Keponakan saya yang paling besar, di pertengahan tahun ini sudah berhasil menyelesaikan studinya. Setelah selesai acara wisuda, kini orientasi hidupnya hanya satu, mencari kerja! Yup, salah satu pekerjaan yang dia incar yaitu menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Eh, lalu dia mendadak ragu. Setelah mengetahui banyak cerita kurang mengenakkan mengenai pendaftaran CPNS. Dulu untuk menjadi seorang pegawai negeri sipil, bisa melalui proses yang lebih mudah. Ada yang lewat jalur belakang atau melalui pintu samping, yang penting kalau ada uang, siapa pun bisa dengan mudahnya masuk ke dalam jajaran calon pegawai negeri sipil.

CAT BKN Produk Unggul Indonesia

Namun, itu dahulu. Sekarang semua sudah berubah, tentu saja berubah ke arah yang lebih baik lagi. Sejak tahun 2013, penerimaan CPNS di Indonesia telah menggunakan sistem Computer Assisted Testing (CAT). Bersamaan dengan munculnya sistem baru ini, tidak akan ada antrian panjang di Badan Kepegawaian Nasional (BKN) atau antrian di Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

Begitu pula dengan sistem tes tertulis dengan menggunakan Lembar Jawab Komputer (LJK), sudah tidak ada lagi. Metode pendaftarannya kini bisa secara online melalui satu pintu yaitu Panselnas (Panitia Seleksi Nasional). Praktis, deh!

Apa sih, CAT itu?

Computer Assisted Testing (CAT) merupakan salah satu metode seleksi yang dibantu oleh tenaga komputer untuk mendapatkan standar minimal kompetensi dasar bagi pelamar CPNS.

Di Indonesia, Badan Layanan Sipil (BKN) telah memperkenalkan sistem pengujian yang dibantu komputer (CAT) untuk mengganti sistem pengujian manual yang telah lama berdiri. Tujuannya untuk meminimalisir merajalelanya tindakan korupsi dalam perekrutan layanan sipil oleh pejabat yang berkepentingan.

Sekarang database pertanyaan dikontrol dengan ketat, dan hasilnya diposting secara real time di luar pusat pengujian. Sejak diluncurkan pada 2013, CAT telah menjadi standar defacto untuk lebih dari 62 kementerian dan lembaga negara.
Standar kompentensi dasar CPNS tersebut, dibutuhkan agar profesionalisme semua jajaran PNS bisa terwujud.

Metode seleksi CPNS dengan komputerisasi

Melalui sistem komputer, peserta bisa langsung mengerjakan soal ujian di komputer. Cara mengoperasikannya cukup mudah dan waktu yang tersisa untuk mengerjakan soal pun sudah terpampang jelas di layar komputer. Soal yang diberikan oleh panitia dalam bentuk pilihan ganda, jadi peserta cukup menggunakan mouse untuk memilih pilihan yang benar. 

Lalu bagaimana dengan hasil ujiannya? Hasilnya bisa dilihat sendiri oleh peserta, karena setelah selesai mengerjakan soal, nilai akan keluar di layar monitor. Biasanya nilai tersebut juga dipampang oleh panitia, sehingga proses dan hasilnya sangat transparan. Murni tidak ada intervensi dari pihak lain. 

Terpilihnya CAT BKN Sebagai Produk Unggulan

Dari semua cara kerja sistem CAT, proses penerimaan CPNS akan berjalan dengan transparan, murni dan bisa meminimalisir segala bentuk kecurangan. Itulah sebabnya sistem ini disambut dengan positif. Bahkan pada Bulan Oktober 2018 ini, Bank Dunia menobatkan CAT BKN sebagai produk unggul Indonesia, kategori Civil Service Management yang telah berhasil mereformasi kualitas sistem penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Indonesia.

Edwin Ariadharma perwakilan dari Bank Dunia menyampaikan bahwa terpilihnya CAT BKN sebagai produk unggulan karena keberhasilan CAT menumbuhkan rasa percaya masyarakat umum pada proses penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang dapat berjalan dengan transparan, akuntable dan lebih adil.


Cat BKN untuk seleksi CPNS dengan komputerisasi

Lebih lanjut Edwin juga menambahkan jika sistem CAT berkontribusi terhadap penyaringan sumber daya manusia. Mereka yang lulus memang karena kualitas kompetensi individunya. Sehingga berdampak positif pada penguatan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di masa yang akan datang.

Selain itu, alasan Bank Dunia menobatkan CAT BKN sebagai produk unggul karena dinilai sudah memenuhi aspek Improving Public Sector Performance.

Lebih detailnya lagi, dalam Global Report telah dijelaskan bahwa sistem penerimaan pegawai menggunakan CAT telah berhasil merombak kualitas rekruitmen CPNS di Indonesia, yang memenuhi syarat sebagai produk inovasi bidang industri dan mencakup empat unsur utama seperti:

1. Aspek Political Leadership, dimulai dengan inisiasi Kepala BKN tentang pengawasan terhadap proses perekrutan pada tahun 2010, hingga pada tahun 2014 Wakil Presiden menetapkan penggunaan CAT BKN dalam sistem perekrutan CPNS diberlakukan bagi semua Instansi Pemerintah Pusat.

2. Aspek Teknologi, untuk mereformasi sistem rekruitmen dan melakukan kolaborasi dengan instansi pemerintah terkait bidang teknologi dan cyber security, BKN melakukan pemanfaatan dan pengembangan teknologi secara mandiri

3. Aspek Transparansi, dengan menggunakan sistem CAT dalam merekrut CPNS, semua hal yang berkaitan dengan itu akan lebih transparan dan akuntabel karena masyarakat bisa memantau hasilnya secara langsung (real time).

4. Aspek Kapasitas Institusi, BKN secara berkesinambungan memastikan sistem CAT sudah siap baik dari sisi infrastruktur dan skema mekanisme tes sebelum disebarluaskan secara nasional untuk proses rekruitmen CPNS di Indonesia.

Diberlakukannya sistem CAT oleh BKN,  membawa angin segar bagi generasi muda yang sedang berusaha untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil, termasuk keponakan saya.

Mendengar sistem rekruitmen yang transparan dan akuntable, keponakan saya bisa sedikit lega. Karena sistem seleksi akan berjalan dengan jujur dan terbuka. Peluang untuk menjadi pegawai negeri sipil pun bisa terwujud.
 
Salam takzim