Thursday, 6 August 2020

Hikmah Sakitnya Melahirkan Menurut Islam

Belum lama ini, anggota keluarga  besar kami bertambah. Adik bungsu saya melahirkan anak keduanya di pertengahan bulan lalu. Kini hadir bayi laki-laki di tengah keluarga kami, menyempurnakan cucu ibu dan bapak yang telah ada. Empat cucu perempuan dan empat cucu laki-laki. Lengkap, sudah. Anak bungsu bapak dan ibu itu, melahirkan dengan proses normal. Alhamdulillah, adik saya bisa melalui proses sakitnya melahirkan dalam waktu yang singkat, hanya 2 jam setelah pecah ketuban.

Berbicara tentang proses melahirkan, pastinya tidak terlepas dari rasa sakit yang menyertai prosesnya. Sebenarnya rasa sakit luar biasa yang dialami ibu melahirkan, memiliki hikmah tersendiri menurut Islam. Hal tersebut saya ketahui dari bacaan yang ditulis oleh Ustad Mohammad Fauzil Adhim dalam bukunya, "Segenggam Iman Anak Kita".

Bukan kebetulan jika melahirkan itu menimbulkan rasa sakit. Jika Allah menghendaki melahirkan tanpa rasa sakit, tentu tidaklah sulit bagi-Nya. Allah bisa berkehendak apapun sesuai dengan keinginan-Nya.
Namun Allah tetap memberikan susah payah yang dirasakan oleh ibu hamil sejak awal mengandung hingga siap melahirkan. Jika kemudian ada rasa sakitnya saat melahirkan, pasti ada hikmah yang bisa kita dapatkan dibalik rasa sakit saat proses persalinan menurut Islam. 

Hikmah Sakitnya Melahirkan Menurut Islam

Seandainya rasa sakit melahirkan menimbulkan pengaruh buruk bagi bayi dan ibunya, tentu saja Allah akan mencabut rasa sakit tersebut. Andai persalinan yang menyakitkan dapat membawa keburukan seperti membahayakan secara fisik maupun mental, niscaya generasi kita nyaris punah. Tidak akan ada lagi ibu yang mau melahirkan secara normal.

Namun kenyataannya tidak seperti itu.

Demi menghindari kesulitan saat melahirkan dan untuk mengurangi rasa sakit, tentu saja seorang ibu akan merawat kehamilannya dengan baik, menjaga kesehatan dan melakukan banyak hal agar bisa menjaga kesehatan bayi yang ada dalam kandungan.

Berjuta-juta ibu akan tersenyum bahagia dan lega justru beberapa detik sesudah melewati rasa sakit itu. Begitu lahir bayi yang dinanti-nantikan lahir dengan selamat, seakan rasa sakit tersebut hilang, terbayar lunas. Wajah para ibu pun berganti menjadi berseri-seri. Pernah mengalami hal tersebut? Saya pernah mengalaminya dua kali. Rasa sakit luar biasa tersebut seakan hilang, tergantikan perasaan bahagia luar biasa saat melihat bayi mungil yang lucu dan menggemaskan.

Bagi ibu yang baru melahirkan, besarnya rasa sakit saat persalinan justru terasa lebih bermakna. Ada perjuangan dan ada pengorbanan. Menjadikannya pengalaman yang tidak akan pernah dilupakan selama hidup, bukan?
hikmah-melahirkan-menurut-islam
Selain itu, hikmah yang bisa didapat saat merasakan sakit saat melahirkan, sejak hari pertama ikatan emosi antara ibu dan anak terbentuk lebih erat. Bahkan sejak dari kandungan, bayi belum lahir ikatan antara ibu dan anak telah terjalin.

Pengalaman merasakan sakitnya saat melahirkan juga membuat kita jadi ingat dengan ibu sendiri. Bagaimana beliau merasakan sakit luar biasa saat melahirkan kita. Hal tersebut kemudian mendorong kita untuk ingin selalu berbuat baik kepada kedua orang tua kita.

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada kedua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehinga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa, "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang shalih yang Engkau ridhai, berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri." (Q.S. Al-Ahqaf : 15)

Sejalan dengan yang diungkapkan oleh Ustad Mohammad Fauzil Adhim, seorang professor kebidanan dari Nottingham University yaitu Dr. Denis Walsh juga mengatakan jika rasa sakit melahirkan sangat bermanfaat bagi ibu dan bayinya.

Walsh berpendapat jika rasa sakit dalam persalinan merupakan suatu proses yang memiliki tujuan dan manfaat, memiliki banyak keuntungan seperti misalnya usaha ibu dalam mempersiapkan dirinya utuk mengemban tanggung jawab mengasuh bayi yang baru lahir.

