pada buah hati. Untuk mengantisipasi segala kemungkinan, lakukan 7 kiat ini agar nyaman menyusui selama Ramadhan :
http://www.nurulfitri.com/2016/06/7-kiat-nyaman-menyusui-selama-ramadhan.html
7 Kiat Nyaman Menyusui Selama Ramadhan
1. Selalu Berpikir Positif. 
Mengapa kita harus mengendalikan pikiran kita? Karena perasaan dan pikiran seorang ibu, akan berpengaruh pada proses hormonal. Hindari perasaan was-was jika menyusui saat berpuasa, karena akan mempengaruhi produksi ASI.
Hal ini pula, yang selalu saya tanamkan pada pikiran adik saya, yang belum lama ini melahirkan buah hatinya. Adik saya, sedikit khawatir jika harus menyusui putri pertamanya itu. Khawatir produksi ASi-nya akan berkurang dan anaknya jadi rewel. Selain itu, anak bungsu dalam keluarga kami ini, takut dia akan mengalami dehidrasi dan merasa lemas, jika menyusui. 

Saya pun memberikan pandangan agar adik, agar bisa berpikir positif sehingga akan merasa nyaman menyusui meskipun sedang menjalankan ibadah puasa.
 
http://www.nurulfitri.com/2016/06/7-kiat-nyaman-menyusui-selama-ramadhan.html
2. Membentuk Pola Produksi ASI Baru
Ketika kita berpuasa, pola makan kita berubah. Sarapan dilakukan lebih dini, di saat matahari belum terbit. Kita pun tidak mendapat asupan makanan yang biasanya dilakukan di siang hari. Hal ini juga mempengaruhi pola produksi ASI. Pola produksi ASI yang baru pun akan terbentuk. 

Saat pagi hari, biasanya produksi ASI akan berjalan dengan normal. Siang hari menjelang sore, ibu akan merasakan air susunya berkurang dengan merasakan payudara yang tidak terasa penuh. Sedangkan pada saat berbuka puasa, payudara akan terasa penuh dengan ASI dalam waktu yang singkat.

Kondisi produksi ASI yang mengalami pola yang baru ini, otomatis juga akan mempengaruhi bayi. Bayi pun akan lebih banyak minum pada malam hari daripada siang hari.

3. Mempersiapkan Stok ASI
Apabila ibu menyusui khawatir pasokan ASI-nya tidak akan memuaskan anaknya. Lebih baik mempersiapkan stok ASI, untuk menghadapi Bulan Ramadhan. Sehingga ibu merasa tenang ketika berpuasa selama Ramadhan.

4. Pendidikan Lebih Dini
Proses menyusui bukan hanya proses memberikan asupan nutrisi pada anak saja. Namun juga melibatkan sisi kejiwaan antara ibu dan bayi. Menurut Ir. Ira Puspadewi, MDM, seorang konselor Sentra Laktasi Indonesia, jika ibu menyusui berpuasa maka ruh pendidikan ini juga akan sampai pada buah hati.
Pemahaman tentang pendidikan lebih dini ini, diharapkan dapat membuat ibu merasa nyaman menyusui selama Ramadhan.

5. Menjaga Kecukupan Gizi
Ibu menyusui yang melakukan ibadah puasa, diharapkan selalu menjaga kecukupan gizi yang dikonsumsinya. Terutama menjaga kandungan protein, sayuran serta buah-buahan. 
Selain makanan yang bergizi, adik perempuan saya, juga selalu menyediakan kurma dan madu untuk menjaga staminanya, usai melahirkan.
http://www.nurulfitri.com/2016/06/7-kiat-nyaman-menyusui-selama-ramadhan.html

6. Menambah Konsumsi Air Di Malam Hari
Selain untuk mencegah dehidrasi, ibu menyusui juga perlu menambah asupan air putih untuk menjaga produksi ASI di malam hari. Disarankan untuk minum air hangat dan menghindari minum air dingin/es.

7. Menyegerakan Minum Air Hangat Ketika Berbuka 
Saat berbuka, ibu menyusui juga disarankan untuk menyegerakan minum minuman hangat.

Dengan 7 kiat ini, diharapkan ibu menyusui lebih merasa nyaman menyusui selama Ramadhan. Perasaan nyaman bunda tentu saja, akan berpengaruh pada buah hati. Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, kejiwaan ibu sangat berpengaruh pada kondisi kejiwaan anaknya. Jadi, penting untuk berusaha agar ibu tetap nyaman, hingga anak pun merasa tenang.

Bagaimana dengan teman-teman yang tengah menyusui? Tetap melakukan ibadah puasa? Ada kiat khusus menyusui selama Ramadhan ini?