Di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital, industri kreatif dipercaya dapat menjadi penopang utama ekspor Indonesia di masa yang akan datang. Di waktu yang bersamaan industri logistik juga ikut bertumbuh pesat karena ada pemindahan barang dari produsen ke konsumen akhir yang memerlukan logistik yang efisien dan tepat waktu.

Berdasarkan alasan tersebut, JNE terdorong untuk mendukung UKM sebagai pelaku industri kreatif agar dapat terus meningkatkan kemampuan dan kreatifitasnya sehingga dapat menciptakan peluang usaha dan bisa bersaing secara global. 

jne ciptakan peluang usaha bagi ukm


Kolaborasi JNE bersama UKM untuk Bisa Bersaing Secara Global

Kemarin pada Hari Kamis 4 April 2019, saya turut hadir dalam acara press conference JNE dengan tema "Festival Kreasi Urang Bandung, untuk Mendorong UKM Ciptakan Peluang Usaha di Era 4.0" 

Acara tersebut merupakan kegiatan lanjutan dari JNE setelah sebelumnya sukses menggelar berbagai program pengembangan UKM yang secara aktif dilakukan di Bandung. Jauh hari sebelumnya JNE juga sukses mengadakan 15 seminar serta pelatihan UKM dengan menghadirkan para narasumber yang inspiratif. 

JNE Bandung sendiri sudah mengajak lebih dari 1500 UKM untuk mendapatkan pengetahuan, motivasi, informasi dan pelatihan UKM di 19 Kota dan Kabupaten Bandung.

Di bulan ini, JNE Bandung berkolaborasi dengan para UKM menghadirkan JNE UKM Festival "Balarea" (Bandung Lautan Kreatif) 2019. Festival tersebut diadakan di Cihampelas Walk (Ciwalk) Jl. Cihampelas No. 160 Bandung pada Hari Sabtu tanggal 6 April 2019. Banyak kegiatan menarik yang diadakan di salah satu pusat perbelanjaan yang terkenal dengan jeans-nya tersebut. Diantaranya talk show interactive, bazar UKM, photo contest, games dan doorprice, promo JLC double point hingga tersedia booth pengiriman gratis untuk tujuan di dalam Kota Bandung serta Kota Cimahi, untuk maksimal kiriman 1 kg.

Hal-hal yang melatarbelakangi diselenggarakannya UKM Fesival Balarea, dijelaskan secara gamblang oleh perwakilan dari JNE, Mayland Hendar Prasetyo selaku Deputy Director e-Commerce & Partnership. Selain Bapak Mayland, di acara press conference tersebut hadir juga Ketua HIPMI Jawa Barat, Bapak Jodi Janitra dan pelaku industri kreatif sekaligus entrepreneur fashion, Mbak Dhatu Rembulan.

jne ciptakan peluang usaha bagi ukm
Bapak Mayland Hendar Prasetyo, Bapak Jodi Janitra dan Mbak Dhatu Rembulan
Ketiga pembicara tersebut mengulas tentang usaha UKM dan pelayanan pengiriman dari sudut pandangnya masing-masing. 

Seperti Bapak Mayland yang menjelaskan mengenai awal kiprah JNE dalam menjalankan bisnisnya. Menurut beliau, JNE sejak awal telah menjalankan bisnisnya mendukung sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk diorbitkan hingga tingkat nasional.

Pada Bulan Agustus 2018, JNE telah bekerja sama dengan salah satu marketplace untuk memilih 10 UMKM untuk dibina agar bisa maju di level internasional.

Menurut Pak Mayland, kunci dari semua itu adalah user. Selama ini barang yang dijual secara online ada sekitar 7% hingga 10% barang yang dijual berupa produk sendiri dan 90% lagi merupakan produk dari luar negeri.

Berbagai program pengembangan UKM lainnya juga dilakukan oleh JNE di seluruh Indonesia. Secara nasional JNE melakukan roadshow pengembangan UKM JNE Ngajak Online yang dilakukan hingga ke Timika. 
Jadi pengembangannya bisa dilakukan secara merata, yak!