Kemudian Walsh juga menunjukkan bahwa rasa sakit saat melahirkan bersifat sesaat, sangat menyehatkan dan mempercepat terbentuknya ikatan emosi yang baik antara ibu dan anak. Menurut Walsh melahirkan secara alamiah merupakan pilihan terbaik. Oleh karenanya, usahakan untuk bersungguh-sungguh melewati proses persalinan dengan normal.

Meskipun begitu, saya juga tidak bisa menyalahkan jika ada ibu yang melahirkan dengan operasi cesar. Saya yakin kondisi setiap ibu berbeda satu dengan yang lainnya. Semua ibu ingin melakukan yang terbaik, termasuk dalam menjalani proses melahirkan. Jika keadaan memaksa dan secara medis dinyatakan tidak bisa melahirkan secara normal, tentunya operasi cesar jadi pilihan terbaik. Selama bisa menyelamatkan kondisi bayi dan ibunya.
hikmah-melahirkan-menurut-islam
Semua ibu pastinya ingin memberikan yang terbaik bagi buah hatinya. Setelah melewati proses melahirkan masih ada tugas panjang yang harus diperhatikan, yaitu mengasuh anak. Tugas kita untuk membekali diri dengan ilmu untuk mendampingi tumbuh kembang anak-anak. Karena mendidik anak membutuhkan ilmu. Tidak hanya secara fisik, orang tua juga perlu memenuhi kebutuhan psikis anak dengan cinta.
Semoga bermanfaat.

            Salam takzim

41 comments:

  1. Yup, sakitnya melahirkan sudah tidak terasa lagi begitu bayi sudah lahir dengan sehat selamat ya. Aku sudah mengalaminya 3 kali. Bersyukur, bisa persalinan secara normal karena aku memang takut kalau operasi hehe.

    ReplyDelete
  2. Memang melahirkan rasanya luar biasa ya Teh. Saya setelah melahirkan juga pendarahan 3x selama 3x pendarahan. Tapi emang rasanya lega kalau baby nya sudah keluar

    ReplyDelete
  3. Dewi terharu bacanya teh. Semoga kita selalu menjadi probadi yang berilmu dan selalu mampu mengamalkannya ya teh, khususnya pada anak dan generasi muda....

    ReplyDelete
  4. Bagi ibu yang baru melahirkan, besarnya rasa sakit saat persalinan justru terasa lebih bermakna. Ada perjuangan dan ada pengorbanan. Menjadikannya pengalaman yang tidak akan pernah dilupakan selama hidup .... setuju.

    Anak juga kalau pelan-pelan tahu apa yang dialami ibundanya, akan lebih hormat pada ibunya. In syaa Allah ikatan batinnya lebih kuat.

    ReplyDelete
  5. Iya, ya, kalau melahirkan secara normal itu sakit, kenapa ibu-ibu di luar sana mengidamkan bis amelahirkan secara normal, ya. Ah, baca ini jadi mengingatkanku masa-masa melahirkan anakku, Mbak. Berjuang selama sehari semalam untuk tiduran miring mulu agar kepala si bayi menutup ke jalan lahirnya dan air ketuban nggak merembes. Sungguh, sangat penuh perjuangan.

    ReplyDelete
  6. Tak semua rasa sakit terjadi begitu saja, rasa sakit saat melahirkan berbeda, karena kayak makna.

    ReplyDelete
  7. Benar mbak. Saya sebagai yang melahirkan dua kali lewat proses caesar merasakan betul gimana gak nyamannya di-judge orangorang, dan parahnya lagi kebanyakan adalah keluarga sendiri :(

    ReplyDelete
  8. Bener banget apa yg dikatakan Ust Fauzil Adhim.
    Duuh, jadi rindu Ibukuuuu
    Makasiii artikelnya Mba
    Semogaaaa semuanya sehatt ya

    ReplyDelete
  9. saya bukan muslim mba, tapi saya merasakan sakitnya melahirkan hahahaa bukaan pertama jam 2 pagi aka subuh, anaknya baru mau lahir setelah lepas mahgrib :) lumayan ya mbak, sedep, sampe suami trauma dan ga mau saya hamil lagi

    ReplyDelete
  10. bener mba, banyak hikmah dari sakitnya melahirkan..
    dan.. normal dan cesar itu sama aja. sama-sama sakit. hehe..

    ReplyDelete
  11. kalo ingat sakitnya memang serasa kapok ya..tapi kalo ingat rasa bahagianya setelah anak lahir..rasanya bersyukur banget

    ReplyDelete
  12. Jadi teringat aku melahirkan kedua anakku secara normal. Yang sulung perempuan 3,3 kg dan si bungsu laki-laki lahir 4,02 kg...super besar deh alhamdulillaah. Bener, jadi inget juga dosa2 kita pada ibu yg melahirkan kita dan jasa2 beliau mengurus semua anak2nya dg tulus ikhlas :D Sedih dan terharu kalau tema ceritanya begini.

