Melejitkan Potensi Anak Bersama Neno Warisman Parenting

Melejitkan Potensi Anak Bersama Neno Warisman Parenting. Saya paling antusias, jika ada yang mengadakan acara parenting. Iya, selalu bersemangat sehingga saya akan selalu berusaha untuk menghadirinya. Apa alasannya? Karena saya membutuhkan ilmunya. Seperti kita ketahui, sekolah untuk anak banyak. Beragam instansi pendidikan berusaha mencetak anak menjadi insan yang baik, anak yang berbakti kepada orangtua, mendidik anak cerdas, mengasah ketrampilannya, membangun daya kreatifitas dan pendidikan lainnya.

http://www.nurulfitri.com/2017/01/melejitkan-potensi-anak-bersama-neno.html

Lalu bagaimana dengan pendidikan untuk orangtua, saya kira masih sedikit sekali. Padahal menjadi orangtua itu perlu ilmu. Mengasuh dan membesarkan seorang anak membutuhkan pengetahuan yang luas. Dan bagaimana kita bisa jadi orangtua yang berilmu jika kita tidak mempelajarinya, bukan?

Nah, salah satu cara untuk mendapatkan ilmu menjadi orangtua, melalui acara parenting. Jadi, ketika seorang sahabat memberitahukan akan ada sebuah acara parenting yang diselenggarakan di kota kami, dengan semangat saya mengikuti ajakannya untuk hadir. Apalagi pengisi acaranya sudah tidak asing lagi. Neno Warisman, loh!

Siapa yang tidak kenal Neno Warisman? Penyanyi bersuara merdu yang pernah berduet dengan Fariz FM ini merupakan artis di era tahun 1990-an, dan kini beliau lebih aktif bergerak di bidang pendidikan dan sosial.

http://www.nurulfitri.com/2017/01/melejitkan-potensi-anak-bersama-neno.html

Oh iya, selain pematerinya yang terkenal dan memiliki kapasitas di bidangnya, saya juga tertarik mengikuti acara tersebut karena diadakan di lokasi yang dekat dengan tempat tinggal saya.

Acara yang berlangsung pada Hari Sabtu itu, diadakan di Hotel Fave-Subang. Sebenarnya saya sering melewati hotel yang masih terbilang baru di kota kami,itu. Namun, baru kali ini saya berkesempatan masuk ke dalamnya.

Pertama kali masuk ke hotel yang ada di Jl. Kapten Hanafiah - Subang ini, saya disuguhkan oleh desain interior yang cukup menyejukkan mata. Nuansa putih dan merah muda tampak mendominasi lobby hotel tersebut.

http://www.nurulfitri.com/2017/01/melejitkan-potensi-anak-bersama-neno.html
Lobby Hotel Fave-Subang
Acara parenting yang akan saya ikuti, ternyata diselenggarakan di lantai dua. Sebenarnya hotel ini menyediakan tangga dan lift untuk pengunjung sebagai akses ke lantai dua. Tetapi saya dan sahabat, lebih memilih menggunakan lift. Bukan apa-apa, selain lebih menghemat tenaga, juga nggak ada salahnya memanfaatkan fasilitas, bukan? He he he....

Dan sesampainya di lantai dua, seluruh peserta diharuskan melakukan registrasi ulang. Di meja registrasi, peserta menandatangani daftar hadir lalu kemudian diberi goodie bag, berisi bahan materi yang akan disampaikan. Dan sebelum memasuki ruangan, kami pun disuguhi makanan ringan dan minuman sebagai amunisi saat mendengarkan materi.

http://www.nurulfitri.com/2017/01/melejitkan-potensi-anak-bersama-neno.html
Makanan ringan yang disediakan oleh panitia
Berani Karena Percaya
Setelah sambutan dari panitia dan lembaga terkait, acara yang bertema "Melejitkan Potensi Anak Berbasis Multiple Intelligences" itu pun dimulai oleh pemateri dengan menyapa semua peserta seminar. Di sesi pertama, Mbak Neno Warisman menceritakan aktivitas yang sedang dijalaninya akhir-akhir ini. Ternyata beliau kini aktif di organisasi wanita bernama Gerakan Ibu Negeri (GIN). Sesuai dengan namanya, organisani itu banyak bergerak untuk kepentingan negeri kita.

