Suasana pagi hari di Kota Bandung pada Hari Rabu 13 Maret 2019 terlihat begitu cerah. Seperti biasanya, di beberapa ruas jalan tampak kendaraan yang padat merayap. Saya mencoba membelah lalu lintas di Kota Bandung menuju Coffe Toffe agar bisa tepat waktu menghadiri sebuah acara talkshow. Yup, bergegas agar jangan sampai terlambat datang. Demi memenuhi etika juga, kan? 
etika blogger dan personal branding
Seperti kita ketahui, ketepatan waktu atau on time bagi siapa pun yang diundang hadir dalam sebuah acara, merupakan performa yang mesti dijaga dengan baik. Bagi saya sendiri, banyak kelebihan yang bisa didapatkan saat kita bisa datang tepat waktu.

Pertama, bisa datang tepat waktu mencegah kita terlihat ngos-ngosan saat tiba di lokasi. Apalagi jika ruangan acaranya berada di lantai dua atau terletak di bagian belakang, kebayang kan, kalau kita harus lari-lari agar bisa mengikuti acara dari awal. Oleh karenanya lebih baik datang tepat waktu, agar kita lebih tenang dan siap saat mengikuti acara.

Kedua, sebelum acara dimulai dapat memberikan kesempatan untuk kita bersilaturahmi dengan kawan-kawan yang sudah lama tidak bertemu atau berkenalan dengan rekan yang baru bertemu.

Ketiga, jika acara dilaksanakan di tempat yang menarik, kita bisa berkeliling-keliling mencari spot yang menarik untuk dijadikan bahan tulisan.
Nah, sebenarnya alasan ketiga merupakan alasan utama saya, sih, huahaha.. 

Eh, iya kan, dengan mengamati situasi di lokasi event, bisa dijadikan bahan untuk nulis di blog, bahan untuk postingan instagram dan kalau lagi bagus mood-nya, bisa nge-vlog, deh!

Well, kembali pada performa kita sebagai blogger ya! Kebetulan sekali, talkshow yang akan saya hadiri membahas hal penting tentang kajian etika blogger dan personal branding, meni pas pisan! hehehe


etika blogger dan personal branding


Pentingnya Etika Blogger

Pemateri yang membahas etika blogger merupakan blogger yang cukup lama saya kenal. Teh Erry Andriyati salah satu blogger senior yang sudah lama merasakan seluk beluk bloging, membagikan pengalamannya sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga profesionalisme sebagai seorang blogger. 

Dulu dunia blogger tidak semudah sekarang. Sekarang sudah banyak komunitas blogger yang bisa mewadahi anggotanya untuk saling belajar dan bahkan membagikan informasi seputar job. Blogger-blogger zaman dulu, untuk mendalami profesi atau untuk mendapatkan pekerjaan dilakukan secara individual, tidak seperti sekarang.

Dengan berbagai kemudahan tersebut, semestinya blogger-blogger masa kini bisa lebih mudah menjaga performa yang baik. Demi peforma yang baik blogger harus memiliki attitude yang baik.

Etika pertama yang ditekankan oleh blogger yang memiliki branding seputar drama Korea ini, adalah budaya on time. Tepat waktu dalam hal apa saja? Bagi blogger yang sering mendapatkan undangan event, datang tepat waktu sesuai dengan jadwal merupakan hal yang mesti diperhatikan. 

Tidak hanya tepat waktu saat datang ke acara, blogger pun perlu memperhatikan ketepatan waktu saat mengumpulkan ulasan mengenai acara yang telah dihadirinya.
etika blogger dan personal branding

Pembahasan mengenai etika saat mengikuti sebuah event merambat mengenai kesanggupan seorang blogger menghadiri acara. Menurut Teh Erry, blogger mesti menghindari tindakan membatalkan keikutsertaan secara sepihak. Minimal memberitahukan pada penyelenggara seminggu sebelumnya apabila berhalangan untuk hadir. 

Hal ini semata-mata untuk menjaga agar klien yang mengundang tidak merasa dikecewakan. Begitu pula dengan teman yang sudah mengajak kita. Namun semua ini tidak berlaku jika berhalangan hadir karena sesuatu hal yang benar-benar tidak bisa ditinggalkan, seperti ada kedukaan atau mendadak jatuh sakit. Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi, kan? 
Manusia hanya bisa merencanakan, tetapi Allah jualah yang menentukan.

Etika kedua, selain memenuhi deadline tulisan, blogger yang beretika juga harus membuat tulisan orisinal dan organik. Perhatikan hal penting dalam membuat konten dalam blog. Tuliskan sumber tulisan jika memang mengutip dari tulisan lain. Hindari menyadur tulisan orang lain dan bertanggung jawab penuh dengan materi yang dituliskan.

