Showing posts with label Mengasuh Anak. Show all posts
Showing posts with label Mengasuh Anak. Show all posts

Monday, 21 September 2020

7 Cara Menumbuhkan Empati Anak di Masa Pandemi

6 bulan sudah pandemi Covid-19 terjadi di negara kita. Berbagai upaya untuk memutus rantai penularan sudah dilakukan, mulai dari pemberlakuan protokol kesehatan, pengembangan vaksin dan obat hingga swadaya masyarakat yang saling empati dengan sesama.

Pandemi Covid 19 tidak hanya merengut banyak jiwa tetapi juga menghantam berbagai sektor kehidupan. Sektor ekonomi, sosial dan aspek kehidupan lainnya juga turut terkena dampaknya. Banyak masyarakat yang kehilangan keluarganya, kehilangan pekerjaan bahkan ada juga yang terpaksa kembali ke kampung halaman.

menumbuhkan-empati-anak

Saturday, 12 September 2020

Cara Mengatasi Sembelit Pada Anak

"Mbak, dedek sekarang suka ngeden, kayak yang mau buang air besar."
"Abis ngeden, ternyata buang air besar, enggak?"
"Enggak! Kasihan lihatnya kalau lagi ngeden mukanya sampai merah, gitu. Kayaknya sembelit."

Kemarin adik bungsu menghubungi saya, perihal bayinya yang akhir-akhir ini sering ngeden tetapi tidak BAB. Beberapa waktu lalu saya juga melihat langsung ketika bayi satu bulan itu mengejan tetapi ternyata tidak buang air besar. Sempat bingung juga dengan masalah yang sedang dihadapi oleh adik saya. Secara saya, kan, bukan pakar kesehatan.

Thursday, 27 August 2020

Mempersiapkan Anak Menyambut Kelahiran Adik Baru

Sebulan yang lalu, anggota keluarga kami bertambah. Lahirnya seorang bayi lelaki yang merupakan anak kedua dari adik bungsu saya. Anak pertamanya seorang gadis kecil yang cantik, lincah dan ceriwis. Anak kecil yang lagi gemes-gemesinnya, deh! 

Dulu, ketika mengetahui ibunya sedang mengandung, keponakan saya itu menanggapinya dengan riang. Dia membayangkan asyiknya memiliki adik bayi. Selama adik saya mengandung, keponakan bermata bulat itu sering kali menyium atau mengelus perut ibunya dengan riang serta begitu menantikan kelahiran adik barunya.

menyambut-kelahiran-adik-baru
Sun sayang untuk adik di dalam perut :))

Anak perempuan itu mengerti jika di dalam perut ibunya ada bayi yang kelak akan menjadi adiknya. Oleh karenanya dia sering mengajak mengobrol calon adiknya tersebut. Bahkan ketika sudah memasuki waktu melahirkan, keponakan saya mengajak calon adiknya untuk segera keluar dari perut ibu mereka. Saya dan semua orang yang ada di keluarga kami begitu yakin, jika gadis kecil itu sudah siap menerima kehadiran adik baru.

Tuesday, 2 January 2018

Inilah 5 Bahasa Cinta Yang Mempererat Hubungan Orangtua dengan Buah Hati

Setiap anak memiliki kebutuhan yang harus dipenuhi oleh orangtuanya. Ada kebutuhan fisik dan juga kebutuhan psikis. Untuk kebutuhan fisik, pada umumnya orangtua sudah tahu apa saja kebutuhan anak yang perlu dipenuhi. Namun yang terpenting, yaitu memenuhi kebutuhan psikis buah hati, dengan mengisi tangki cinta anak dengan bahasa cinta.

http://www.nurulfitri.com/2018/01/5-bahasa-cinta.html

Anak yang memiliki tangki cinta yang penuh, dapat dilihat dari tingkah lakunya sehari-hari. Jika anak memiliki tangki cinta yang maksimal, dia akan terlihat penuh semangat, merasa bahagia, mudah diajak kerja sama dan mudah diarahkan.

Tuesday, 3 October 2017

Pentingnya Ilmu Untuk Orangtua Sebagai Bekal Mengasuh Anak

Tidak ada sekolah untuk jadi orangtua. Yang banyak ditemukan justru sekolah untuk anak. Tujuan sekolah untuk menjadikan anak yang pintar, cekatan, baik , sholeh dan hal lainnya. Tapi bukankah kita juga butuh ilmu untuk menjadi orangtua bagi anak-anak? Mengingat pentingnya ilmu untuk orangtua sebagai bekal mengasuh anak-anaknya.
http://www.nurulfitri.com/2017/10/pentingnya-ilmu-untuk-bekal-mengasuh.html
Belajar ilmu parenting bersama para wali murid
Ilmu yang dimiliki oleh seseorang terlihat saat dia mengasuh anak-anaknya. Ilmu pengetahuan yang kurang, alih-alih membuat anaknya menjadi lebih baik, malah bisa mencelakakan buah hati kesayangan. Lagi pula, jangan sampai hal-hal yang ingin diketahui oleh anak, tidak bisa terpenuhi oleh orangtuanya. Sangat berbahaya apabila anak memuaskan keingintahuannya melalui hal atau pihak yang kurang baik.