Salah satu kegiatan peduli negeri yang dilakukan Mbak Neno beserta kawan-kawannya, yaitu turut serta ketika ada aksi damai di Ibu Kota. Ikut mendukung dengan cara membagikan setangkai bunga kepada peserta aksi, dan di akhir acara, sebagai wujud keikutsertaan kecintaannya pada lingkungan, wanita-wanita super itu pun terjun langsung membersihkan sisa-sisa aksi.

Wanita yang masih terlihat cantik itu juga berani menyisihkan pendapatannya demi ikut serta dalam acara bela negerinya. Mbak Neno yakin akan kebenaran aksi tersebut, sehingga membuatnya berani mengguyurkan 120 juta di dalam aksi tersebut. Karena merasa percaya dan yakin, maka dia berani untuk ikut serta dalam aksi damai tersebut.

Dan ternyata, dana 120 juta tersebut tidak hanya berasal dari uang kas GIN, namun ada juga dari kas pribadi Mbak Neno sendiri. Beliau juga bercerita, jika penghasilan dari acara seminar yang sering diisi oleh pelantun "Nada Kasih" ini, hasilnya disumbangkan untuk perjuangan GIN untuk membela bangsa dan negara. Semua dilakukannya dengan yakin, percaya diri dan penuh keberanian.

http://www.nurulfitri.com/2017/01/melejitkan-potensi-anak-bersama-neno.html
Parenting Bersama Neno Warisman
Sikap pemberani itu pun, dihubungkan juga dengan ilmu parenting yang disampaikan olehnya. Menurutnya, semua peserta seminar datang karena mereka percaya dengan pemberi materinya. Dan karena percaya, semua pun berani untuk membayar sejumlah biaya yang diajukan dan berani meluangkan waktu mereka untuk hadir.

Begitu pula dengan anak-anak kita. Mereka akan menjadi anak pemberani jika mereka telah percaya dan meyakini suatu hal. Tugas orangtualah yang bisa membuat anak mengakui dan berani melakukan hal tersebut. Memang tidak mudah, menumbuhkan rasa percaya pada diri seseorang. Karena timbulnya rasa percaya itu, akan tumbuh seiringnya perjalanan waktu. Kepercayaan juga bisa terwujud karena adanya hubungan atau ikatan keluarga.

Gali Kecerdasan Yang Dominan
Selain menumbuhkan rasa percaya diri pada anak, orangtua juga dituntut untuk bisa percaya dengan anak mereka sendiri. Percaya pada kemampuan anak dan meyakini apa-apa yang disukai oleh buah hati. Iya, orangtua perlu mempercayai kecerdasan dan kemampuan anaknya.

Semua anak tidak sama. Mereka memiliki kecerdasannya masing-masing. Dan sebagai orangtua, semua harus bisa berusaha mengetahui kecerdasan anak-anak yang paling dominan. Karena setiap anak unik, dengan kecerdasannya masing-masing. Dan untuk masa depan anak, dukunglah selalu kecerdasan dominan yang dimiliki buah hati kita.

Kenapa lebih baik fokus pada kecerdasan yang dominan? Karena nilai akademik yang diperoleh di sekolah tidak selalu menjanjikan kesuksesan di masa depan. Sebaiknya orangtua jangan selalu terpaku dengan angka. Sadarilah bahwa anak akan bahagia dengan kemampuan atau jalur yang paling disukainya. Itulah alasannya agar orangtua jangan selalu mengejar angka yang bagus di dalam laporan hasil belajar buah hatinya.

Masih dengan suara yang lantang dan bersemangat, pemateri juga mengatakan jika anak membutuhkan pengakuan dari orangtuanya. Semua anak akan senang jika orangtuanya memahami atau mengakui keahliannya di suatu bidang, misalnya musik. Dan ketika anak mendapat pengakuan, biasanya dia akan mengulang kegiatan tersebut dan serius menjalankannya.