Jangan hanya untuk sekedar update blog atau sekedar memenuhi permintaan klien untuk mengulas suatu acara, konten yang kita tulis terkesan seadanya. Sebaiknya tulislah sesuatu yang bermanfaat dan bisa dibagikan kepada para pembaca blog kita. 


Membentuk Personal Branding

Pembahasan mengenai etika blogger merupakan sharing yang diadakan setelah sebelumnya ada pembahasan tentang personal branding oleh Mbak Nurma Larasati. Perempuan muda yang menjabat sebagai CEO & Co-Founder of Halal Local dan CTO & Co-Founder PT Astrajingga Inovasi Digital.


etika blogger dan personal branding

Dosen luar biasa di Universitas Parahyangan Bandung ini menceritakan masa lalunya yang tidak bisa tampil di muka umum. Kemampuannya yang kini bisa berbicara di depan publik merupakan hasil dari proses yang panjang. Proses untuk membranding dirinya agar bisa dikenal oleh publik. 

Personal branding sendiri adalah semua aktivitas dan tingkah laku yang mencerminkan identitas diri dan bisa membentuk pandangan orang lain mengenai keadaan diri kita sendiri. 
Banyak manfaat yang bisa didapatkan saat seorang karyawan memiliki personal branding yang baik, salah satunya dapat meningkatkan penjualan dan kepuasan kerja serta mengurangi konflik.

Untuk meningkatkan persoal branding, kita perlu memperkenalkan identitas diri kita dan kelebihannya dibandingkan dengan yang lain. Terus memacu peningkatan personal branding dengan cara membangun jaringan. Semakin luas jaringan, akan semakin banyak yang mengenal kita maka peluang untuk sukses pun bisa semakin terbuka lebar.

Dalam kesempatan di siang hari itu, Nurma Larasati juga memperkenalkan Halal Local yang sedang dikelola olehnya. Halal local merupakan sebuah aplikasi yang membantu siapa saja yang memerlukan tempat makan, tempat wisata dan hal-hal halal lainnya saat berwisata.

Kehadiran Halal Local mempermudah wisatawan yang ingin bepergian tanpa perlu mengkhawatirkan mengenai kehalalan suatu tempat makan atau tempat wisata. Menurut perempuan muda itu, Halal Local saat ini telah memiliki lebih dari 50.000 tempat makan halal di 110 negara. 

Saya salut dengan sepak terjang perempuan muda itu. Di usianya yang masih belia tetapi sudah bisa memiliki personal branding yang kuat hingga bisa menunjang kelancaran semua bisnisnya.


Marketplace JD.ID

Dalam acara yang diadakan di roof top Cafe Coffe Toffe itu pula, blogger yang hadir juga dikenalkan oleh salah satu sponsor acara yaitu JD,ID. Marketplace yang memiliki ciri khas berwarna merah ini memperkenalkan program terbarunya yaitu JD Partners. 

etika blogger dan personal branding

Program ini memberikan keuntungan bagi membernya dengan mendapatkan cashback setiap kali berbelanja.
Sebagai membernya, kita juga bisa mengajak orang lain untuk bergabung menjadi anggota JD Partners. Jika orang kita ajak tersebut berbelanja di JD.ID maka otomatis kita pun mendapatkan cashback.

Yah, bisa dikatakan sistem marketplace yang satu ini mirip dengan bisnis MLM. Hanya bedanya, di JD.ID kita hanya memerlukan satu orang partner saja. 

Event perdana dari Katarasa ini, sangat bermanfaat bagi saya. Dari acara talkshow tersebut saya jadi lebih tahu bagaimana menjadi blogger yang profesional dengan mengutamakan etika dan memiliki personal branding yang baik.
etika blogger dan personal branding

Semoga ke depannya, Katarasa bisa mengadakan lagi acara literasi seperti even kemarin. Ada sedikit masukan nih, untuk Katarasa, ke depannya, kalau mengadakan sebuah acara lagi, diperhatikan betul tempatnya. Seperti acara kemarin, acara diadakan di sebuah roof top sebuah bangunan, matahari lagi centil-centilnya, bisa mengganggu konsentrasi karena panasnya hehehe.
Namun, banyak juga peserta (termasuk saya, uhuuk!) yang setia berada di ruangan karena materinya bergizi bangeet! Terima kasih ya ...

Semoga Katarasa terus bergerak menggaungkan minat literasi dan diberi kemudahan dalam menyelenggarakan setiap event-nya. Aamiin.