"Setiap orang diberikan anugerah oleh Allah, untuk bisa melakukan perubahan. Dan perubahan tersebut hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang berjiwa besar."
Ketika memasuki usia cantik, semua perempuan akan menghadapi berbagai perubahan dengan sikap dan pemikirannya masing-masing. Pada usia 35 - 45 tahun, biasanya perempuan akan bertambah dewasa dan lebih bersemangat untuk meningkatkan kualitas hidupnya. 

Berani Melakukan Perubahan di #UsiaCantik
Begitu pula dengan saya, dulu ketika memasuki usia 35 tahun merupakan masa saya menikmati puncak karir. Bersemangat meningkatkan kualitas hidup dengan bekerja di perusahaan internasional. Perusahaan yang menyediakan berbagai macam fasilitas untuk mensejahterakan karyawannya.

Boleh dibilang, keluarga saya banyak menikmati fasilitas yang diberikan. Mulai fasilitas kesehatan hingga rekreasi, kami bisa menikmatinya. Menduduki posisi sebagai salah satu staff, membuat penghasilan saya terbilang lumayan. Namun, dalam kenyataannya, semua itu tidak bisa terus saya nikmati justru saat menjelang usia cantik.

Iya, saya harus rela melepas segala kenyamanan tersebut. Demi mendapatkan restu dari suami, saya rela berhenti bekerja. Banyak pihak yang menyayangkan keputusan saya. Karena hanya dalam hitungan beberapa bulan ke depan, perusahaan menetapkan berbagai aturan baru yang sangat menguntungkan karyawannya.

Saya memiliki alasan yang kuat untuk meninggalkan semua fasilitas tersebut. Apalagi kalau bukan soal anak. Kami kesulitan mencari orang yang bisa kami percaya untuk menitipkan anak-anak kami. Kota tempat tinggal kami, sedang giat melakukan pembangunan pabrik. Sehingga sebagian besar kaum perempuannya, lebih memilih bekerja di pabrik dibandingkan harus menjadi pengasuh anak.

Bagaimana jika mendatangkan dari daerah lain? Yup, sudah kami lakukan. Namun, ibu mana yang tidak sedih, ketika pulang bekerja mendapati anak berlari ke sana ke mari, tanpa celana? Sedangkan pengasuhnya asyik tiduran sambil menonton televisi? Itu hanya salah satu contoh. Karena masih banyak lagi, hal yang membuat kami kurang cocok.

Saat seperti itu, suami meminta saya untuk fokus mengurus anak. Sebagai seorang istri, saya lebih memilih mencari ridhonya. Lagipula dia sangggup untuk meng-cover semua fasilitas yang selama ini saya dapatkan di tempat bekerja.

Apakah saya merasakan 'dunia seakan-akan berhenti berputar' setelah menjadi seorang ibu rumah tangga? Sementara perempuan lain bisa bergerak dinamis, berkiprah dalam dunia kerjanya? Hmm ... Saya lebih memilih untuk berpikir positif dan berani melakukan perubahan.
http://www.nurulfitri.com/2016/11/berani-melakukan-perubahan-di-usiacantik.html
Menyadari Pentingnya Perubahan
Setiap orang diberikan anugerah oleh Allah, untuk bisa melakukan perubahan. Dan perubahan tersebut hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang berjiwa besar. Di saat saya memutuskan untuk keluar dari dunia kerja, yang bagi kami banyak menguntungkan, saya berusaha menanggapinya dengan ikhlas.

Sebagian besar orang, enggan melakukan perubahan bisa berada di zona aman. Sudah merasa tenteram dengan keadaannya. Padahal segala sesuatu berubah dan terus bergerak. Dalam dunia kerja, saya merasakan pekerjaan memiliki batasan. Pasti ada selesainya. Lain halnya dengan pekerjaan ibu rumah tangga. Bahkan ada yang mengatakan, 24 jam dalam sehari masih dirasa kurang untuk menyelesaikan pekerjaan rumah tangga.

Namun sekali lagi, saya harus berani berubah. Menjalani peran baru di awal usia cantik, memang tidak mudah. Langkah awal yang harus saya lakukan adalah berdamai dengan diri sendiri. Menanamkan dalam diri, jika perubahan itu penting. Semua yang ada di dunia ini selalu dinamis dan bergerak maju.

Mencari Peluang dan Tantangan Untuk Berubah
Perubahan status menjadi ibu rumah tangga, memiliki tantangan tersendiri. Saya perlu mengubah anggapan jika perempuan lebih diposisikan untuk selalu nrimo, diam atau tidak bersuara untuk kepentingannya.

Pada kenyataannya laki-laki dan perempuan memiliki potensi dan kontribusi yang sama untuk berkarya. Menjadi ibu rumah tangga, tentu saja bukan menjadi penghalang bagi kaum perempuan untuk bisa bermanfaat bagi orang lain.

Tidak mendapatkan fasilitas yang mensejahterakan dari perusahaan, tidak perlu gundah, toh saya mendapatkannya dari suami. Tapi tidak mungkin bagi saya, hanya duduk diam tanpa melakukan sesuatu. Saya tidak mau, otak ini menjadi beku.

Saya ingin terus berkarya dan tentu saja, berharap bisa bermanfaat untuk orang lain. Mulailah muncul pertanyaan yang selalu ada dalam pikiran, apabila saya sudah tidak ada di dunia ini lagi, apa yang bisa membuat saya dikenang?

http://www.nurulfitri.com/2016/11/berani-melakukan-perubahan-di-usiacantik.html
Life Begins at 40
Ada anggapan, jika kehidupan kita berawal di usia 40 tahun. Bukan tanpa alasan, karena pada umumnya di masa itu, orang sudah memiliki kemapanan, bisa berpikir dengan lebih dewasa dan lebih banyak kesempatan untuk meng-upgrade dirinya.