Jadi, temukan minat dan bakat anak-anak, kemudian tugas orangtua yaitu mendorong entrepreneurship skills-nya serta melejitkan potensi anak.

Mbak Neno memberikan contoh yang paling dekat, yaitu anak-anaknya sendiri. Putrinya sangat gemar bermain alat musik piano. Sebagai orangtua yang baik, Mbak Neno tidak pernah melarangnya, malah mendukung setiap kegiatannya itu. Dampaknya, anaknya pun merasa senang dan tidak merasa tertekan. Dengan semangat terus bermain musik, tanpa perlu meninggalkan kegiatannya belajar. Kini putri beliau bisa berkuliah di universitas terkenal di kota kembang, yaitu ITB.
http://www.nurulfitri.com/2017/01/melejitkan-potensi-anak-bersama-neno.html

Tidak sampai di sana, yang paling membanggakan Mbak Neno, anaknya bisa mencari penghasilan sendiri di usia kanak-kanak. Di bangku sekolah dasar, putri beliau yang hobi bermain musik, bisa menciptakan beberapa buah lagu. Ada diantaranya yang bisa menghasilkan 4 juta rupiah perlagu, loh! Sangat membanggakan, bukan?

Mengapa anak-anak Mbak Neno bisa berhasil di masa kanak-kanaknya? Semua itu, karena beliau percaya kepada kemampuan buah hatinya. Dan dengan sepenuh hati mendukung semua aktivitas anak-anak. Pemberi materi yang mengenakan jilbab merah itu pun berpesan kepada semua peserta yang hampir 95% adalah para ibu, untuk berusaha merasa bahagia.

Para orangtua diharapkan dapat mendidik dirinya sendiri, untuk selalu bahagia tanpa merasa tertekan. Karena anak akan merasa tertekan jika bundanya merasa tertekan. Semua itu akan saling mempengaruhi.

Sayang sekali, sesi pemberian materi hanya berjalan sekitar kurang lebih setengah jam. Padahal dari bahan materi yang telah dibagikan tadi, masih banyak materi yang belum tuntas dibahas. Karena waktunya terbatas, maka panitia pun membuka sesi tanya jawab.

http://www.nurulfitri.com/2017/01/melejitkan-potensi-anak-bersama-neno.html

Tanya Jawab Parenting :
Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan peserta seminar, dijawab langsung oleh pemberi materi. Beberapa pertanyaan yang sempat terangkum yaitu :

Pertanyaan pertama : Saat ini di Palestina sedang ada dalam situasi perang. Semua merasakan dampaknya, termasuk anak-anak. Lalu, mengapa anak-anak Palestina bisa terlihat lebih tegar, berani dan mencintai tanah airnya. Bagaimana agar karakter anak-anak negeri ini bisa meniru kawan-kawannya di Palestina? 

Jawab : Tentu saja, kepribadian mereka begitu istimewa. Karena tempat tinggal mereka berbeda dengan kita. Gemuruh desingan mortir, suara ledakan atau suara pekikan telah biasa mereka dengar, dan itu berpengaruh pada kepribadian mereka. 

Dan untuk di negeri kita yang damai, memang tidak ada desingan dan gemuruh suara mortir, tapi jangan sampai anak-anak malah mendengar suara bising dari mulut bundanya. Oleh karena itu, Mbak Neno berharap peserta menjaga lisannya demi menjaga tumbuh kembang buah hatinya.

Pertanyaan kedua : Apa yang harus dilakukan ketika minat anak tidak sejalan dengan keinginan orangtua? Misalnya anak menyenangi masak memasak, tetapi orangtua menginginkan anaknya berkarya di bidang lainnya.

Jawab : Pemateri menganjurkan ibu yang bertanya tadi, untuk menambah wawasannya terlebih dahulu. Apakah benar, yang diminati oleh anaknya tidak bisa membawa kesuksesan di masa depannya? Apakah memang keinginan ibu merupakan yang terbaik untuk anaknya?

