Back to campus. Hari Senin, 10 Februari 2020 saya merasa pulang kembali ke sekolah, tempat saya belajar. Namun bukan sekolah yang menggunakan kurikulum pemerintah, tetapi sekolah yang memberdayakan para perempuan.Yup, tempat saya belajar seluk beluk menulis yaitu Indscript Creative, berguru pada Teh Indari Mastuti.
 
memberdayakan perempuan melalui indscript creative

Berawal dari keputusan saya untuk fokus mendampingi tumbuh kembang anak-anak di rumah dan meninggalkan kantor tempat saya bekerja. Berada di rumah sendirian, saat anak-anak sedang belajar di sekolah membuat saya jenuh. Saya ingin bisa terus beraktivitas, mengasah kemampuan diri dan berkarya meski dari rumah. Akhirnya saya memutuskan untuk mengembangkan kemampuan menulis yang pernah saya tekuni ketika masih di sekolah. Saya harus belajar pada ahlinya. Tapi siapa?


Tanpa sengaja saya membaca tentang Komunitas Ibu-ibu Doyan Nulis (IIDN) dari sebuah artikel di Tabloid Nova ketika menunggu anak di tempat les. Pucuk di cinta ulam tiba, seru saya dalam hati! Akhirnya saya menemukan guru untuk belajar menulis. Dalam artikel tersebut menjelaskan tujuan didirikannya komunitas IIDN adalah untuk memberdayakan perempuan di bidang menulis.

Langkah pertama yang saya lakukan yaitu bergabung dengan IIDN. Di komunitas yang isinya 100% perempuan tersebut, semua anggotanya belajar dan saling berbagi seputar tulis menulis. Setelah sekian lama bergabung, saya pun mengetahui tentang Indscript Creative. Meskipun berada di dalam lingkaran Indscript, saya belum paham betul  aktivitas apa saja yang ada di sana.
memberdayakan perempuan melalui indscript creative

Wawasan saya mengenai wadah yang bergerak dalam bidang pemberdayaan perempuan bertambah ketika akhirnya saya berkesempatan berkunjung ke Indscript dan mendapat sharing seputar Indscript dari foundernya yaitu Teh Indari Mastuti.

Niat untuk memberdayakan perempuan lain untuk bisa selalu bergerak, kreatif dan berkarya sebenarnya berawal dari pengalaman Teh Indari sendiri. Dulu sebelum menikah, beliau merupakan wanita karir tulen. Perempuan yang gila kerja. Hal tersebut yang membawa Teh Iin bisa memiliki jabatan tinggi di perusahaan multinational setelah melalui proses perjalanan karir yang cukup panjang.
 
memberdayakan perempuan melalui indscript creative

Namun setelah menikah, tujuan hidup Teh Iin berubah haluan. Beliau meninggalkan gemerlap karier dan fokus mengurus suami dan anak. Founder komunitas perempuan tersebut menghadapi tantangan dalam menjalankan tugasnya sebagai ibu rumah tangga. Namun Teh Iin tidak mau hanya terpaku, menurutnya semua perempuan perlu meningkatkan pengetahuan dan keahlian mereka. 

Ibu rumah tangga adalah insan yang juga memiliki cita-cita, kemampuan serta potensi. Mereka berhak mengembangkan segala kemampuan dan potensinya dengan menempuh pendidikan tambahan.
Alasan itulah yang menjadi latar belakang Teh Indari membangun bisnisnya dari rumah. Beliau ingin berada di rumah tetapi tetap mampu berkarya dan mengaktualisasikan diri. Menjalankan konsep small house high income yang melahirkan berdirinya Indscript Creative. Sebuah tempat berkumpulnya perempuan yang ingin menjadi penulis dan pebisnis. 

Berdirinya usaha yang menjadi jembatan antara penulis dan penerbit ini sejalan dengan passion yang dimiliki oleh Teh Iin. Menyalurkan pengetahuan kepada orang lain, akan lebih mudah dan akurat apabila sudah dijalani berdasarkan pengalaman.

memberdayakan perempuan melalui indscript creative

Dulu waktu pertama kali Teh Indari membuat komunitas sebagai tempat memberdayakan perempuan berawal dari kecintaannya terhadap dunia tulis menulis. Ketika masih sekolah, Teh Iin senang menuliskan semua perasaan hatinya di diari. Tidak hanya perasaannya saja yang tertuang di diari, bahkan ada curhatan dari teman sekolahnya pun dijadikan sebuah cerita pendek di surat kabar.

Apapun ide yang terlintas di benaknya dijadikan sebuah tulisan. Dan beberapa tulisannya dikirimkan ke media cetak seperti majalah, tabloid dan surat kabar. Ibu dengan 3 buah hati tersebut sangat gembira saat tulisannya dimuat di media cetak dan bisa menghasilkan uang. Berdasarkan pengalamannya tersebut, Teh Iin ingin mengajak perempuan yang ada disekitarnya untuk bisa menulis dan memiliki penghasilan dari kegiatan tersebut.

Wadah pertama yang dibentuk Teh Iin untuk memberdayakan perempuan yaitu Komunitas Ibu-ibu Doyan Nulis. Kini komunitas tersebut telah menampung sekitar 21 ribu perempuan yang saling mendukung dan menyemangati untuk sama-sama maju.
Selain IIDN, Indscript Creative hasil besutan Teh Indari juga membuat Komunitas Ibu-ibu Doyan Bisnis. Komunitas tersebut menjadi wadah bagi para perempuan yang ingin belajar bisnis.

memberdayakan perempuan melalui indscript creative

Seiring dengan kebutuhan masyarakat, kini Indscript Creative berkembang menjadi Indscript Copywriting dan Indscript Center. Kehadiran Indscript Copywriting siap membantu siapa saja :
  • Bagi yang mau menerbitkan buku, Indscript Creative berperan sebagai agen naskah yang dapat mempertemukan penulis dan penerbit.
  • Siapa saja yang ingin belajar dunia penulisan, bisa mengikuti beberapa kelas menulis yang diselenggarakan secara online
Adapun terbentuknya Indscript Training Center merupakan pusat pelatihan online seputar bisnis dan menulis.
  • Pelatihan bisnis dan menulis berlangsung secara online. Contoh beberapa pelatihan yang telah diadakan yaitu Reparasi Bisnis, Bikin Pelanggan Jadi Penjual, dan pelatihan lainnya.
  • Menerbitkan Daily Activities for Mom berupa miniboard sebagai tempat menyimpan manajemen waktu para ibu agar lebih produktif.
  • Menyediakan workbook, yaitu buku untuk pendampingan mengelola bisnis atau menulis.
Tanpa disadari kini Indscript menjadi semakin berkembang dan siap membantu semua perempuan yang ingin belajar menulis dan berpenghasilan dari kegiatannya tersebut.

memberdayakan perempuan melalui indscript creative

Alhamdulillah, saya bisa menyeruput ilmu baru dan pengalaman dari ahlinya. Tidak hanya saya, tetapi ribuan perempuan di luar sana juga bisa merasakan banyak manfaat saat berada di lingkaran Teh Indari Mastuti.
Semoga saja Indscript bisa terus maju, dan bermanfaat bagi perempuan pada khususnya serta seluruh masyarakat pada umumnya.

   Salam takzim