In Harmony Clinic : Tuhan, Bantu Saya Untuk Mencegah Dia Datang Kembali

Mencegah penyakit lebih baik daripada mengobatinya, merupakan slogan yang sering didengungkan oleh pemerhati kesehatan kepada masyarakat luas. Tidak ada seorang pun, mau sakit, bukan? Bahkan ada yang mengatakan jika kesehatan bukanlah segalanya, namun tanpa kesehatan segalanya bukan apa-apa
http://www.nurulfitri.com/2016/06/in-harmony-clinic-tuhan-bantu-saya.html
Bagaimana mau melakukan segala aktivitas jika badan kita sakit, pasti tidak akan berjalan dengan baik. Apapun penyakitnya, dapat dipastikan itu merupakan akibat dari apa yang telah kita lakukan sebelumnya.

Pola hidup yang kita jalani saat ini, akan berdampak di kemudian hari. Seperti yang dikatakan oleh Mahatma Gandhi :
Apa yang terjadi di kemudian hari tergantung pada apa yang kita lakukan hari ini (Mahatma Gandhi)
Timbulnya suatu penyakit di tubuh kita, merupakan akibat penerapan pola hidup yang salah, kurangnya asupan gizi, tidak teratur berolahraga serta timbul akibat mengonsumsi makanan yang mengandung tambahan sintetis.
Nah, untuk mencegah badan kita terjangkit penyakit tersebut, lebih baik kita menghindari kebiasaan yang dapat mendatangkannya. 

Seperti yang saya alami, penyakit saya merupakan akibat pola hidup yang salah. Kalau sudah merasa sakit, kegiatan apapun akan terganggu. Karena kebiasaan makan yang salah, saya menderita penyakit maag. Penyakit yang sering kambuh dan menimbulkan rasa perih, mual serta perut melilit ini, sudah saya miliki sejak beberapa tahun yang lalu. Duh, Tuhan bantu saya untuk mencegahnya datang kembali. :(
 
Apa, Sih Penyakit Maag itu?
Penyakit ini berhubungan dengan lambung yang tidak sehat. Lambung mengalami peradangan. Jika radang lambung terjadi secara terus-menerus dapat mengikis dinding bagian dalam lambung dan membentuk luka yang disebut tukak lambung.

Lambung yang mengalami iritasi atau peradangan, dapat menimbulkan rasa sakit bila mencerna makanan. Sebenarnya asam lambung dibutuhkan untuk membantu dalam proses pencernaan. Tanpa asam lambung, makanan yang kita makan tidak akan dicerna dengan baik. Hal ini mengakibatkan zat-zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh tidak akan diserap dengan baik. Namun, bila asam lambung diproduksi berlebihan maka, dapat menyebabkan iritasi pada lambung.

Penyebab Penyakit Maag
Lalu, apa yang menyebabkan penyakit maag? Penyakit yang menyerang organ pencernaan ini dapat disebabkan oleh:
  1. Kebiasaan pola makan yang tidak teratur, makan ketika telah merasakan rasa lapar hingga perut terasa melilit dan makan dalam jumlah porsi yang banyak.
  2. Sering mengonsumsi makanan pedas dan asam, minuman bersoda, kopi, alkohol yang dapat memproduksi asam lambung berlebih.
  3. Kondisi stress juga dapat menyebabkan penyakit maag.
  4. Efek samping dari penggunaan obat-obatan tertentu.
  5. Penyebab maag juga bisa terjadi, karena adanya Bakteri Helicobacter Pylori yang berada di dalam lambung. Infeksi yang disebabkan oleh bakteri dalam lambung ini dapat menyebabkan iritasi pada lambung.  
Saya jadi teringat, dulu ketika masih kuliah, saya sering telat makan dan menahan rasa lapar. Selain itu, kebiasaan yang paling berpengaruh pada lambung saya, yaitu sering mengonsumsi minuman bersoda. Saya pun tidak lupa, apapun makanannya, minumnya pasti yang bersoda. Dulu, mengonsumsi minuman yang bersoda itu, berasa keren, deh! #haiish

Jika saja saya tahu akan sangat berpengaruh pada kesehatan lambung, pasti saya akan menghindari minuman tersebut. Eh iya, tetapi bukan karena minumannya saja. Saya juga senang sekali dengan makanan yang pedas dan asam. Di Bandung, tempat tinggal saya dahulu, banyak sekali jenis makanan yang enak apalagi jika ditambah dengan sambal. 
Contohnya saja mie bakso, bakso tahu, mie ayam dan mie kocok. Lebih enak ditambahkan sambal, bukan?
Tapi akibat terlalu banyak mengonsumsi makanan pedas dan minum yang bersoda, malah membuat lambung saya mengalami iritasi. 

http://www.nurulfitri.com/2016/06/in-harmony-clinic-tuhan-bantu-saya.html
Dampak Penyakit Dalam Kegiatan Sehari-hari 
Asam lambung berlebih yang menyebabkan lambung mengalami iritasi atau peradangan, menimbulkan rasa begah dan nyeri di sekitar perut. Jika sudah kambuh, saya kerap merasakan perih yang hebat. Dan karena nyeri yang berlebih, kadang saya sampai merasakan mual-mual bahkan muntah. 

