Tidak ada sekolah untuk jadi orang tua. Yang banyak ditemukan justru sekolah untuk anak. Tujuan sekolah untuk menjadikan anak yang pintar, cekatan, baik , sholeh dan hal lainnya. Tapi bukankah kita juga butuh ilmu untuk menjadi orangtua bagi anak-anak? Mengingat pentingnya ilmu untuk orangtua sebagai bekal mengasuh anak-anaknya.
 
Pentingnya Ilmu Untuk  Mengasuh Anak
Belajar ilmu parenting bersama para wali murid 
 

Ilmu Mengasuh Anak

Ilmu yang dimiliki oleh seseorang terlihat saat dia mengasuh anak-anaknya. Ilmu pengetahuan yang kurang, alih-alih membuat anaknya menjadi lebih baik, malah bisa mencelakakan buah hati kesayangan. Lagi pula, jangan sampai hal-hal yang ingin diketahui oleh anak, tidak bisa terpenuhi oleh orangtuanya. Sangat berbahaya apabila anak memuaskan keingintahuannya melalui hal atau pihak yang kurang baik.

Bacaan sejenis :  Inilah 4 Gaya Asuh Ibu Dalam Perkembangan anak

Saya yakin, seorang ibu tidak akan ada yang berniat mencelakakan anaknya. Apalagi menjerumuskan anaknya ke dalam hal yang tidak baik. Tapi tanpa bekal ilmu pengasuhan apalagi ilmu agama, bisa saja anak malah melakukan hal yang tidak diinginkan.

Aktivitas Keseharian

Dalam mendampingi tumbuh kembang anak dalam aktivitas sehari-hari, orangtua pun memerlukan ilmu. Zaman semakin maju, makin berkembang pesat, pengetahuan yang dimiliki oleh orangtua pun harus selalu bisa menyesuaikan.
Kemarin saat kami pergi sekeluarga, kami agak dikejutkan ketika tiba-tiba saja ada motor menyalip dari sebelah kiri. Untung saja, tidak terjadi hal-hal yang dikhawatirkan. Setelah kami lihat, ternyata sepeda motor tersebut dibawa oleh dua anak yang masih di bawah umur. Diperkirakan mereka masih duduk di bangku sekolah dasar atau sekolah menengah pertama.

Terus terang saya miris melihatnya, mengapa orangtua anak tersebut memperbolehkan buah hatinya untuk mengendarai sepeda motor di jalan raya. Enggak takut kenapa-kenapa, gitu? :((

Bahkan seorang teman pernah bercerita jika tetangganya  justru mengajari anaknya yang masih SMP supaya bisa mengendarai motor. Alasannya supaya bisa disuruh belanja ke warung. Duh!

Bacaan sejenis : Agar Anak Siap Menghadapi Pergaulan Buruk

Tentang Beribadah

Untuk umat Islam, tugas ibu dan juga ayah mendidik anak mereka agar taat pada perintah Allah. Pada beberapa kasus, ibu terkadang kasihan jika melihat anaknya bangun terlalu dini untuk melaksanakan salat Subuh. Atau membiarkan anaknya tertidur pada malam hari sebelum melakukan salat Isya.

Saya yakin, ibu yang dibekali ilmu agama akan "tega" membangunkan anaknya untuk melaksanakan salat wajib. Karena pada dasarnya ibu tidak akan tega jika memikirkan bagaimana nasih buah hatinya kelak di akhirat.


Pendidikan

Begitu pula dengan pendidikan anak. Ilmu orangtua yang mumpuni bisa membantu pendidikan putra-putrinya. Setiap orangtua pasti ingin anaknya sukses dalam hal pendidikannya. Namun tidak semua orangtua yang mengharapkan anaknya memiliki nilai tinggi. 

Seperti Mbak Hanny Nursanti yang tidak mau menjejali anaknya yang masih di sekolah dasar untuk mengikuti banyak les. Menurutnya, usia sekolah dasar adalah usia bermain. Mbak Hanny membiarkan anaknya untuk menikmati masa kecilnya. Ada kata sepakat dengan suaminya, jika anak masih bisa menangkap pelajaran di sekolah serta selama dia dan suaminya masih bisa mengajari, maka anak mereka tidak perlu masuk les.

Berbeda jika les yang dimaksud adalah les yang mengasah bakat dan kemampuannya seperti les menari, les menggambar atau les bahasa. Intinya Mbak Hanny tipe orang tua yang tidak mau memberikan les mata pelajaran di sekolah.

Saya juga setuju dengan pendapat kawan yang ada dalam satu grup di salah satu komunitas emak blogger itu. Alangkah lebih baiknya mengajarkan anak ilmu agama untuk bekal mereka di kemudia hari. Ajari buah hati doa-doa yang melibatkan keseharian anak. Misalnya saja mengajarkan anak doa mau makan, doa setelah selesai makan atau doa mau masuk toilet.

Apapun pola asuh orangtua pada anaknya, memiliki latar belakang,visi dan misinya masing-masing. Tentu saja kita tidak bisa menyamaratakannya. 
Satu hal yang pasti akan diingat oleh orang tua, bahwa anak adalah amanah. Kita harus mendidiknya sesuai dengan keinginan Allah, sebagai yang menitipkan.
 
Pentingnya Ilmu Untuk Bekal Mengasuh Anak
 

Pentingnya Ilmu untuk Mengasuh Anak

Semua yang diberikan pada anak, akan kembali pada kita. Orang tua akan dipertanyakan apa yang telah dilakukan pada anaknya. Jika kita menanamkan kebaikan, maka itu akan kembali. Namun bila kita mengajarkan keburukan, waspadalah jika hal buruk yang akan kembali.

Sudah jelas jika kita perlu ilmu untuk mendidik anak-anak kita. Perbanyak pengetahuan meski kita sudah menjadi orangtua. Karena menuntut ilmu itu, tidak memandang usia, tidak memandang jenis kelamin dan bisa dilakukan setiap ada kesempatan. Dan ilmu itu penting sebagai bekal mengasuh anak-anak kita semua.

Salam takzim