Sunday, 26 April 2020

3 Tahapan Adaptasi Menghadapi Pandemi Covid-19

Sebulan lebih masyarakat Indonesia melakukan social distancing, membatasi mobilitas dengan diam di rumah untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19. Tanpa diduga ternyata proses pemutusan mata rantai memerlukan waktu yang panjang. 

Tidak ada yang menyangka jika kini semua orang harus berada di rumah dalam jangka waktu yang lama. Bahkan kita tidak tahu pasti kapan pandemi ini akan berakhir.

Situasi yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya tentu menimbulkan berbagai reaksi. Semua rencana yang telah disiapkan, hancur berantakan. Namun tidak ada yang bisa melawannya. Seolah semua orang dipaksa untuk menerima kenyataan.

Tahap Ketakutan
Saat pertama menghadapi pandemi yang berlangsung secara global dan banyak merenggut nyawa membuat masyarakat takut dan mudah marah. Sehingga tanpa sadar menyebarkan rasa takut dan amarahnya kemana-mana. Baik kepada lingkungan terdekatnya maupun melalui media sosial yang dimilikinya.

Dalam tahapan ini, sebagian besar orang berlomba-lomba menyebarkan semua informasi sekitar virus Covid-19 baik cara penyebarannya hingga alternatif pencegahan. Tidak mau tahu, apakah informasi yang disebarkannya sudah valid atau hoax. 

Selain itu, di tahapan awal ini masyarakat menjadi panik dan melakukan segala hal untuk menyelamatkan diri. Tanpa berpikir panjang membeli semua alat kesehatan yang sebenarnya tidak begitu urgent. Memborong masker untuk paramedis dan membeli cairan pembersih dalam jumlah yang banyak.

Tidak hanya alat kesehatan, di awal merebaknya wabah virus Covid-19 , masyarakat juga membeli kebutuhan pokok dalam jumlah yang banyak. Seolah-olah bahan pokok tersebut akan habis tak tersisa.

Tahap Belajar
Seiring waktu, masyarakat mulai terbiasa dengan pengkondisian yang baru pertama kali terjadi dalam 100 tahun terakhir ini. Mereka mulai menerima kenyataan. Mulai mengenal emosi diri dan belajar mengelolanya. 

Di tahapan ini masyarakat mulai sadar dan berpikir untuk bertindak lebih lanjut. Bukan hanya menyesali permasalahan tetapi mulai memikirkan solusi.

Menyebarnya informasi yang bertubi-tubi tentang virus corona di media sosial mulai mereda. Masyarakat mulai bisa menahan jarinya untuk tidak terlalu cepat menyampaikan segala informasi. Menahan untuk tidak menyebarluaskan informasi yang belum jelas kebenarannya.

Kebiasaan selalu menyalahkan berbagai pihak sudah mulai mereda. Masyarakat mulai memahami jika semua pihak sedang berpikir dan berusaha agar pandemi ini tidak terus meluas. 

Proses belajar menerima kenyataan ini berbanding dengan berhentinya kegiatan berbelanja secara berlebihan.

Tahap Bertumbuh
Di jenjang adaptasi berikutnya saat menghadapi wabah Covid-19 yaitu masyarakat mulai bertumbuh. Menjaga emosi, berusaha untuk tetap bahagia dan menyebarkan optimisme.

Sikap masyarakat di tahapan ini mulai mencari cara untuk beradaptasi dengan perubahan. Mulai memikirkan orang lain dan mencari cara untuk membantu yang membutuhkan. Berusaha menggunakan bakat dan kemampuan untuk bisa bermanfaat untuk orang lain.

Masyarakat dalam tahap bertumbuh lebih fokus menerima keadaan saat ini dan berkonsentrasi menata masa depan. 


0 komentar:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar. Mohon maaf, untuk menghindari SPAM, komentarnya dimoderasi dulu, yaa ^~^