    ReplyDelete
  13. huhuhu, iya Mba....pas kontraksi pertama kali langsung ingat mama, ingat dosa bejibun sama mama, huaaaaa. Ya Alloh, rasanya itu tak terkatakan ya Mba. Tapi Alloh kasih kita hormon oksitosin (hormon cinta) sebagai penyeimbang rasa sakit itu, jadi walau sakit ga bikin jera ya, hihi. Masya Alloh

    ReplyDelete
  14. MasyaAllah...
    bahagianya para perempuan yang sudah merasakan nikmatnya sakit melahirkan.
    Semoga suatu saat saya juga merasakannya.
    doain ya...

    ReplyDelete
  15. Kalau aku dulu emang gak bisa lahiran secara normal, padahal kepengan banget. Waktu program hamil ternyata aku ada miomnya tapi gak bahaya, akhirnya aku hamil dengan keadaan mion ada dijalan lahir waktu itu. Makanya dipersiapkan operasi secar, tapi nyatanya aku merasakan kontraksi juga karena sebelum H-2 masuk RS aku meni pedi dulu dong. Jadi akupun merasakan betapa nikmatnya kontraksi itu.

    ReplyDelete
  16. Benar banget, Mbak, kondisi tiap wanita hamil beda. Yang tak bermasalah dengan kehamilan dan selalu sehat mungkin bisa melahirkan normal. Tapi kalau yang tidak kan butuh cesar. Namun metode melahirkan apapun yang dipilih ibu tentu sudah dipikirkan masak-masak ya

    ReplyDelete
  17. Aku juga baca buku Ust. Fauzil Adhim mengenai Segenggam Iman Untuk Anakku.
    Menarik bahasan parenting dari sisi Ayah dan agama.

    ReplyDelete
  18. Setelah merasakan sakitnya melahirkan anak pertama, saya bilang ke suami kapok. Punya anak 1 aja karena nggak mau merasakan sakitnya lagi.
    Tapi ternyata kapok lombok aja, buktinya malah di susul anak ke dua dan ketiga dan alhamdulillah semuanya dengan persalinan normal

    ReplyDelete
  19. Sakitnya melahirkan memang wow, gak ada tandingannya. Aku 4 kali ngerasain itu. Tapi iya, segala sakit dan kepayahan itu langsung gak kerasa begitu ngelihat si bayi. Alhamdulillah diberi kesempatan ngerasain nikmatnya menjadi ibu. 👌

    ReplyDelete
  20. Qodarulloh saya nggak bisa melahirkan normal karena indikasi medis. Efek anestesinya masih terasa sakitnya.

    ReplyDelete
  21. Terima kasih sudah share mbaa.. aku juga melahirkan kedua anakku dengan normal. Terasaa sekali hehe

    ReplyDelete
  22. Tapi sakitnya terobati ya begitu melihat bayi . Rasanya plong

    ReplyDelete
  23. Aku dulu sering bertanya-tanya. Kenapa sih, yang hamil karena 'kecelakaan' terus anaknya mereka buang, kok ibunya bisa jagjag. Melahirkan sendiri, udah gitu gak kelihatan sakit. Terus ada temen yang jawab. Katanya yang begitu memang sama Allah dicabut rasa sakitnya. Mereka gak merasakan rasa sakit itu. Sebab memang, sakitnya ibu melahirkan itu sebuah nikmat. Yang membuat para ibu menjadi mulia. Wallahu alam benar atau tidaknya. 😊

    ReplyDelete
  24. Suka salut banget sm ibu2 yg sudah ngerasain gimana sakitnya kontraksi dsb. Pasti luar biasaaa perjuangannya.

    Jujur mba, anak aku udah 2 tp blm pernah ngerasain apa itu kontraksi.

    Yg pertama dulu ketuban keburu pecah n darurat. Harus dioperasi.

    Yg kedua udah diusahain mau normal. Mendadak pas deket hari H dia posisi melintang.

    Akhirnya ya udahlah. Cesar keduanya. Heu. Kagum pas baca hikmah melahirkan disiniii

    ReplyDelete
  25. In syaa Allah doanya sakit saat melahirkan ini menjadi penggugur dosa yaa, teh..
    Kebayang-bayang mulesnya sampai sakit benerannya, ya Allah~
    Hasbunallah Wa Ni’mal Wakil, Ni’mal Maula Wa Ni’man Nashir.

