8 Ciri Anak Dengan Gaya Belajar Kinestetik

Tipe belajar setiap anak, berbeda-beda. Mereka menyukai gayanya masing-masing untuk menangkap informasi yang diberikan. Yang paling umum, ada 3 tipe gaya belajar yang dominan dimiliki oleh seorang anak. Tipe belajar yang dimaksud yaitu gaya belajar kinestetik, auditori dan visual.
http://www.nurulfitri.com/2016/04/8-ciri-anak-dengan-gaya-belajar-kinestetik.html
8 Ciri anak dengan gaya belajar kinestetik
Jika anak-anak ditanyakan mengenai hobinya, kayaknya jarang sekali yang menjawab hobi mereka adalah belajar. Barangkali yang terpikirkan oleh mereka, belajar itu, haruslah dalam keadaan duduk, tenang, pandangan lurus memperhatikan dan suasana pun harus hening. Kok, kayaknya jauh dari keadaan yang menyenangkan ya ... ? ^~^
Untuk mengetahui apa sebenarnya gaya belajar yang dimiliki oleh anak-anak kita, diperlukan pengamatan yang memakan waktu tidak sebentar dan dilakukan oleh keluarga terdekat, terutama oleh orang tua. 

Menurut saya, tipe gaya belajar kinestetik, paling mudah dilihat. Berdasarkan pengalaman, anak saya yang kecil memang susah diam. Setiap saat, dia selalu bergerak. Bahkan dalam keadaan tidur sekalipun. Gak mau diam. ^_^. Inilah yang membuat saya mudah untuk mendeteksinya.

Baca artikel terkait : 9 Ciri Pemilik Gaya Belajar Auditori
 
Ciri Anak Dengan Gaya Belajar Kinestetik.
Untuk mengetahui lebih rinci mengenai gaya belajar kinestetik ini, ada ciri-ciri yang dominan dilakukan oleh anak. Apa saja ciri yang menggambarkan anak dengan tipe gaya belajar kinestetik? Berikut ini ciri-cirinya :

1. Anak lebih menyenangi kegiatan yang berhubungan dengan kesenian, olahraga atau aktif dalam kehidupan sosialnya.

Untuk ciri yang satu ini, anak saya yang kecil, memang hobi berolahraga. Hampir setiap hari, pulang dari sekolah, ade main sepeda di sekitar rumah. Jika ingin bersepeda dengan rute yang agak jauh, ayahnya selalu mendampingi jagoan kecilnya itu bersepeda di hari libur. 

http://www.nurulfitri.com/2016/04/8-ciri-anak-dengan-gaya-belajar-kinestetik.html
Bersepeda di area Car Free Day
Selain bersepeda, ade juga senang bermain sepak bola. Setiap Hari Senin dan Hari Kamis, pulang dari sekolah dia mengikuti sekolah sepak bola, dengan salah satu pelatihnya, yaitu Robby Darwis, seorang pemain Persib.

http://www.nurulfitri.com/2016/04/8-ciri-anak-dengan-gaya-belajar-kinestetik.html
Ade ketika berlatih dengan Robby Darwis
2. Anak dengan gaya belajar kinestetik, juga menyenangi segala sesuatu yang sering menggunakan tangannya secara aktif. Dia pun senang mencari perhatian melalui perhatian fisik seperti menyentuh orang lain.

Salah satu mainan favorit ade, yaitu bongkar pasang seperti lego dan sejenisnya. Saya sebenarnya mendukung jika dia menyukai permainan bongkar pasang seperti lego, tapi agak risih juga jika mainan dengan bentuk kecil ini, tercecer dimana-mana. Jika tidak sengaja terinjak, duh ... rasanya sakit, De!
http://www.nurulfitri.com/2016/04/8-ciri-anak-dengan-gaya-belajar-kinestetik.html
Sebagian lego ade, yang disimpan di meja belajarnya. Yang di kotak mainan, berantakan, deh!
3. Jika memiliki mainan baru, anak langsung ingin mencobanya.

