Untuk meluruskan pendapat yang salah tentang bintang kejora. Telah diketahui bahwa bintang kejora itu bukanlah sebuah bintang, tetapi sebuah planet. Bintang kejora itu merupakan planet venus yang keliatan besar dan tenang di sebelah timur pada dini hari.
Alasan itulah yang menjadi latar belakang terbitnya buku anak dengan judul "Aku dan Alam Semesta" yang disusun oleh Mbak de Laras. Penulis yang memiliki nama asli Diadjeng Laraswati ini  menjelaskan alasan tersebut saat ditanya oleh peserta acara bedah buku mengenai latar belakang pembuatan buku anak yang ke-8 miliknya.



Saya bersama teman-teman dari Kumpulan Emak Blogger Bandung, pada Hari Sabtu 30 November 2019, menghadiri acara bedah buku di Perpustakaan Nasional ITB Jalan Ganesha, Bandung. saat mMemasuki ruangan perpustakaan yang adem, setelah sebelumnya berpanas ria menembus kemacetan Kota Bandung, kedatangan saya disambut oleh panitia yang langsung mempersilakan saya untuk masuk ke dalam ruangan.

Acara yang direncanakan berlangsung dari pukul 14.00 sampai dengan pukul 16.00 dimulai tepat waktu. Tepat jam 2 siang, semua narasumber duduk di hadapan audiens. Sebuah layar besar tampak terpampang lebar di samping kanan para pembicara. Dari awal acara hingga akhir layar besar tersebut menyajikan gambar  ilustrasi yang ada di dalam buku anak "Aku dan Alam Semesta". Ilustrasi karya Mak Neng Tanti Amalia.

Latar Belakang Hadirnya Buku Aku dan Alam Semesta


Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, kehadiran buku anak bertema alam ini tidak terlepas dari kesukaan penulisnya pada alam semesta. "Aku dan Alam Semesta" sesungguhnya potret diri penulis. Kecintaannya pada fenomena alam yang menggambarkan keindahan detik-detik terbit dan tenggelamnya matahari. Mengamati keindahan langit yang berubah warna, sekejap setelah matahari tenggelam yang kemudian menampilkan kelap-kelip malam yang indah. Semua keindahan itu terekam dengan baik di ingatan penulis dan dituangkan oleh penulis dalam rangkaian kata penuh makna.

Kelebihan buku Aku dan Alam Semesta ini yaitu, memadukan cerita anak Indonesia dari berbagai daerah dengan alam semesta dan lingkungan yang ada di sekitar mereka. Dunia anak-anak itu tidak terbatas hanya di rumah dan sekolah saja. Semua yang mereka alami dan lalui setiap hari merupakan bagian dari kehidupannya.
Mbak de Laras sedang menceritakan proses pembuatan buku Aku dan Alam Semesta
Anak-anak harus tahu jika mereka makan dari hasil kerja para petani di ladang. Mereka juga mesti paham jika tinggal di rumah yang bagiannya terbuat dari kayu yang ditanam di hutan. Anak-anak juga harus mengerti jika kertas yang biasa digunakan untuk menulis itu berasal dari bubuk kayu pohon. Semua berasal dari lingkungan alam sekitarnya yang harus selalu terjaga dengan baik tanpa tercemari dengan sampah.

 Mengajak Anak Mencintai Lingkungan dari Buku Bacaan Anak


Dalam buku Aku dan Alam Semesta juga menceritakan keindahan alam semesta yang ada di bagian Nusantara dan meluruskan apa yang sudah dipahami dengan ilmu pengetahuan. Karena kelestarian bumi dan alam merupakan tanggung jawab bersama. Dan lebih baik jika tanggung jawab memelihara kelestarian bumi diajarkan pada anak-anak sedini mungkin, bukan?

Mendidik anak mengenai ilmu pengetahuan alam paling mudah melalui bacaan buku. Anak-anak akan lebih mudah mengingat saat melihat gambar-gambar menarik yang ada di dalam buku bacaannya. Apalagi jika isi bukunya menarik. Nah, berikut ini akan saya tuliskan isi dari Buku Aku dan Alam Semesta:
  1.  Venus, Kejoraku
  2.  Aku, Sang Pemburu Koin dari Hutan
  3.  Bahari, Anak Suku Laut yang Pemberani
  4.  Jarak Bintang dari Kaki Gunung Bromo
  5.  Mira, Penenun Muda dari Sumba
  6.  Otto Mengkudu
  7.  Ronggur, Sang Calon Nahkoda
  8.  Teh Pagi dan Pelangi
  9.  Eyang Jati Tempe
  10. Harumnya Secangkir Kopi Aki
Nah, buku yang bagus, bukan? Dari isinya jelas terlihat jika buku ini penuh dengan ilmu pengetahuan. Selain itu juga mengandung sarat pesan, seperti pesan moral tentang kejujuran, berintegritas dengan lingkungan dan sikap terhadap sampah plastik serta cinta lingkungan.