Di tengah revolusi industri generasi keempat atau industri 4.0, masa ekonomi global akan tergantung pada sektor ekonomi kreatif, peningkatan segala sektor pelayanan terus dilakukan. Berbagai cara dilakukan untuk meningkatkan sektor pelayanan seperti memperluas jaringan, peningkatan di bidang IT, infrastruktur dan sumber daya manusianya.

Seiring dengan itu, masyarakat global yang tergantung pada teknologi informasi dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari telah memicu pertumbuhan secara eksponensial menuju ekonomi kreatif.

Oh iya, dengan kelebihan demografi sebanyak 250 juta penduduk, ekonomi kreatif Indonesia dapat menjadi salah satu unggulan dalam pasar luar negeri, loh! Dapat dibayangkan, jika banyak masyarakat yang terjun dalam ekonomi kreatif, pertumbuhan ekonomi bisa terdongkrak, deh!

Dari data yang dikeluarkan oleh Badan Ekonomi kreatif Indonesia (Bekraf) sudah terlihat tanda-tanda kekuatan ekonomi kreatif nasional. Di sana tercatat ekspor produk ekonomi kreatif Indonesia pada 2016 mengalami peningkatan 3,23% menjadi US$20 miliar dibandingkan dengan yang terjadi di tahun 2015.

Melengkapi pernyataan dari Pak Mayland, Branch Manager JNE Bandung, Bapak Iyus Rustandi mengungkapkan langkah nyata JNE sejak awal.

JNE selalu berupaya mewujudkan langkahnya sesuai tagline CONNECTING HAPPINESS. Tidak melulu memikirkan profit, tetapi JNE selalu ingin berbagi kebahagiaan untuk semua masyarakat. Salah satunya dengan mendorong para UKM agar bisa bersaing secara global.

Menurut Pak Iyus, JNE akan selalu turut mendorong UKM menjawab tantangan dan menciptakan peluang usaha. Semua itu diwujudkan dalam gelaran acara UKM Balarea Festival 2019. Acara tersebut merupakan puncak dari seluruh rangkaian program yang telah dilaksanakan oleh JNE Bandung, untuk menyampaikan pesan mengenai pentingnya mendorong ekonomi digital di kalangan generasi milenial.

Dengan begitu, generasi muda bangsa ini akan semakin jeli dalam melihat peluang, apalagi sudah didukung oleh berbagai sektor seperti Asosiasi, Komunitas UKM dan tentu saja sistem logistik yang efisien serta tepat waktu.

jne ciptakan peluang usaha bagi ukm
Pembicara di acara Press Conference JNE UKM "Balarea"
Dalam acara yang diselenggakan di sebuah roof top Moxy Hotel Bandung tersebut, Bapak Jodi selaku Ketua HIPMI Jawa Barat, juga berbagi pengalamannya sebagai pengusaha muda. Selain itu beliau juga banyak memberikan tips dan trik agar bisa berhasil dalam menjalankan sebuah bisnis.

Satu hal yang menjadi pesan beliau, untuk bisa menjadi pengusaha yang sukses, sebaiknya kita harus tangguh dan kuat ketika menghadapi berbagai masalah.  

Selain tangguh dan kuat dalam menghadapi masalah, menjadi pengusaha yang sukses, perlu keberanian untuk mencoba hal yang baru dan unik. Tidak perlu terus menyesali diri saat mengalami kegagalan. Tetap terus bangkit dan berusaha memperbaiki sistem dalam bisnisnya.

Tidak hanya ketua HIPMI, pelaku industri kreatif sekaligus entrepreneur fashion, Dhatu Rembulan juga berbagi pengalamannya saat merintis usahanya. Menurut perempuan berparas cantik tersebut, mengajak pelaku usaha untuk terus meningkatkan kualitas produknya. Berinovasi agar bisa terlihat beda dari produk orang lain dan tentu saja harus selalu konsisten dalam melakukan perbaikan sistem bisnis dan metode penjualannya.

Semua pemaparan dari narasumber merupakan masukan yang sangat penting bagi mereka yang ingin memajukan bisnisnya. Semoga dukungan JNE kepada para UKM bisa mendorong mereka untuk bisa bersaing secara global di kancah perekonomian dunia. Semoga ya...

jne ciptakan peluang usaha bagi ukm
Blogger Bandung (foto milik Erry E)