Setelah memasuki bahtera rumah tangga, dapat dipastikan banyak yang akan berubah dalam hidup seorang perempuan. Perannya bertambah. Bukan hanya seorang individu yang bebas seperti ketika masih gadis tetapi bertambah perannya sebagai seorang istri dan ibu. Itulah yang saya alami saat ini.

Ketika anak-anak masih kecil, saya masih bisa berkarir di sebuah perusahaan air minum skala nasional. Namun sejak mereka memasuki masa sekolah dan membutuhkan pendampingan dari ibunya, akhirnya saya memutuskan untuk berhenti bekerja di perusahaan tersebut.
Seiring waktu, anak-anak mulai bisa mandiri dan tidak terlalu bergantung pada saya. Hal ini membuat saya memiliki banyak waktu luang. Sampai kadang merasa bosan karena tidak ada kegiatan setelah urusan rumah selesai.

Cara Tetap Produktif di Rumah Bersama FOCA Sachima
 

Produktif di Rumah ala Ibu Rumah Tangga

Alhamdulillah, berkat teknologi saya jadi tahu jika ibu rumah tangga juga bisa tetap produktif dari rumah. Dengan memanfaatkan teknologi, seorang ibu rumah tangga bisa menyalurkan bakatnya, berkreasi, berinovasi, membangun aktualisasi diri dan bersosialisasi dengan sesama perempuan lainnya.

Saya pun mulai mengenal seputar pekerjaan digital. Dulu di masa sekolah saya sering menulis cerpen remaja. Kegiatan menulis ini akhirnya saya lakukan kembali. Kali ini saya fokus bekerja menulis artikel di beberapa website klien. Selain itu, saya juga membangun blog pribadi untuk menyalurkan hobi menulis sekaligus mendapatkan penghasilan.

Tidak hanya menulis artikel, saya juga mengembangkan kemampuan dengan membuat buku cerita anak. Alhamdulillah sudah beberapa buku yang terbit dan ada juga yang sekarang masih dalam proses cetak.

Selain menulis, saat ini saya juga mendapat kepercayaan untuk mengelola media sosial klien. Membuat konten untuk media sosial dan menjadi penanggung jawab tantangan harian artikel terbaik. Sebagai penulis artikel di blog pribadi dan penulis buku anak, saya juga harus menjadi konten kreator di media sosial milik saya sendiri.

Tidak dipungkiri, semua pekerjaan itu bisa membuat saya lebih sibuk meskipun hanya di rumah saja. Terkadang saya juga menemukan titik jenuh dan kurang semangat untuk tetap produktif. Saya sadar betul, kondisi ini apabila dibiarkan berlarut-larut, dampaknya tidak baik. Oleh karenanya saya harus menemukan cara supaya bisa tetap produktif dan terhindar dari rasa bosan atau jenuh.

Menjaga Produktivitas di Rumah

Memilih tetap produktif di rumah ternyata menimbulkan tantangan tersendiri bagi saya. Sebagai seorang istri sekaligus ibu dari dua orang anak mengharuskan saya untuk bisa menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Terkadang saya menghadapi rutinitas yang padat dan berulang hingga timbul rasa jenuh dan penat.

Kejenuhan ini dapat memengaruhi produktivitas dan bisa juga berdampak pada kesehatan fisik dan mental. Oleh karena itu, penting untuk menemukan cara untuk mengatasi rasa jenuh agar tetap fokus dan bersemangat menjalani kehidupan sehari-hari. Berikut ini beberapa hal yang saya lakukan supaya terhindar dari rasa jenuh.

1. Istirahat Sejenak

Untuk menjaga kesehatan fisik dan mental, saya berusaha untuk cukup istirahat setiap harinya. Sebanyak apapun pekerjaan, sebaiknya tidak membawa pekerjaan ke tempat tidur. Berikan waktu untuk benar-benar beristirahat.

Beristirahat sejenak dengan sekedar menghibur udara segar di halaman depan atau belakang rumah juga bisa mengatasi kebosanan. Bagi yang senang dengan musik, mendengarkan musik favorit pun bisa membuat pikiran dan badan terasa lebih rileks.

2. Melakukan Olahraga Ringan

Terlalu banyak bekerja di depan laptop dan kurangnya aktivitas fisik bisa mendatangkan rasa bosan dan stres. Olahraga yang teratur dipercaya dapat membantu meningkatkan suasana hati.

Setidaknya luangkan waktu meskipun hanya sebentar untuk berolahraga ringan. Berjalan kaki, lari atau bersepeda di sekitar rumah bisa membantu membuat badan lebih fresh. Atau jika tidak ada cukup waktu, bisa juga melakukan olahraga ringan seperti bersandar di kursi kemudian melakukan peregangan pada lengan, kaki, leher dan punggung.

3. Melakukan Hal yang Disukai

Memberi waktu dan ruang berkreasi di luar rutinitas sehari-hari juga dipercaya dapat mengurangi rasa jenuh. Meluangkan waktu untuk melakukan kegiatan atau hobi bisa mempertahankan produktivitas.

Selain menulis, saya senang berkebun. Kebetulan halaman di depan rumah tidak terlalu besar. Namun di sana saya bisa menanam beraneka macam tanaman hias dan sayur-sayuran. Saya menanam sayur menggunakan sistem hidroponik bertingkat sehingga tidak memerlukan banyak tempat. Setelah berkebun biasanya pikiran bisa lebih segar terutama ketika melihat tanaman yang dipenuhi bunga dan tanaman sayur yang tumbuh dengan subur.

4. Menciptakan Suasana yang Berbeda

Ketika saya merasa jenuh dengan pekerjaan, salah satu cara mengatasi dengan mengubah suasana kerja. Bekerja sambil lesehan di atas karpet atau duduk di halaman belakang rumah sambil membawa laptop, bisa jadi alternatif tempat kerja ketika merasa jenuh karena terlalu lama beraktivitas di meja kerja.