Bedah Buku Aku dan Alam Semesta


Acara peluncuran buku yang saya hadiri kemarin, dibuka oleh MC yang merangkap sebagai mediator yaitu Mbak Elisa Koraag. Akhirnya saya mengerti, kenapa acara tersebut bertempat di kampus ITB karena buku anak yang berisi 10 cerita dengan unsur pengetahuan merupakan terbitan ITB Press. Bapak Edi Warsidi mendapat kesempatan pertama menjelaskan tentang ITB Press dan buku-buku yang sudah terbit di sana.
Bapak Edi Warsidi perwakilan dari ITB Press

Peluncuran buku anak Aku dan Alam Semesta rencananya akan dihadiri oleh narasumber buku tersebut yaitu Profesor Bambang Hidayat. Namun karena suatu hal, beliau tidak jadi datang dan diwakilkan kepada Bapak Arif. Sebagai perwakilan dari Prof. Bambang yang merupakan seorang astronom Indonesia, Bapak Arif mengemukakan pendapatnya mengenai buku anak yang terdiri dari 161 halaman dan 41 gambar ilustrasi tersebut.

Menurut Bapak Arif, buku anak Aku dan Alam Semesta bukan hanya kumpulan cerita anak saja. Namun di dalamnya sarat dengan ilmu pengetahuan. Buku tersebut mencoba menyajikan kearifan lokal dengan cara yang unik. Beliau juga melihat jika dengan buku bacaan tersebut pembaca seakan diajak menikmati cerita tanpa merasa jika sedang belajar.

Contohnya, pembaca akan diajak menikmati cerita sambil belajar bagaimana caranya menghitung jarak bumi dan bintang. Menceritakan perjalanan nelayan dari darat menuju laut atau sebaliknya berdasarkan ilmu pengetahuan yang dikemas dengan menarik.

Selain Bapak Arif, hadir juga Kang Ali Muakhir. Siapa tidak kenal beliau? Pasti sudah familiar, bukan? Yup, beliau seorang penulis buku, blogger dan influencer. Penulis buku yang telah menerbitkan buku kurang lebih 333 judul ini ikut membedah buku anak Aku dan Alam Semesta. Menurut Kang Ale, panggilan untuk Ali Muakhir, buku anak Aku dan Alam Semesta sangat tepat diterbitkan di ITB Press yang identik dengan pengetahuan. Buku yang cocok untuk anak-anak kelas 4-6 SD.
Tips menulis cerita anak dari Kang Ali Muakhir

Tahukah, teman? Yang tidak kalah menariknya dari acara peluncuran buku anak karya de Laras ini, kami bisa mendapatkan tips menulis buku cerita anak dari Kang Ale. Alhamdulillah, mengikuti bedah buku, sekaligus bisa dapat ilmu cara membuat buku anak juga. Asyik, kan?

Nah, menurut salah satu pentolan Blogger Bandung tersebut, hal penting yang perlu diperhatikan saat menulis cerita anak yaitu, mengetahui target pasar yang akan dituju. Apakah buku anak tersebut untuk anak balita, untuk kelas rendah atau kelas tinggi (kelas 4-6 SD)?

Dan menurut Kang Ale cerita pendek anak yang baik itu, fokus pada satu gagasan, fokus pada satu masalah.  Selain itu mudah dipahami serta bisa dibaca dalam satu tarikan napas. Maksud dibaca dalam satu tarikan napas ini, diusahakan agar kalimat yang ada di dalam cerita tidak terlalu panjang. Untuk cerita anak, sebaiknya menggunakan kalimat sederhana dan tidak bersayap.

Semua tips menulis cerita anak dari Kang Ale, bermanfaat sekali untuk saya perhatikan jika ingin membuat buku cerita anak lagi. Setelah buku Mengenal Fakta Sains dalam Al-Qur'an dan buku seri: Aku Sehat seperti Rasulullah, sepertinya saya ingin membuat buku anak selanjutnya, nih, berkat sharing dari narasumber yang hadir.

Yup, asyiknya bisa ikut bedah buku itu, kita bisa mengetahui kisah di balik pembuatan sebuah buku. Kisah yang bisa menginspirasi dan memicu semangat kita untuk konsisten menulis lagi.
Ilustrator Buku Aku dan Alam Semesta, Tanti Amelia

Saat di acara bedah buku Aku dan Alam Semesta, penulis juga menceritakan proses penulisan yang memakan waktu hingga 10 bulan. Diperlukan riset yang terperinci dan mengumpulkan bahan tulisan dari sumber yang terpercaya. Mengingat buku tersebut adalah buku pengetahuan yang bersifat nonfiksi. Diungkapkan juga proses menarik saat memilih Mak Tanti Amelia sebagai ilustrator buku. Semua proses penulisan dan penerbitan sebuah buku, yang bisa dibilang tidak mudah, deh!

Ilustrasi dalam Buku Aku dan Alam Semesta by Tanti Amelia

Beruntung saya bisa mengikuti acara bedah buku yang didukung oleh Faber Castle, Red Doorz, Dunkin Donuts, Tiara Book Store, Kumpulan Emak Blogger dan Harris Hotel Bandung serta diliput oleh MQTV Bandung dan Harian Pikiran Rakyat. Karena saya bisa mendapat banyak penjelasan seputar terbitnya buku "Aku dan Alam Semesta" dan tips menulis cerita anak serta informasi dari penerbit. Jadi semangat lagi untuk menulis buku anak lagi, nih! Doakan agar semangat saya bisa benar-benar mewujudkan buku-buku berikutnya, ya, teman-teman. 😇😍

                 Salam takzim