Setelah itu, saya akan merasakan lemas dan kerap disertai dengan sakit kepala. Bahkan bila keadaan sakit di sekitar perut ini dibiarkan dalam waktu yang lama, berdampak timbulnya perasaan mencekat di tenggorokan. Seperti tercekik! Hiks.. hiks..

Yang saya khawatirkan, penyakit saya bukan hanya maag namun sudah sampai tahap GERD (gastro esophageal reflux disease) yaitu asam lambung naik. Ah, semoga saja, tidak. Karena setahu saya, GERD lebih membahayakan daripada maag. Duh ... Tuhan, bantu saya untuk mencegah dia datang kembali, ya ...

Dampak penyakit maag, jika sudah kambuh dapat membuat tubuh menjadi lemas. Dan jika sudah lemas, mau mengerjakan apapun jadi terhambat. Mager atau malas untuk bergerak, seperti tidak ada tenaga. Jangankan melakukan pekerjaan berat, untuk menulis di depan laptop pun, saya tidak bisa berkonsentrasi.

Dalam beberapa kasus, saya juga mempunyai pengalaman yang dialami oleh teman dan kerabat. Mereka meninggal dunia disebabkan oleh penyakit yang menyerang organ pencernaan ini. Karena dapat merengut nyawa seseorang, maka seharusnya penyakit maag tidak bisa dianggap sepele oleh kita.

Sungguh tidak menyenangkan menderita suatu penyakit, karena bisa mengacaukan ritme kehidupan kita sehari-hari, bahkan resiko kehilangan nyawa. Berdasarkan pengalaman inilah, saya bertekad jika mencegah penyakit lebih baik daripada mengobatinya.
http://www.nurulfitri.com/2016/06/in-harmony-clinic-tuhan-bantu-saya.html
Kalau sudah kambuh, segala aktivitas pasti terganggu
Tindakan Pencegahan Penyakit Maag
Biasanya biaya mengobati akan lebih banyak daripada biaya pencegahan sebuah penyakit, bukan? Cobalah kita hitung-hitung, biaya mencegah pasti akan lebih ringan. Hal inilah yang harus terus ditanamkan pada pikiran saya, supaya selalu menjaga pola hidup yang lebih sehat.

Untuk mencegah penyakit yang mengganggu lambung ini, saya perlu melakukan modifikasi pada gaya hidup. Beberapa hal yang akan saya lakukan adalah :
    1. Menghindari makanan yang dapat memicu asam lambung dan mengandung banyak gas serta serat. Misalnya kol, ubi, nangka, durian dan brokoli.
    2. Selain makanan yang mengandung banyak gas, perlu juga menghindari makanan yang sulit dicerna oleh tubuh, makanan yang berlemak dan yang digoreng. Karena jenis makanan tersebut dapat memperlambat pengosongan lambung.
    3. Mengatur pola makan dengan baik. Hindari telat makan. Mengurangi konsumsi lemak dan mengurangi jumlah asupan makanan. Porsi makan terlalu banyak dapat membuat lambung mengembang (distensi lambung).
    4. Mengonsumsi makanan yang mudah dicerna seperti nasi, roti, kentang atau buah pisang.
    5. Lebih sering mengonsumsi makanan selingan untuk menghindari lambung kosong dan menimbulkan gas lambung.
    6. Menghindari minuman bersoda, kopi dan citrus yang dapat menstimulasi sekresi asam.
    7. Meninggikan posisi kepala pada saat tidur serta menghindari makan sebelum tidur. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan bersihan asam selama tidur serta mencegah reflux asam dari lambung ke esofagus.    
    http://www.nurulfitri.com/2016/06/in-harmony-clinic-tuhan-bantu-saya.html
    Makanan ringan yang selalu setia menemani aktivitas sehari-hari
    Itulah beberapa hal yang saya lakukan untuk mencegah penyakit maag datang kembali. Lebih baik mengatur pola makan saya, daripada merasakan perih yang melilit dan mual-mual. Aktivitas saya akan terganggu karenanya.

    Oh ya, tekad saya untuk lebih mementingkan pencegahan daripada mengobati penyakit, ternyata sejalan dengan visi In Harmony Clinic. Klinik ini memiliki komitmen untuk menciptakan pusat pelayanan kesehatan holistik, yang menyediakan berbagai pilihan layanan medis, alternatif, dan preventif. 