Mengubah suasana di meja kerja juga bisa menjaga suasana hati. Saya butuh banyak buku untuk referensi membuat artikel atau menulis buku. Kalau sedang banyak pekerjaan, buku-buku itu biasanya bertumpuk dan memenuhi meja. Supaya pemandangan di atas meja tidak semerawut, merapikannya bisa bermanfaat untuk menjernihkan pikiran dan suasana.

5. Menikmati Cemilan Praktis Favorit

Cara lain yang saya lakukan untuk mengatasi rasa jenuh yaitu dengan menikmati makanan favorit. Menikmati makanan favorit ini bukan berarti mengonsumsi sembarang makanan, loh, ya! Saya tetap memilih makanan ringan yang sehat. Jangan sampai niatnya untuk mengatasi rasa bosan atau kejenuhan malah membuat berat badan naik atau menimbulkan penyakit karena makanan yang kita konsumsi.

Salah satu cemilan praktis yang sekarang jadi favorit saya adalah kue tradisional China, FOCA Sachima. Makanan ringan ini juga sangat disukai oleh keluarga saya, loh!

FOCA Sachima Cemilan Favorit Keluarga

Saya senang sekali bisa menemukan makanan ringan yang unik dan nikmat seperti FOCA Sachima. Teksturnya lembut dengan varian rasa yang bervariatif sehingga keluarga saya menikmatinya sebagai cemilan keluarga.
 
Makanan ringan FOCA Sachima

Tekstur snack FOCA Sachima terasa lembut karena makanan ringan ini terbuat dari tepung terigu, gula, madu atau sirup gula dan tambahan topping sebagai penambah rasa. Rasanya yang tidak begitu manis sangat cocok disajikan dengan kopi, teh, atau susu.

Semua varian rasa FOCA Sachima jadi favorit keluarga saya. Tidak hanya varian coklat, rasa karamel, stroberi, kismis dan original, semua rasanya pas di lidah kami. Bagi keluarga saya, kue lembut ini merupakan produk baru yang inovatif di pasar makanan dan menjanjikan pengalaman rasa yang unik.

Kenalan dengan FOCA Sachima, Yuk!

Saya lihat FOCA Sachima merupakan salah satu makanan ringan yang unik dan tidak banyak yang menyerupainya. Setelah banyak mencari informasi, ternyata Sachima ini merupakan jenis kue tradisional atau makanan ringan yang berasal dari China. Dulu, cemilan praktis ini dijadikan kue persembahan ritual pada zaman kerajaan Dinasti Yuan dan Ming.

Ah, mengetahui sejarah munculnya kue Sachima ini berasa seperti ada di masa kerajaan yang suka ada di drama-drama China, deh! Kebetulan saya sedang senang nonton drachin, jadi ikut membayangkan suasana zaman itu, ... hehehe.

Sachima ini merupakan produk utama dari PT AISA FOOD INDUSTRY yang berfokus pada makanan ringan. Perusahaan yang berada di Tegal - Jawa Tengah ini memang berkomitmen untuk mengembangkan lebih banyak macam produk makanan ringan bagi masyarakat Indonesia.

Yang membuat keluarga saya memilih FOCA Sachima, karena produk PT AISA FOOD INDUSTRY ini berkualitas tinggi dan sudah bersertifikat standar Halal dan BPOM. Jadi aman dan tenang mengonsumsinya, kan!

Selama saya menyimpan cemilan praktis Sachima, kekuatan produknya terbukti tahan lama. Di kemasannya tertera kalau snack ini expired date-nya sekitar 6 bulan. Hal ini membuktikan jika makanan ringan Sachima menggunakan bahan pokok berkualitas premium dan diolah menggunakan teknologi modern serta proses quality control yang ketat.

Cemilan praktis FOCA Sachima

Tetap Produktif Bersama FOCA Sachima

Rasa jenuh atau bosan memang tidak bisa sepenuhnya dihindari ketika kita sedang bekerja. Dinamika pekerjaan kadang tidak mudah ditebak terutama seperti saya yang memilih bekerja di rumah. Namun bukan berarti kita harus berlarut-larut dan merasa kehilangan arah, bukan? Rasa itu sebaiknya diatasi supaya kita bisa tetap produktif.

Volume pekerjaan yang banyak dan berulang memang terkadang terasa membosankan dan bisa mengganggu produktivitas. Nah, saya mengantisipasinya dengan beberapa cara, seperti mengonsumsi makanan ringan yang sehat sebagai selingan ketika melakukan pekerjaan.

Kue lembut FOCA Sachima

Saya rasa pilihan makanan praktis seperti FOCA Sachima ini memang tepat. Karena selain sehat, rasa snack ini sangat pas di lidah. Makan Sachima membuat momen ngemil jadi terasa lebih menyenangkan.

Bagaimana dengan sobat? Apa cara kalian untuk mengatasi rasa jenuh saat melakukan aktivitas sehari-hari? Sudahkah kalian menyicipi renyah dan enaknya rasa FOCA Sachima? Kalau sobat penasaran dengan kue lembut dan rasanya yang unik, dapatkan snack ini di warung atau toko terdekat. Atau beli via online melalui Shopee juga bisa, loh! Harganya juga terjangkau, kok! Kita bisa beli kuenya sekitar Rp. 2000-an aja.

Untuk mengenal lebih jauh tentang produk buatan PT AISA FOOD INDUSTRY, silakan follow dan hubungi media sosialnya ya!

Yuk, tetap produktif dan bebas dari rasa jenuh dengan mengonsumsi FOCA Sachima!

Salam takzim