Saya jadi teringat pada pahlawan wanita kita, Ibu Kartini. Dapat dikatakan beliau merupakan agen perubahan. Dengan semangatnya mampu mencerdaskan kaum perempuan, sehingga tidak dipandang sebelah mata.

Seperti R.A Kartini, saya ingin berevolusi menjadi perempuan yang lebih baik lagi. Saya sadar, belum mampu melakukan hal yang besar untuk perubahan bagi lingkungan sosial. Namun, saya ingin berusaha melakukan perubahan dari hal kecil dan dari hal yang terdekat dengan keseharian.

Perubahan apa yang saya lakukan? Mulai membiasakan diri untuk hemat dalam penggunaan listrik, hemat menggunakan air, memilah pembuangan sampah menjadi organik dan anorganik, menanam pohon untuk penghijauan, serta tindakan kecil lainnya.

Ketika sebagian besar waktu saya ada di rumah, saat memasuki usia cantik, saya ingin bisa bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat sekitar. Secara materi, saya sangat bersyukur memiliki suami yang bisa diandalkan. Namun saya juga butuh aktualisasi diri. 

Oleh karena itu, saya juga memiliki keyakinan, selain kebaikan yang perlu kita tebar, tulisan yang bermanfaat juga bisa membuat kita dikenang. Nah, karena saya memiliki hobi menulis, saya pun memberanikan diri untuk bisa bermanfaat melalui karya tulis. Hobi tersebut sebenarnya sudah dijalani sejak di bangku sekolah menengah atas. Tapi saya tidak pernah menjalaninya secara serius.

Maka, saya memutuskan untuk menjalani hobi saya lebih serius. Saya ingin menyebarkan tulisan yang bermanfaat bagi orang lain. Syukur-syukur saya memiliki penghasilan dari hobi saya. Seperti yang saya baca dalam sebuah quote yang dibuat oleh bapak Walikota Bandung.

"Pekerjaan yang paling menyenangkan di dunia adalah hobi yang dibayar." 
Ridwan Kamil, Mayor of Bandung 

Jadi ... Di saat teman-teman yang lain, telah serius menjalani aktivitas sebagai blogger selagi mereka muda, saya baru menekuninya saat memasuki usia 40 tahun. Well...tidak ada kata terlambat, bukan? 

Justru saya bersyukur, karena masih ada kesempatan untuk bisa menekuni hobi dan mendapat penghasilan dari ngeblog. Beberapa job yang ditawarkan oleh klien dan hasil dari memenangkan beberapa lomba blog, bisa menambah pemasukan. Bahkan saya bisa mengikuti pendidikan menulis pun berasal dari ngeblog. Alhamdulillah. :)

Saya juga bersyukur karena masih diberi waktu, untuk bisa menebar manfaat. Semoga saya bisa... aamiin.

Perubahan Fisik di Usia Cantik
Memasuki usia 40 tahun, tidak hanya kebiasaan dan pola hidup saya yang berubah. Saya juga harus berani menerima perubahan yang terjadi pada tubuh.
 
Menjadi perempuan yang bermanfaat untuk orang lain, memang penting. Namun, kerja keras dan kebiasaan kurang sehat yang sering kita lakukan, juga berdampak pada perubahan fisik. Terutama perubahan kulit. Untuk perempuan usia 35 tahun ke atas, perubahan kulit yang kerap dialami yaitu penurunan kekencangan kulit, munculnya flek-flek, kulit terasa kering dan muncul kerutan halus di sekitar mata.

Semua  perubahan pada kulit tersebut, tidak terjadi secara spontan. Flek hitam, kulit kering dan kerutan halus merupakan hasil akumulasi dari kebiasan yang tidak baik, sejak dulu. Kulit bisa rusak karena terlalu sering terkena paparan sinar matahari, sering kontak dengan debu serta polusi. Jadi, ketika sekarang saya mendapati keluhan-keluhan tersebut, saya pun sadar diri. ^_^

Eits ... Tapi tidak semua orang dalam usia seperti saya mengeluhkan soal kulitnya, loh! Ada beberapa teman yang terlihat begitu fresh dalam usia cantiknya. Selidik punya selidik, ternyata mereka rajin melakukan perawatan. 
Kita intip apa saja yang mereka lakukan, agar tetap cantik di usia 35-40 tahun, yuk!
http://www.nurulfitri.com/2016/11/berani-melakukan-perubahan-di-usiacantik.html
Gambar dari lorealparisindonesia

Ternyata untuk menjaga agar kulit tidak kering, mereka menggunakan pelembab. Selain itu, mengonsumsi air putih sekurangnya 8 gelas perhari dapat mengembalikan kelembaban kulit. Sedangkan untuk menghilangkan kerutan halus yang muncul di sudut mata, mereka menggunakan krim malam dan krim mata.  

Lalu, bagaimana dengan kulit yang kasar dan kusam? Cukup dengan rutin membersihkan muka serta menggunakan krim yang lembut dan mengandung tabir surya. Waah...ternyata kuncinya hidup sehat, rajin dan rutin melakukan perawatan serta cukup beristirahat.

Baiklah, sudah saatnya saya berusaha untuk mengubah kebiasaan yang dapat merugikan kecantikan kulit, dan berusaha untuk rajin melakukan perawatan. Agar kulit tetap fresh dan selalu terlihat cantik meskipun berada di #UsiaCantik. Karena umur, hanyalah sebuah deretan angka, bukan? ^_^

“Lomba blog ini diselenggarakan oleh BP Network dan disponsori oleh L’Oreal Revitalift Dermalift.” 
 
http://www.nurulfitri.com/2016/11/berani-melakukan-perubahan-di-usiacantik.html