    Sekarang In Harmony Clinic sedang merintis kerjasama dengan Laboratorium Kimia Farma, Laboratorium Klinik Pramita, SatGas Imunisasi Dewasa, dan berbagai klinik lainnya yang ada di Indonesia untuk mewujudkan visinya.
    http://www.nurulfitri.com/2016/06/in-harmony-clinic-tuhan-bantu-saya.html
    Klinik yang telah memiliki beberapa cabang ini, beranggapan bahwa jutaan orang yang meninggal akibat terjangkit penyakit, sebenarnya dapat dicegah melalui pemberian vaksinasi. 
    Buktinya, In Harmoni Clinic, berkonsentrasi pada pemberian vaksinasi pada orang dewasa dan anak-anak. Dengan didirikannya klinik yang juga menyediakan pengobatan herbal, maka kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mencegah penyakit diharapkan dapat menjangkau hingga ke lini masyarakat yang terkecil.

    Teman-teman, menderita sesuatu penyakit itu sangat mengganggu aktivitas kita sehari-hari. Lebih baik kita sehat, agar bisa menikmati hidup dengan penuh kebahagiaan. Mari terus kita tanamkan dalam diri, jika mencegah penyakit lebih baik daripada mengobatinya. Apalagi jika kita mengingat biaya yang akan dikeluarkan. Yuk, hidup lebih sehat dan menghindari hal-hal yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit.

    Sumber :  penyebabmaag(dot)com
                   Majalah Femina Edisi Oktober 2012

    22 comments:

    1. Alhamdulillah kalau saya ggada riwayat maag.

      Maag itu sangat mengganggu loh

      ReplyDelete
    2. aku jg punya sakit maag, teh. dulu pas kuliah malah lambung pernah erosi n dirawat 10 hr di rs advent. pasca opname, pola makan dijaga dgn aneka makanan pantangan selama 2 tahun. stl itu, merasa dinding lambung sudh normal, mulai deh berani makan pedas n asam lagi hehe. alhamdulillah skr jarang kambuh sakit maag krn pola makan dijaga. makan yg 'aneh2nya' liat sikon dulu n ga pernah telat makan lagi.
      moga sehat sehat terus ya teh :)

      ReplyDelete
      Replies
      1. Sama ya, kena pas masa kuliah. Aamiin, moga kita sehat terus ya, Na.

        Delete
    3. Maag katanya memang mengganggu banget...saya ga pernah ngerasain tapi kakak sering mengeluh... ikut mendoakan ya mba semoga benar2 ga balik lagi..

      ReplyDelete
      Replies
      1. Aamiin ya mbak, semoga gak balik lagi. makasih ya :)

        Delete
    4. semoga cepat sembuh mbak sakit maagnya *usirpenyakitmaagnya*

      ReplyDelete
    5. padahal makanan yang memicu asam lambung kayak nangka dan durian aku suka banget huhu

      ReplyDelete
      Replies
      1. Toss Nita, nangka sama durian itu juga salah satu makanan favorit saya hehehe

        Delete
    6. Memang maag ini ganggu banget mba. Kita harus pinter2 jaga makan dan pikiran supaya ga kambuh.
      Semoga sehat2 selalu ya mbaa :)

      ReplyDelete
      Replies
      1. Ya mbak, menggganggu banget,deh. Aamiin,makasih mbak :)

        Delete
    7. Awal puasa aku kena maag, mba. Padahal sebelumnya nggak pernah. Sakitnyaaa mana tahan . Sampai aku ke dokter

      ReplyDelete
      Replies
      1. Iya mbak, kalo udah kerasa sakitnya, duh, aktivitas keganggu :(

        Delete
    8. MArilah kita sama-sama jaga pola makan kita supaya tidak kena maag lagi. Salam Blogger!

      ReplyDelete
    9. Aku ada maag juga, kalo telat makan suka sakit. Jadinya mesti disiplin sendiri deh mengatur jam makan.
      Setuju, mencegah lebih baik daripada mengobati. Ribet banget kalo sudah sakit, mana biaya pengobatan mahal juga sekarang *eh malah curhat :D

      ReplyDelete
      Replies
      1. Betul Mbak Lianny, lebih baik mencegahnya. Selain biaya untuk berobat tidak sedikit, kalo udah sakit, aktivitas jadi terganggu :(

        Delete
    10. saya malah punya asam lambung mbak.... atasnya maag
      kalau kambuh....perihnya itu sampe nembus punggung
      maunya nggak usah kambuh...tapi ada aja

      ReplyDelete
      Replies
      1. Saya pernah sekali, mengalami seperti itu, Mbak. Aduh, mengganggu sekali ya...mudah-mudahan kita gak mengalaminya lagi ya, Mbak. Perlu kedisplinan untuk menjaga pola makan kita :)

        Delete
    11. Sama nih mbk sama kondisi suamiku yg dari dulu terkena maag dan penggemar berat kopi.hiks

      ReplyDelete

    Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
    .comment-content a {display: none;}