    ReplyDelete
  26. Melahirkan itu ga terlupa ya mak setiap detilnya selalu inget aku hihi. Semoga menjadi amalan ya mak

    ReplyDelete
  27. Setuju mbak, sakitnya melahirkan menjadi kita ingat pengalaman ibu saat lahirin dulu. Jadi nggak berani deh bantah perkataannya lagi begitu aku lahiran anak pertama. Meski sakitnya udah ilang begitu anak lahir

    ReplyDelete
  28. Jadi keingetan pas lahiran dulu.. kayaknya emang gak ada rasa sakit yang menandingi pas lahiran ya.. lahir normal/sesar buatku sama sakitny.. hehe

    ReplyDelete
  29. Yess, is great and full meaning of birth. I am grateful 4 normal brith. I hope we are always pattient and care about ourself and dont give up to get well soon after birth

    ReplyDelete
  30. Salut dengan ibu-ibu yang berhasil melahirkan bayi secara normal. Nggak kebayang rasa semua itu. Saya hanya sekali melahirkan dan cesio

    ReplyDelete
  31. Ya Allah semoga saya dimudahkan dalam mendpatkan momongan dan ketika melahirkan. Aaamiin
    Aku belum pernah merasakan melahirkan mba, tapi sudah mulai mempersiapkan diri bismillah meski ya rada takut. Tapi yakin aja sama Allah ya.

    ReplyDelete
  32. Alhamdulillah saya mengalami 2 kali persalinana normal dan 1 kali sesar. Jadi tahu rasa sakitnya sama aja...Yang utama bisa kita ambil hikmah jika itulah juga pengorbanan Ibu kita saat melahirkan kita. Pun amanah yang kita emban setelahnya, untuk mendidik anak dengan ilmu pun mendampingi tumbuh kembangnya dengan cinta kasih.

    ReplyDelete
  33. Sewaktu melahirkan anak-anak, aku rasa terimakasih kepada ibuku lebih dalam terbayang gimana dulu perjuangannya sewaktu melahirkan aku

    ReplyDelete
  34. Kalau dipikir-pikir bener juga ya, melahirkan itu "kapok lombok" meskipun sakit tapi gak ada yang takut dan penginnya mengulang lagi. Itulah nikmatnya menjadi perempuan apalagi ibu. Karena sensasi rasa sakit saat melahirkan itu selalu menghadirkan rindu.

    ReplyDelete
  35. 3 kali melahirkan, saya selalu berharap bisa melahirkan normal seperti ibu2 lainnya. Bahkan menyisipkan doa, agar diberi kesempatan merasakan "sakit melahirkan" yang sesungguhnya agar bisa merasakan benar2 perjuangan ibu melahirkan. Qadarullah, semua tetal harus SC. Dan akhirnya saya sadar, kadar "sakit" tidak menjadi patokan untuk merasakan jadi ibu sesungguhnya. Sakit pasca operasipun memberi banyak hikmah.

    ReplyDelete
  36. Kayaknya anak pertama bisa menahan rasa sakit sambil sering-sering tarik nafas. Lahirnya juga cepet banget. 30' smp klinik langsung lahir. Emang kalau anak udah lahir yaa ilang semua rasa sakit...

    ReplyDelete
  37. Salah satunya adalah penggugur dosa juga ya Mbak. Sebenarnya normal dan operasi sama-sama sakit sih.

    Meski yuni belum merasakannya, tapi sepupu yuni ada yang melahirkan normal dan operasi caesar.

    Keduanya punya rasa sakitnya masing-masing. Nggak bisa dianggap sebelah mata.

    Makanya begitu mulianya derjat ibu. Bahkan Rasul pun menyebutkannya sebanyak tiga kali sebelum menyebut ayah ketika ditanyakan siapakah yang harus dihormati.

    Betul kan?

    ReplyDelete
  38. Sakitnya saat melahirkan memang hanyabibu yang tahu. Untuk caesar juga ada rasa sakit setelah operasi. Bagaimanapun prosesnya ibu tetaplah ibu dari anak-anaknya.

    ReplyDelete
  39. Masyaallah jadi ladang pahala juga buat seorang ibu jihat melahirkan. Rasa sakit luarbiasa yang menjadi moment indah dan bikin rindu.

    ReplyDelete
  40. salut banget kepada Ibu-Ibu yang bisa melahirkan secara normal, tanpa mengurangi rasa keIbuan-karena aku tidak pernah merasakan kontraksi dan bagaimana mengejan. Tapi setelah operasi dan biusnya hilang baru terasa sakitnya. Apalagi anakku nangis mulu. InsyaAllah semoga menjadi momen paling sakral dalam hidup karena melahirkan manusia baru bernama bayi. Makasih teteh untuk artikelnya ini.

    ReplyDelete
  41. Iya, sakit melahirkan memang sensasi yang berbeda dan wow banget saat merasakannya....Tapi jadi momen yang selalu teringat

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar. Mohon maaf, untuk menghindari SPAM, komentarnya dimoderasi dulu, yaa ^~^