Kalau hujan di sore hari, apa yang paling enak  kita lakukan? Kayaknya paling enak, makan yang hangat-hangat, bukan? Apalagi kalau di petang hari, waktu yang paling asyik buat ngemil sambil ditemani minuman hangat seperti teh atau kopi. 

Pada akhir minggu lalu, saya juga inginnya bisa ngemil makanan sambil menikmati hujan yang datang sejak pagi hari. Tapi cuaca hujan rintik-rintik sore itu, malah buat saya jadi buat males gerak, enggak pengen ke aman-mana. Inginnya berlindung di balik selimut terus.

Sambil menikmati hujan, iseng-iseng saya scrolling percakapan di grup WA yang anggotanya emak-emak semua. Grup yang berisikan emak-emak pebisnis itu, memang tidak pernah sepi. Adaa ... saja hal yang bisa dijadikan bahan pembicaraan. Sebenarnya dalam grup tersebut ada jadwalnya untuk bincang-bincang dengan topik tertentu. Dan setiap hari Senin, biasanya dibuka pasar emak. Hari saat para anggota grup bisa melakukan promosi produk yang mereka jual.

Saya ulangi lagi, kemarin itu akhir minggu, bukan hari Senin. Tapi entah kenapa, emak-emak yang memiliki bisnis makanan, mempromosikan produk mereka di grup. Bayangkan saja, dalam cuaca hujan, saat tubuh dingin membutuhkan kehangatan, tiba-tiba melihat grup yang isinya foto-foto makanan yang mengundang selera. Pikiran apa yang biasanya langsung terlintas?

Kalau saya, begitu melihat foto-foto makanan yang menggoda itu, langsung saja perut berbunyi minta diisi. Beneran, jadinya laper bangeet....
Nah, di antara berbagai makanan camilan yang dipamerkan, siomay merupakan salah satu makanan yang ikut di pajang di sore hari itu. Setelah melihat fotonya yang benar-benar mengundang selera, saya pun bercita-cita untuk bisa menikmatinya suatu saat nanti.

Dan akhirnya setelah beberapa hari kemudian, hari ini keinginan saya tercapai. Saya dan keluarga bisa menikmati siomay produk dari salah satu anggota Emak Pintar Bandung (EPB). Siomay yang menarik perhatian saya berlabel Siomay Edun. Tersedia dalam 4 varian rasa, yaitu rasa original, keju, jamur dan rasa pedas.


http://www.nurulfitri.com/2017/11/siomay-edun-cemilannya-orang-bandung.html

Tahukah teman-teman? Saya sudah merasakan semua rasa varian itu. Daan...saya memang tidak salah memilih untuk menikmati makanan ringan khas Kota Bandung tersebut. 

Bagaimana rasanya? Mantaap! Kalau kata anak saya, seperti yang dijual di rumah makan dan supermarket. Hanya bedanya, Siomay Edun dibuat dari rumah alias home made. Daging ayam dan udang yang menjadi isian siomay tersebut digiling oleh Ambu Dian sendiri, dan saya yakin pasti terjamin kebersihannya. Selain itu, makanan berwarna putih ini terjamin keamanannya. Kenapa begitu? Karena dibuat dengan racikan bumbu yang bersih dan tidak menggunakan MSG atau bahan kimia lainnya. 

http://www.nurulfitri.com/2017/11/siomay-edun-cemilannya-orang-bandung.html

Satu bungkus siomay terdiri dari 10 pcs. Karena tidak ingin menghabiskannya sekaligus, maka saya memasaknya sebagian-sebagian saja. Saya tidak perlu khawatir karena Siomay Edun bertahan selama 2 hari di dalam suhu ruangan, 8 hari jika disimpan di dalam kulkas/chiller dan bisa bertahan hingga 3 bulan jika disimpan di freezer.

Bisnis yang dijalankan dari sudut Kota Bandung tepatnya di Lembang ini, kabarnya sudah dilakukan secara online. Asal mula, bisnis Siomay Edun ini berasal dari kegemaran anak-anak Teh Dian yang memang senang ngemil, terutama siomay. 

Pada suatu hari, buah hati perempuan bernama lengkap Dian Rahayu ini, jajan di tukang siomay yang kerap berkeliling di komplek mereka. Secara kebetulan ibu dua orang anak ini, mencium aroma ikan busuk yang berasal dari siomay tersebut. Naluri keibuannya langsung bergerak. Dari pada buah hatinya jajan di sembarang tempat, lebih baik dibuatkan saja dari rumah. 

Makanan yang dibuat sendiri, kebersihannya pasti terjamin. Bahan yang digunakan pun dicari yang aman dan menyehatkan. Bukankah semua ibu, ingin memberikan makanan yang bergizi pada anak-anaknya?

Ternyata suami dan anak-anak Teh Dian suka dengan siomay buatannya. Lalu perempuan berwajah manis ini pun, langsung mendapatkan ide, mengapa tidak dibisniskan saja? Apalagi sang suami mendukungnya seratus persen. Berbeda saat dia menjual produk orang lain, suaminya lebih mendukung jika Teh Dian menjual produknya sendiri.

Maka ... sampai sekarang Teh Dian pun setiap hari mengolah siomay dengan 4 rasa. Namun untuk menjaga kualitas produknya, Siomay Edun diproduksi dalam jumlah terbatas. Dalam sehari diproduksi maksimal  20 pack saja. 

Keren juga...dari hobi memasak, Teh Dian bisa berpenghasilan. Berawal untuk menyenangkan anak-anaknya kini, dia bisa mempunyai usaha sendiri di rumah. Modalnya, selain pintar memasak, ibu muda ini hanya memasarkan lewat media sosial facebook. Terutama lewat Fanpage Siomay Edun Asli Bandung. Saya lihat, pemasarannya masih cukup sederhana, etapiii ... ternyata pada bulan pertama, bisnis kulinernya itu bisa menghasilkan omzet 4 jutaan!! Wah .. hebat juga, ya :))

Satu lagi, bukti nyata, kalau sesuatu yang kita minati ternyata bisa dibisniskan. Dan tentu saja bisa menghasilkan. 

Ah, iya, saya sampai lupa, dengan harga siomaynya. Untuk yang ingin mencoba Siomay Edun ini, enggak perlu merogoh kocek terlalu dalam, loh! Harga Siomay Edun yang original harganya 25 ribu perbungkus. Yang rasa pedas dan jamur harganya 28 ribu rupiah. Sedangkan Siomay Edun dengan isian keju harganya 30 ribu. Dan isi satu packnya terdiri dari 10 buah siomay.

Gimana teman-teman, ada yang mau coba Siomay Edun cemilannya orang Bandung ini? Kemarin saya bisa ngobrol asyik dengan owner-nya di WA 081224751881. Siapa tahu, ada yang mau ngobrol eh, mau pesan siomay buatan Teh Dian he he he... Atau menghubungi lewat akun facebooknya juga boleeh ... @dianrahayu77

Musim penghujan seperti sekarang ini, memang enaknya punya stok makanan khas Kota Bandung ini. Siomay Edun bisa dikukus atau di goreng. Di masak apapun nikmat ... panas-panas disajikan sambil menikmati hujan. He he he