5 Masalah Anak Di Hari Pertama Masuk Sekolah

Parenting.co.id
Bagaimana liburannya teman-teman? Pastinya seru dan menyenangkan bukan? Bagi saya, hal yang paling menyenangkan ketika liburan sekolah dan liburan lebaran adalah bertemu dengan sanak saudara. Melepas rindu dengan saling bertukar cerita masing-masing. Selalu adaa ... aja cerita yang baru dan seru.

Seorang sanak saudara juga bercerita tentang salah satu anaknya yang akan masuk sekolah untuk pertama kalinya. Sebagai seorang ibu, tentu saja, sepupu saya itu sedikit was-was tentang pengalaman anaknya di hari pertama sekolah. Anaknya yang masuk sekolah, eh, ibunya juga ikut-ikutan deg-degan, deh..he..he.

Katanya, pengalaman hari pertama si kecil di sekolah, akan mempengaruhi proses pembelajaran selanjutnya. Kalau anak menganggap sekolah itu menyenangkan, maka dia akan menganggap sekolah itu sangat mengasyikkan. Namun jika di  hari pertama sekolah, anak tidak menyenangkan, ... waah siap-siap deh! 

Bunda-bunda sekalian... eh para ayah juga ding, setiap masalah itu muncul bukan tanpa solusi ya, kan? Sebagai orang tua, kita sudah selayaknya mengarahkan anak untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Yuk! Mari kenali permasalahan apa saja yang akan dihadapi anak terutama balita pada hari-hari pertamanya di sekolah.

1. Tidak mau jauh dari orang terdekat.
Anak biasanya selalu lengket dengan orang terdekat, seperti ibu atau pengasuhnya. Kemana saja orang terdekatnya itu pergi di situ juga si kecil akan mengikuti. Anak akan merasa ditinggalkan jika sosok terdekatnya itu tidak hadir di sisinya. Meskipun orang terdekatnya itu menunggu di luar kelas. Saya jadi teringat pengalaman dulu, ketika mengantarkan anak saya pertama kali, bersekolah di taman kanak-kanak. Ada beberapa orang tua yang akhirnya ikut "belajar" bersama anak di dalam kelas.

Pihak sekolah biasanya hanya mengijinkan orang tua menunggui anaknya hanya sekitar seminggu saja. Selebihnya, anak harus bisa belajar di kelas tanpa orang tua. Lalu bagaimana jika anak tidak mau ditinggal? 

Menurut Mira D. Amir, Psi, upaya yang bisa dilakukan oleh orang tua adalah dengan mengajarkan si kecil episode "bertemu dan berpisah" di rumah. Misalnya, ketika hendak meninggalkan anak, ibu bisa mengatakan pada anak," Ibu mau belanja dulu ya.. nanti kita ketemu lagi." Selesai berbelanja, temui anak dan beri dia kejutan dengan mengatakan "Tuh, kan ibu balik lagi dan kita bisa bermain bersama lagi". Dengan begitu, anak tidak akan menganggap ketidakhadiran orang terdekat sebagai suatu kehilangan.
Hari-hari pertama Ade di sekolah, sesekali keluar kelas mencari ibunya..he..he..
2. Takut bertemu dengan orang asing
Pada usia balita, biasanya anak "alergi" dengan orang baru. Dia akan bersikap tidak mau jauh dari orang terdekatnya. Tidak mau dekat dengan orang asing termasuk calon gurunya. Si kecil yang biasanya aktif dan ceria di rumah, akan menjadi pasif dan pemalu di sekolah. Bila hal ini berlangsung hanya beberapa hari saja, tentu tidak masalah. Namun akan sangat merepotkan bagi orang tua jika sikap anak ini berlangsung hingga waktu yang lama.

Meskipun masih terbilang wajar di usianya ini, namun orang tua harus bisa mengasah kemampuannya bersosialisasi. Jelaskan pada anak, jika dia akan aman berdekatan dengan guru dan teman-teman barunya. Dengan demikian, rasa percaya pada orang lain akan timbul.

3. Tuntutan Rutinitas
Saat hendak masuk sekolah, anak perlu membiasakan diri dengan rutinitas sehari-hari yang lebih teratur dan tertib. Mulai dari bangun pagi, mandi pagi hingga sarapan, harus dijalani dengan teratur agar tidak terlambat ke sekolah.

Masalahnya, banyak anak yang belum terbiasa bangun pagi. Untuk playgroup biasanya memberikan jadwal masuk sekolah tidak terlalu pagi. Antara jam 8, 9 atau jam 10. Meskipun begitu, sebagai orang tua tentu saja kita harus bijaksana, dengan tidak membiarkan anak bangun siang. Sebab, kebiasaan ini bisa berlanjut hingga anak masuk SD. Orang tua hendaknya menjadi model yang baik dengan mencontohkan selalu bangun di pagi hari.

