Inilah 6 Etika Silaturahim Yang Perlu Kita Ketahui

Inilah 6 Etika Silaturahim Yang Perlu Kita Ketahui. Siapa pun pasti akan setuju, jika menjaga keutuhan hubungan pertemanan, saling akur dengan sesama saudara semestinya dilaksanakan. Tidak bisa dipungkiri, jika silang pendapat dan ketersinggungan pasti kerap muncul. Namun, kita pun harus menyikapinya dengan bijak, agar tidak sampai menjadi pemutus hubungan.
http://www.nurulfitri.com/2016/07/i6-etika-silaturahim-yang-perlu-diketahu.html

Oh ya, masyarakat luas, lebih mengenal kata silaturahmi dibandingkan silaturahim. Padahal yang benar adalah silaturahim. Dalam bahasa Arab, silaturahim berasal dari dua kata, yaitu silah yang berarti menyambung dan rahim yang diartikan sebagai saudara atau persaudaraan. Nah, jadi silaturahim adalah menyambung tali persaudaraan.

Sebenarnya, hakikat silaturahim bukan hanya sekedar saling berkunjung, berjabat tangan dan bermaaf-maafan, seperti yang biasa dilakukan di saat Hari Raya Idul Fitri saja, loh!. Namun lebih kepada kelapangan dada dan mental yang kuat untuk memaafkan dan meminta maaf secara tulus.

Agar kita bisa menyempurnakan makna silaturahim dan mengambil manfaat ketika melakukan silaturahim, kita pun perlu memperhatikan etika melakukan silaturahim ketika bertemu saudara dan teman-teman. Apa saja etika ketika bersilaturahim itu? Inilah 6 etika silaturahim yang perlu kita ketahui : 

1. Melakukan silaturahim niat hanya karena Allah.
Hindari memiliki niat dengan tujuan yang lain. Bila kita niatkan karena Allah, maka ini pun bisa menjadi pembukti keimanan kita kepada Allah dan hari akhir. Dengan niat ini pula, maka kita berharap terhindar dari siksa api neraka.

2. Mengucap salam, ketika hendak masuk ke dalam rumah. 
Lakukan pembicaraan dengan kata yang baik dan menghindari kata-kata yang bisa menyakitkan. 

3. Hindari waktu yang tidak tepat ketika berkunjung.
Misalnya saja, menghindari bersilaturahim di saat jam istirahat atau saat maghrib serta saat ibadah. Apabila kita berkunjung di waktu yang tidak baik, kemungkinan besar akan mengganggu tuan rumah.

4. Tidak menyelidiki rumah yang kita kunjungi. 
Menyelidik di sini, maksudnya kita melihat-lihat secara berlebihan ke bagian dalam rumah, atau membuka-buka lemari dan laci yang ada di ruangan pemilik rumah. Selain itu, hindari melakukan sesuatu jika belum dipersilakan. Seperti sabda Rasulullah :
" Siapa yang memasuki majelis suatu kaum, hendaklah dia duduk di tempat yang telah disediakan karena kaum itu (tuan rumah) lebih mengetahui aib rumah mereka."
5. Jangan terlalu lama berkunjung
Selain menghindari waktu yang tidak tepat, kita pun  perlu memperhatikan lamanya waktu berkunjung. Bertemu dengan kenalan atau teman-teman yang telah lama tidak berjumpa, memang terkadang membuat kita lupa waktu. Begitu banyak bahan pembicaraan yang ingin diutarakan. 
Namun, kita pun perlu bertoleransi jika orang lain memiliki kepentingan dan waktu privasi tersendiri. Oleh karena itu, alangkah lebih baiknya, jika kita tidak terlalu lama berkunjung karena dikhawatirkan dapat mengganggu kenyamanan tuan rumah.

6. Membawa buah tangan atau hadiah
Mengenai hal ini, Rasulullah pun bersabda, "Tahadu, tahabbu." Saling memberi hadiahlah kamu, niscaya kamu saling mencintai. 

Maka dari itu, sebaiknya kita membawa buah tangan atau oleh-oleh jika kita mau berkunjung ke rumah orang lain. Meskipun kita membawa buah tangan yang sederhana, namun dapat berarti lebih bagi penerimanya.


Dengan menjalin silaturahim, maka hubungan persaudaraan akan semakin erat, tersambungnya kembali hubungan yang telah merenggang serta bisa membukakan pintu rejeki. Selain itu, dengan silaturahim juga dipercaya dapat memperpanjang umur. Menjalaninya berlandaskan etika yang baik, dapat membuat kegiatan saling mengunjungi menjadi lebih bermakna.

Salam silaturahim


14 comments:

  1. Makasih mbak tips nya. Tips ini berguna banget bagi yang lagi lebaran silaturahmi ke rumah tetangga dan rumah saudara lainnya.

    ReplyDelete
  2. Setuju mbak jangan terlalu lama berkunjung, biasanya tamu gak memperhatikan ini. Mereka berjam2 bertamu eh ternyata yang punya rumah ingin melakukan aktivitas lainnya. Jadi haru tahu diri ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mbak, harus tau diri. Takutnya yang punya rumah, punya keperluan lain

      Delete
  3. untuk poin 6, saya membawa hadiah... senyuman :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hhmmm senyuman yang paling manis ya Mas :)

      Delete
  4. wah manfaat mbak nurul semoga bisa kita amalkan... dan selamat hari raya ya mbak Allahumma taqobbal minna shiyamana, wa qiyamana, wa sujudana, wa tilawatana, wa shodaqona. Taqobbalallahu minna wa minkum kullu aamin wa antum bi khoir.

    ReplyDelete
  5. Membawa buah tangan atau oleh oleh, or sekedar 1 box bolu gak akan membuat kita miskin.. Hehehe.. Iya itu penting tuh mba berkunjung ke rumah seseorang dengan membawa buah tangan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dengan membawa buah tangan, tuan rumah akan senang, ya Mbak :)

      Delete
  6. Okeh juga nih tipsnya terima kasih ya sangat membantu sekali.

    ReplyDelete
  7. Tambahan, jangan tanya kapan nikah buat para jomblo. Nanti disuruh bayar 2 juta :D

    ReplyDelete

.comment-content a {display: none;}