Menikmati Kuliner Khas Kupang NTT di Sei Sapi Bubulae Bandung

Semua pasti setuju jika Kota Bandung itu dikenal sebagai gudangnya tempat wisata dan surganya aneka kuliner yang enak. Saya sungguh bersyukur bisa tinggal di Bandung karena bisa menikmati aneka macam kuliner yang bertebaran di seluruh penjuru kota. Mulai makanan khas daerah hingga kuliner dari manca negara, semuanya bisa mudah ditemukan di kota yang dijuluki Paris van Java ini. Dan beruntungnya saya karena baru-baru ini bisa menikmati kuliner khas Kupang Nusa Tenggara Timur di Sei Sapi Bubulae.


Sebelum bercerita tentang tempat makan yang menyediakan makanan khas daerah Indonesia timur ini, saya mau mengenalkan dulu panganan berbahan dasar daging ini. Sei dalam Bahasa Rote (Nusa Tenggara Timur) berarti daging yang diiris tipis memanjang. Awal mulanya, olahan sei ini dibuat dari daging babi, tetapi kini berkembang menggunakan daging sapi, daging ayam bahkan daging ikan.

Cara mengolah sei yaitu dengan cara daging diasapi. Daging dimasak menggunakan kayu bakar dengan diberi jarak sehingga bukan lidah api tetapi asap panas yang membuat daging matang. Daging sei memiliki keunikan tersendiri, selain aroma dan rasanya yang khas, mengolah daging dengan cara diasap ini bisa memperpanjang daya tahan daging. Selain itu, keunikan dari olahan khas Kupang ini yaitu daging dimasak menggunakan tungku api. Jika dibakar seperti biasa, aroma khas asap dari sei akan hilang. Kira-kira dibutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk membuat daging matang dengan sempurna.

 

Pada umumnya, sei dihidangkan dengan sambal khas NTT yaitu sambal luat. Apabila diamati selintas, sambal luat terlihat mirip dengan sambal matah dan sambal dabu-dabu yang menjadi ciri khas Manado. Sambal luat terdiri dari bawang merah, bawang putih, cabai rawit merah, tomat, terasi, gula, garam dan aneka rempah lainnya. Sambal tradisional dari Kupang ini memiliki rasa pedas dan asam dengan aroma yang kuat.

Rasa yang khas dari dari asap dan kelezatan sei kini tidak hanya bisa dinikmati di Nusa Tenggara Timur. Sekarang restoran yang menyediakan sei sudah banyak tersebar di kota-kota besar seperti Bandung, Jakarta, Semarang, Surabaya dan Jogjakarta.

Nah, salah satu rumah makan yang menyediakan sei yaitu Sei Sapi Bubulae Bandung. Di tempat inilah akhirnya saya bisa merasakan nikmatnya daging asap yang memiliki aroma khas tersebut. Sei Sapi Bubulae terdapat di lokasi yang cukup strategis. Rumah makan Sei Sapi Bubulae terdapat di Setrasari Plaza, Jalan Dalem Kaum dan Jalan Mekar Utama.

Varian daging yang tersedia di Sei Sapi Bubulae yaitu daging sapi, lidah sapi dan daging ayam. Tersedia dalam ukuran jumbo, reguler dan paket frozen food. Untuk melengkapi olahan asap ini tersedia 5 macam sambal yaitu sambal luaat, matah, goang, rica-rica dan sambal ijo. Oh iya, kuliner khas Kupang ini bisa dimakan dengan nasi putih, nasi goreng atau mie yamin.

Ketika makan di Sei Sapi Bubulae Jalan Dalem Kaum Bandung,  saya memilih menu mie yamin sebagai pelengkap menikmati sajian daging sei. Dari tampilan mie dengan ukurannya yang kecil-kecil, saya sudah mengira rasanya yang enak. Dan benar saja ketika saya mencicipi mie yamin tersebut, saya langsung suka. Teksturnya lembut dan gak lengket. Rasanya begitu pas ketika dicampurkan dengan sambal dan daging sei.

Oke ..., sekarang kita bahas daging asapnya ya. Semua dagingnya empuk, gurih dan aroma asapnya bergitu terasa khas. Dicampur dengan berbagai sambal, kenikmatan makanan khas NTT ini semakin bertambah. Selain mie yaminnya yang enak, saya juga suka dengan kuah kaldunya yang gurih. Makan daging rasanya belum lengkap jika tidak ditambah dengan sayuran, bukan? Nah, di Sei Sapi Bubulae, juga disediakan rebusan daun singkong sebagai pelengkap makan sei. Tumis daun singkongnya terasa pas dan tentunya tidak mengganggu cita rasa dagingnya.