Hal ini juga seringkali dilakukan oleh anak lelaki saya. Apabila membeli mainan, dia ingin segera memainkannya. Jangankan sampai di rumah, baru keluar dari toko mainan saja, dia sudah ingin mencobanya. :(

4. Saat mengekspresikan dirinya atau mengungkapkan emosinya, anak dengan gaya belajar ini kerap menggunakan gerakan tubuh. Anak pun gemar menyentuh apa yang dilihatnya. 

Untuk soal mengungkapkan emosinya, anak bertubuh kurus ini memang selalu menggunakan tangan atau kakinya. Misalnya saja, ketika dia kesal karena selalu diganggu oleh kakaknya, emosinya diungkapkan dengan menghentakan kakinya berulang kali ke lantai. Dan bila emosinya sudah memuncak, dia akan menangis sambil menendang-nendang. Kalo keadaannya sudah begini... harus segera bertindak, deh!

Saya ingat, ketika kami sekeluarga mengunjungi miniatur kereta api di Floating Market, penggemar film kartun Thomas ini begitu terlihat senang sekali. Tidak cukup hanya melihat kereta api yang melintasi relnya, ade berusaha ingin memegang miniatur kereta api tersebut. Hmmm, penasaran ya, De?
http://www.nurulfitri.com/2016/04/8-ciri-anak-dengan-gaya-belajar-kinestetik.html
Penasaran ingin memegang kereta api yang sedang berjalan di relnya.
5. Ketika melakukan komunikasi, sering menggunakan kata-kata yang mengandung aksi dan gemar memakai objek nyata untuk menerangkan sesuatu. Dan di saat membaca sesuatu, dia kerap menggunakan jarinya untuk menunjuk kata dan kalimat yang sedang dibacanya.

Kami sekeluarga, kadang merasa geli jika ade bercerita mengenai sebuah peristiwa. Keliatan heboh, deh! Ha..ha..ha.. Jika menceritakan kereta Thomas yang tergelincir di relnya, dia akan mempraktekkan dengan kedua tangannya atau mengambil mainannya untuk memperagakan. Kelihatan sibuk dan tentunya lucu bagi kami yang melihatnya. ^~^

6. Tidak mau diam ketika mendengarkan penjelasan dari guru atau dari orang tuanya.

Teman-teman, pernah mengalami ketika kita sedang mendampingi anak belajar, tapi kaki atau tangannya tidak pernah diam? Saya sering sekali mengalaminya. Bila membaca buku, ade tidak mau diam. Jika bukan kakinya yang bergerak-gerak, maka badannya akan bergoyang ke sana ke mari. Gemesin ya ... hi ...hi ...hi.

7. Bila menghapal atau belajar mengenai sesuatu, biasanya dilakukan sambil berjalan atau ingin melihat objeknya secara langsung.

Mirip dengan ciri yang keenam, ya.. anak tipe gaya belajar kinestetik ini memang tidak bisa diam. Selalu saja ingin bergerak. Sabaar... sabar ... ya, Bu! ^_^ *elus-elus dada.

8. Ciri yang terakhir yaitu anak menyenangi buku dan film petualangan. Koordinasi mata dan tangan anak dengan tipe ini cukup baik. Mereka mampu melakukan gerakan yang memiliki ritme cepat.

Karena ade senang alat transportasi kereta api, maka buku yang disenanginya pun sekitar kereta api. Dan dia memilih koleksi buku petualangan Thomas, kereta api yang baik, cerdik dan senang membantu.

Nah, berdasarkan ciri-ciri anak tipe gaya belajar kinestetik tersebut, sebaiknya kita sebagai orang tua mengerti jika anak akan lebih mudah menerima, mengolah informasi melalui serangkaian aktivitas yang menggerakkan sebagian atau seluruh anggota tubuhnya.

