Belum lama ini, anggota keluarga  besar kami bertambah. Adik bungsu saya melahirkan anak keduanya di pertengahan bulan lalu. Kini hadir bayi laki-laki di tengah keluarga kami, menyempurnakan cucu ibu dan bapak yang telah ada. Empat cucu perempuan dan empat cucu laki-laki. Lengkap, sudah. Anak bungsu bapak dan ibu itu, melahirkan dengan proses normal. Alhamdulillah, adik saya bisa melalui proses sakitnya melahirkan dalam waktu yang singkat, hanya 2 jam setelah pecah ketuban.

Berbicara tentang proses melahirkan, pastinya tidak terlepas dari rasa sakit yang menyertai prosesnya. Sebenarnya rasa sakit luar biasa yang dialami ibu melahirkan, memiliki hikmah tersendiri menurut Islam. Hal tersebut saya ketahui dari bacaan yang ditulis oleh Ustad Mohammad Fauzil Adhim dalam bukunya, "Segenggam Iman Anak Kita".

Bukan kebetulan jika melahirkan itu menimbulkan rasa sakit. Jika Allah menghendaki melahirkan tanpa rasa sakit, tentu tidaklah sulit bagi-Nya. Allah bisa berkehendak apapun sesuai dengan keinginan-Nya.
Namun Allah tetap memberikan susah payah yang dirasakan oleh ibu hamil sejak awal mengandung hingga siap melahirkan. Jika kemudian ada rasa sakitnya saat melahirkan, pasti ada hikmah yang bisa kita dapatkan dibalik rasa sakit saat proses persalinan menurut Islam. 

Hikmah Sakitnya Melahirkan Menurut Islam

Seandainya rasa sakit melahirkan menimbulkan pengaruh buruk bagi bayi dan ibunya, tentu saja Allah akan mencabut rasa sakit tersebut. Andai persalinan yang menyakitkan dapat membawa keburukan seperti membahayakan secara fisik maupun mental, niscaya generasi kita nyaris punah. Tidak akan ada lagi ibu yang mau melahirkan secara normal.

Namun kenyataannya tidak seperti itu.

Demi menghindari kesulitan saat melahirkan dan untuk mengurangi rasa sakit, tentu saja seorang ibu akan merawat kehamilannya dengan baik, menjaga kesehatan dan melakukan banyak hal agar bisa menjaga kesehatan bayi yang ada dalam kandungan.

Berjuta-juta ibu akan tersenyum bahagia dan lega justru beberapa detik sesudah melewati rasa sakit itu. Begitu lahir bayi yang dinanti-nantikan lahir dengan selamat, seakan rasa sakit tersebut hilang, terbayar lunas. Wajah para ibu pun berganti menjadi berseri-seri. Pernah mengalami hal tersebut? Saya pernah mengalaminya dua kali. Rasa sakit luar biasa tersebut seakan hilang, tergantikan perasaan bahagia luar biasa saat melihat bayi mungil yang lucu dan menggemaskan.

Bagi ibu yang baru melahirkan, besarnya rasa sakit saat persalinan justru terasa lebih bermakna. Ada perjuangan dan ada pengorbanan. Menjadikannya pengalaman yang tidak akan pernah dilupakan selama hidup, bukan?
hikmah-melahirkan-menurut-islam
Selain itu, hikmah yang bisa didapat saat merasakan sakit saat melahirkan, sejak hari pertama ikatan emosi antara ibu dan anak terbentuk lebih erat. Bahkan sejak dari kandungan, bayi belum lahir ikatan antara ibu dan anak telah terjalin.

Pengalaman merasakan sakitnya saat melahirkan juga membuat kita jadi ingat dengan ibu sendiri. Bagaimana beliau merasakan sakit luar biasa saat melahirkan kita. Hal tersebut kemudian mendorong kita untuk ingin selalu berbuat baik kepada kedua orang tua kita.

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada kedua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehinga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa, "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang shalih yang Engkau ridhai, berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri." (Q.S. Al-Ahqaf : 15)

Sejalan dengan yang diungkapkan oleh Ustad Mohammad Fauzil Adhim, seorang professor kebidanan dari Nottingham University yaitu Dr. Denis Walsh juga mengatakan jika rasa sakit melahirkan sangat bermanfaat bagi ibu dan bayinya.

Walsh berpendapat jika rasa sakit dalam persalinan merupakan suatu proses yang memiliki tujuan dan manfaat, memiliki banyak keuntungan seperti misalnya usaha ibu dalam mempersiapkan dirinya utuk mengemban tanggung jawab mengasuh bayi yang baru lahir.

Kemudian Walsh juga menunjukkan bahwa rasa sakit saat melahirkan bersifat sesaat, sangat menyehatkan dan mempercepat terbentuknya ikatan emosi yang baik antara ibu dan anak. Menurut Walsh melahirkan secara alamiah merupakan pilihan terbaik. Oleh karenanya, usahakan untuk bersungguh-sungguh melewati proses persalinan dengan normal.

Meskipun begitu, saya juga tidak bisa menyalahkan jika ada ibu yang melahirkan dengan operasi cesar. Saya yakin kondisi setiap ibu berbeda satu dengan yang lainnya. Semua ibu ingin melakukan yang terbaik, termasuk dalam menjalani proses melahirkan. Jika keadaan memaksa dan secara medis dinyatakan tidak bisa melahirkan secara normal, tentunya operasi cesar jadi pilihan terbaik. Selama bisa menyelamatkan kondisi bayi dan ibunya.
hikmah-melahirkan-menurut-islam
Semua ibu pastinya ingin memberikan yang terbaik bagi buah hatinya. Setelah melewati proses melahirkan masih ada tugas panjang yang harus diperhatikan, yaitu mengasuh anak. Tugas kita untuk membekali diri dengan ilmu untuk mendampingi tumbuh kembang anak-anak. Karena mendidik anak membutuhkan ilmu. Tidak hanya secara fisik, orang tua juga perlu memenuhi kebutuhan psikis anak dengan cinta.
Semoga bermanfaat.

            Salam takzim