Bagaimana jika ingin menikmati kuliner khas Kupang, tetapi masih belum berani keluar rumah karena masih masa pandemi? Teman-teman yang berada di sekitar Kota Bandung tidak perlu bingung. Sei Sapi Bubulae bisa dipesan menggunakan Grabfood dan GoFood, loh! Asik, kan, tinggal pesan, lalu abang ojol akan mengantarkannya sampai rumah.

Kemarin saya juga memesan secara online untuk menikmati makanan yang diolah dengan proses pengasapan tersebut. Terdapat 3 box pesanan yang saya terima dengan menu Sei daging ayam sambal rica, sei daging sapi sambal luat dan lidah sapi sambal matah. 

Begitu abang ojol memberikan sei daging tersebut, tidak berapa lama, olahan tersebut ludes diserbu anak dan suami saya. Mereka juga suka dengan masakan khas Kupang NTT tersebut. Sepertinya next time saya akan memesan sei sapi dengan mie yaminnya. Karena menurut saya, yamin di Sei Sapi Bubulae enak saat dicampur dengan sei dan sambalnya.


 

Apakah teman-teman sudah pernah merasakan olahan daging asap seperti sei? Lebih suka varian yang mana? Daging sapi, lidah sapi atau ayam? Cerita, yuk!

        Salam takzim

lain dari aroma dan rasanya yang khas, pengolahan dengan cara asap juga bertujuan untuk memperpanjang daya tahan daging. Tujuannya tak lain agar daging bisa awet disimpan lebih lama.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Apa Itu Sei? Daging Asap Khas NTT yang Sedang Naik Daun ", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/food/read/2020/07/24/080800275/apa-itu-sei-daging-asap-khas-ntt-yang-sedang-naik-daun?page=all.
Penulis : Syifa Nuri Khairunnisa
Editor : Silvita Agmasari

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L
punya keunikan tersendiri, selain dari aroma dan rasanya yang khas, pengolahan dengan cara asap juga bertujuan untuk memperpanjang daya tahan daging. Tujuannya tak lain agar daging bisa awet disimpan lebih lama.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Apa Itu Sei? Daging Asap Khas NTT yang Sedang Naik Daun ", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/food/read/2020/07/24/080800275/apa-itu-sei-daging-asap-khas-ntt-yang-sedang-naik-daun?page=all.
Penulis : Syifa Nuri Khairunnisa
Editor : Silvita Agmasari

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

Post a comment

27 Comments

  1. Sempat bingung waktu baca judulnya. Kuliner NTT kok di Bandung sih? Ternyata di Bandung ada resto dengan menu NTT, toh.. Selamatlah masyarakat NTT yang tinggal di Bandung bisa menikmati makanan khasnya. Senggaknya yang gak bisa pulang karena pandemi, bisa berkangen kangen ria di Bandung

    ReplyDelete
  2. Saya blm pernah coba nih..asli penasaran sekali! Oya, foto ke-3 tuh bikin mupeeeng.. Sei Sapi dg Nasgor kan ya?

    ReplyDelete
  3. saya baru tau mbak kalau sei sapi bisa dikonsumsi bersama mie ayam, saya biasanya pakai nasi soalnya heheee

    ReplyDelete
  4. Duh, auto kepengen aku mbak, Gak perlu ke NTT ya untuk menikmati Sai Sapi Bubulae ini. Kebayang banget ini nikmatnya. Auto nambah. eh boleh enggak? hehe

    ReplyDelete
  5. Kuliner Sei Sapi ini ngetop banget ya sampe sekarang di setiap daerah makanan ini reviewnya pada bagus-bagus, harus coba juga nih mudah2an ada di kotaku juga :)

    ReplyDelete
  6. duh liat ini auto lapar. hihihihi. Langsung pengen cicipin deh. Kalau aku jadi kakak.liat dan nikmatin ini pasti aku nambah deh kak enak sihhh makanannya

    ReplyDelete
  7. Sering denger nih jadi bikin kepo, tapi sampai saat ini belum nyoba juga hehe... Terutama aku pengen nyoba yang lidah sapinya sudah lama banget ga makan lidah..hehe

    ReplyDelete
  8. di Bandung memang lidah kita sangat dimanjakan dengan makanan aneka rupa yaa, Mba :). Jadi lapar nih pagi-pagi, padahal baru aja selesai sarapan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya Mba di Bandung itu surga kulineran ya, pada kreatif nih bikin masakan yang enak enak dan unik hehe..