4. Kemampuan berkomunikasi belum berkembang.
Ketika pertama kali mengantar anak masuk sekolah, pernahkah ayah bunda melihat anak yang selalu menangis atau mengamuk? Beberapa balita, belum dapat mengungkapkan keinginannya lewat komunikasi verbal. Emosi anakpun masih suka meledak-ledak.

Keterbatasan ini dikhawatirkan akan menghambat proses bersosialisasi di sekolah. Solusinya dengan mengasah kemampuan verbal anak. Mulai dengan mengatakan "tidak" untuk menolak sesuatu, dan mengatakan "ya" untuk persetujuan.

Berikan penghargaan pada anak ketika dia bisa mengungkapkan sesuatu dan dapat menjelaskan sesuatu. Meskipun masih terbata-bata atau belum begitu jelas, sebaiknya orang tua menghargai pendapatnya.
Hindari menyudutkan anak dengan cara memarahi atau menginterogasinya. Dengarkan selalu ide dan keinginan anak, hingga anak tidak segan-segan untuk mengeluarkan pendapatnya.

5. Berinteraksi dengan teman.
Fenomena yang suka terjadi di kota besar adalah anak sulit mendapatkan kesempatan berinteraksi dengan teman sebayanya. Mereka selalu bertemu dengan orang yang lebih dewasa. Akibatnya anak cenderung menarik diri dalam pergaulan. Dia hanya merasa nyaman dengan orang yang lebih dewasa.

Selain itu, bisa saja anak akan menjadi jagoan di lingkungan sekolahnya. Teman-temannya dijadikan objek mainan.
Orang tua sebaiknya mengajak anak bersosialisasi dengan teman sebayanya. Ajak anak untuk mengunjungi saudara atau teman sebayanya. Bangun interaksi di antara mereka sehingga anak senang bergaul dengan teman-temannya.

Ternyata hari-hari pertama di sekolah, tidak semudah yang dibayangkan bukan? Anak akan dihadapkan dengan berbagai masalah di hari-hari pertamanya.

Semoga saja, dengan seiringnya waktu, keponakan saya juga bisa beradaptasi. Dan menjalani proses belajar dengan menyenangkan. Bagaimana dengan teman-teman? Punya pengalaman dengan  buah hati ketika menjalani hari-hari pertama di sekolah?

19 comments:

  1. Alhamdullah anak2 enjoy menikmati hari masuk sekolah semua kok mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah..jadi gak perlu pusing-pusing ya mbak... alhamdulilah :)

      Delete
    2. iya jav jg... malah saya yg galau ngintip2 dr luar :))

      Delete
  2. Tantangan terbesar ketika pertama masuk sekolah, apalagi setelah berlibur itu memang tidak bisa jauh dari orang tuanya. Oleh karena itu dibutuhkan komunikasi yang tepat dengan anak agar mereka bisa mengerti. Sesekali dalam berkomunikasi dengan anak ajak ke lokasi yg nyaman dan indah seperti di pantai, taman, atau bahkan di gunung, selain membuat anak bisa lebih menerima ucapan orangtua juga bisa membuat anak menyatu dengan alam sehingga tumbuh kecintaannya terhadap alam yg sangat dibutuhkan pada zaman sekarang ini.

    Visit juga blog saya di http://hanifbonbon.blogspot.com/ untuk lihat referensi tempat yg cocok menghabiskan waktu bersama anak dan keluarga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju sekali... menghabiskan waktu bersama keluarga di alam bebas, bisa membantu kelancaran komunikasi diantara anggota keluarga ya..

      Delete
  3. Mudah-mudahan nanti Alfi mau ditinggal mama nya waktu sekolah, jadi saya anatra jemput aja, kebayang deh sama anaknya bibi yang maunya ditungguin di dalam kelas waktu masih SD, kayanya harus dikasih tau pelan2 ya mbak

    ReplyDelete
  4. Namanya juga anak-anak. Nanti kalau sudah lama yang jadi terbiasa.

    ReplyDelete
  5. alhamdulilah anakku yang keduanya semangat banget sekolah, kayaknya udah bosen libur he3 mksh sharenya mb

    ReplyDelete
  6. jadi inget sama keponakan yang nangis saat pertama masuk sekolah... kaget dia karena temannya beda lagi XD


    Maak.. mohon maaf lahir ban batin ya, maafkan segala khilaf :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kaget karena beda lingkungan ya Mak..
      Mohon maaf lahir dan bathin juga ya Maaak ..

      Delete
  7. anakku nih mak baru 3 bulan di playgroup ditemeni terus di kelas hiks :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Biasa itu mah Mak..masih kecil. Nanti seiring waktu, dia akan terbiasa.

      Delete
  8. Beberapa tahun lagi, aku bakal begini lagi nih. Hehehe... udah lupa rasanya nganterin anak pertama kali ke sekolah :D

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
.comment-content a {display: none;}