Lalu, apa saja kendala yang akan dihadapi oleh anak dengan gaya belajar seperti ini? Dan bagaimana sebaiknya orang tua menyikapinya?
Sebaiknya, saya tuliskan di postingan yang berbeda, ya! Supaya tidak terlalu panjang juga, kan? Nantikan di postingan selanjutnya :)

Baca juga : 4 Cara Menyikapi anak Kinestetik
                      Tipe Gaya Belajar Visual
Sumber : Sidik jari cerdas FF 2011 

13 comments:

  1. Tanda2 anak pinter ya mb, antusias dan rasa ingin taunya lebih hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semua anak pinter Nit. He..he..he.. orang tuanya perlu tahu potensi anaknya, terus dikembangkan, deh!

      Delete
  2. Kalau baca poin-poin diatas berarti adik saya kinestetik dong. Hehehe. Ditunggu next postnya ya mbak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berarti sama dengan anak saya ya.. hi..hi..
      Oke, tunggu, ya :)

      Delete
  3. Tadi sempet Googling dulu. Penasaran sama Istilah Kinestetik (mempelajari sesuatu dengan praktek langsung). Wah-wah... Ternyata sebagai cowok yg belum menikah, aku jadi belajar nih, mbk. Iya, jadi ngerti kalo setiap anak itu, punya cara masing-masing untuk mempelajari sesuatu.

    Dulu, aku inget, kalo belajar emang gak suka diem. Malahan pernah belajar sambil main gitar. Tapi, hasilnya bagus. Bukan malah buruk. Cuman, kadang Orang tua suka bilang "Mau belajar apa main gitar?" hahaha. Akunya ya bingung harus gimana. Akhirnya, hening aja belajarnya. Dan.. nilaiku buruk deh..

    Makasih sudah berbagi mbk.

    ReplyDelete
  4. Nah, kan... Setiap orang punya cara sendiri untuk menerima informasi yang diterima dan akan dia olah. Mas Heru, tipe kinestetik juga, ya?
    Wah, itu, belajar sambil main gitar, bisa ya? Hi..hi..hi

    Etapi anak saya yang besar, kalo belajar harus sambil dengerin musik, loh!

    ReplyDelete
  5. Berarti ortu juga nggak boleh lelah belajar ya, karena memang ada anak yang tipe balajarnya smabil dengarkan musik, misalnya.

    ReplyDelete
  6. Anak kinestetik tapi banyak disebut anak nakal, dan saya kadang suka sedih jika ada yang bilang nakal pada anak kinestetik.

    ReplyDelete
  7. walah.. itu ada di keponakan saya semua :)

    ReplyDelete
  8. Asma termasuk ini gak ya? Ada yang iya dan enggak

    ReplyDelete
  9. Keponakan saya ada di beberapa poin :D

    ReplyDelete
  10. anak saya juga bnyk bergerak, suka olahraga dan gak mau diem kalo bljr. tangannya pasti sambil ketuk2. memang hrs ekstra sabar utk anak sprti ini ya mba

    ReplyDelete
  11. Anak pertama saya laki-laki, suka banget main bongkar pasang seperti lego.Dia suka melihat video tentang lego antusias sekali. Kalau sedang marah suka menghentakan kaki ke lantai. Suka naik sepeda sama teman-temannya meski masih pakai tambahan roda 2 samping kanan kiri. Hari ini dia minta lepas salah satu roda kecil nya. Dia mungkin penasaran melihat kakak-kakak yang lebih dewasa naik sepeda tanpa roda tambahan. Akhirnya di lepas karena belum bisa menjaga keseimbangan akhirnya terjaruh dan minta di pasang lagi rodanya. Dia bilang"kakak belum kuat mi... nanti kalau sudah bisa dilepas rodanya".hehehehe

    Apa termasuk kinestetik ya bunda?

    ReplyDelete

.comment-content a {display: none;}