      Delete
  9. Beuh, menggoda banget deh Sei Sapi ini. Aku suka aku suka. Belom nyoba yang Bubulae ini. Kudu nyoba deh ih. Biar hilang kepenasaran. Hehehehe

    ReplyDelete
  10. Aku terkenang banget sama Sei.
    Ternyata ini makanan khas NTT. Aah...enaknya pake banget pantesan karena dagingnya dimasak selama itu prosesnya.

    ReplyDelete
  11. Akhirnya kapan hari nih saya cobain juga kuliner Se'i Sapi. Enak yaa ternyata, apalagi kalau disantap dengan sambalnya itu..hmmm nikmat!

    ReplyDelete
  12. wah masakan NTT bs sampe Bandung juga, aku baru tahu kalo Sei ternyata khas NTT teh. Hmm, ternyata dulu dari daging babi ya, lalu sekarang menggunakan daging sapi, lidah sapi sampe daging ayam. Mantap nih. Dimakan pakai nasi dan sambalnya dibanyakin pasti makin nikmat :)

    ReplyDelete
  13. Aku pertama kali coba sei di pasar santa hehehe. Ternyata udah ada juga yang jual di Bandung ya. Emang enak banget sei ini mbak, apalagi pake sambal matah. Duh...

    ReplyDelete
  14. Auto ngiler liat menunya nih. Sei sapinya khas NTT yah, aku belum pernah cobain nih jadi penasaran

    ReplyDelete
  15. Kuliner khas kupang banyak yang belum aku coba.. tapi kayaknya enak semua. Gak ada keluarga di sana jadi gak pernah ke sana ahaha.

    ReplyDelete
  16. Itu Nasgornya meni menggoda banget, pengen nyomot sepiring. Tapi pengen Yamin Sei juga atulaah, beneran nih menikmati kuliner khas kupang ini bikin ketagihan untuk nyobain beberapa aneka sambalnya ya Teeh.
    Apalagi tersedia Gopud , makin mager icip2 kulinera kupangnya.

    ReplyDelete
  17. Bandung, salah satu kota yang pengen saya datengiiinn. Saya suka banget sama bahan makanan yang diasap, aromanya sungguh gak biasa. Tapi olahan daging Asap saya belum pernah nyobain.. :D

    ReplyDelete
  18. Sepi sapi NTT nih boleh dibilang lagi nge hits banget! Bahkan kelezatannya jadi pilihan jadi makin banyak yang penasaran ama rasanya. Makasih mba rekomendasinya. Tak sabar ingin mencoba

    ReplyDelete
  19. Saya selalu penasaran dengan hidangan kuliner Indonesia nih. Selalu ada sesuatu yang unik dan layak diceritakan kembali ke orang dan teman. Seperti Sei Sapi NTT ini.. Gak perlu pergi ke NTT untuk menikmatinya

    ReplyDelete
  20. naaah kemarin di Bandung aku sempat mampir ke yang satu lagi mba.. memang lagi rame dan digemari ya. Aku udah lama sebenernya makan Se'i waktu ke Kupang tahun 2013an hehe

    ReplyDelete
  21. mirip-mirip dendeng gitu ya Mbak, dagingnya tipis-tipis tapi ini versi asapnya ya, kalau dendeng kan dijemur terus nanti digoreng jadi kriuk.
    kalau ini diasap lalu dimasak pakai tungku ya, duuhh kalau dimasak pakai tungku itu aromanya khas dan pasti enak ya.
    mienya juga menggoda banget nampaknya nih.

    ReplyDelete
  22. Di Bandung segala macam kuliner nusantara ada juga ternyata yaa. jadi enggak perlu ke NTT untuk makan Sei Sapi Bubulae. btw gagal fokus sama sambelnya, meuni ada 4 rupa gitu. duh sehah sigana nyaa,

    ReplyDelete
  23. Kalau ngeliat menu-menu sei sapi tu ngileeeerrrr pengen nyobain, semoga kapan2 bisa kesana

    ReplyDelete
  24. Ada rencana ke NTT sebenarnya akhir tahun tapi gak jadi karena covid semoga bs segera kesana

    ReplyDelete
  25. Aku udah nyobain juga sei Sapi. Enak banget dagingnya empuk karena dipotong tipis-tipis. Kuahnya juga yummy banget.

    ReplyDelete
  26. Hiks sepertinya enak, namun aku tak bisa makan daging sapi. Tapi pas barusan aku cerita ke Pewe yang doyan daging sapi, dia langsung ngiler dong. Katanya nanti kalau ada waktu, dia pengen coba karena belum pernah juga dia nyoba makan kuliner khas Kupang NTT.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar. Mohon maaf, untuk menghindari SPAM, komentarnya dimoderasi dulu, yaa ^~^