Di lain pihak, dalam kenyataannya kesuksesan anak memang dipengaruhi oleh restu dari orangtuanya. Jika restu tidak di dapat, maka kebahagiaan dan kesuksesan belum tentu bisa terwujud. Mbak Neno meminta ibu itu untuk memberikan ridho demi kemajuan anaknya atau ... berusaha mempengaruhi anak untuk berkarya di bidang lainnya. Tapi menurut saya, sih, kalau anaknya nggak enjoy, kasihan juga, ya, kan?

Pertanyaan ketiga : Bagaimana caranya untuk menjadi ibu yang sabar? Jika setiap hari harus menghadapi anak-anak yang memiliki karakter berbeda-beda?

Jawab : Ada kunci untuk ibu dan ayah untuk bisa bersabar, yaitu :
a. Penuhi kecukupan air putih atau cukup minum. Sesuaikan asupan air putih dengan kondisi tubuh dan aktivitasnya masing-masing, karena tiap orang berbeda kebutuhannya. Dan perlu diingat, yang dimaksud minuman itu bukan air kopi, air teh atau air berwarna lainnya, tetapi harus air putih.

b. Selalu menjaga kesehatan dan hindari terlalu banyak aktivitas yang bisa menimbulkan rasa terlalu lelah. Kondisi badan yang terlalu lelah, dapat memicu timbulnya emosi tinggi dan kesabaran pun bisa hilang.

c. Selalu berserah diri pada Allah SWT serta menjalani isi Al Qur'an.

Pertanyaan keempat : Bagaimana menyikapi anak yang selalu panik? Orangtua merasa khawatir dengan keadaan anaknya yang sering panik, apalagi jika berada di tempat yang jauh dari orangtuanya.

Jawab : Kondisi perasaan anak sebenarnya dipengaruhi oleh perasaan orangtuanya juga. Jika ibunya gelisah atau khawatir dengan keadaan anaknya, biasanya akan berpengaruh pada kejiwaan buah hati. Oleh karenanya, Mbak Neno menyarankan agar si ibu tidak terlalu khawatir, selalu tenang dan menyerahkan segalanya pada Allah SWT.

Menurut pemateri, ada penelitian yang mengungkapkan bahwa bagian DNA tubuh yang diletakkan sejauh 18 km, ternyata masih ada kontak dengan tubuh itu sendiri. Dari penelitian tersebut bisa dikatakan, jika orangtua gelisah, maka anak yang berada kurang lebih 18 km pun akan merasakan kondisi yang sama. Maka dari itu, sebaiknya orangtua lebih tenang dan tidak terlalu mengkhawatirkan keadaan anaknya.

Pertanyaan kelima : Ketika mendapatkan anak yang memiliki kebutuhan khusus, bagaimana orangtua menyikapinya?

Jawab : Terima kekurangan anak dengan hati lapang, dan fokuslah pada kelebihannya. Pemateri memberi contoh, ada beberapa tokoh yang bisa sukses padahal mengalami diseleksia. Bahkan ternyata, seorang Neno Warisman pun ternyata memiliki kekurangan. Beliau sering merasa kesulitan menghapal tempat, hingga pernah kehilangan arah hingga ke kota lain, keadaan yang seperti itu, disebut dislokasi.

Setiap orang mempunyai kelemahan dan kelebihannya masing-masing. Menurut pemateri, bagi ibu yang memiliki anak yang "berbeda", merupakan anugerah. Karena tidak semua ibu yang dipercaya oleh Allah untuk memiliki anak yang membutuhkan perhatian yang khusus.

Itulah beberapa pertanyaan yang sempat diajukan kepada Mbak Neno Warisman. Sebenarnya masih banyak peserta yang ingin mengajukan pertanyaan seputar cara melejitkan potensi anak. Tetapi karena keterbatasan waktu, banyak peserta yang tidak bisa dilayani.

Secara keseluruhan, kami peserta seminar sangat puas dengan acara parenting yang diadakan di Hotel Fave tersebut. Semoga saja, acara parenting yang akan diadakan selanjutnya, waktunya bisa diperpanjang lagi. Sehingga materi bisa dibahas lebih tuntas dan lebih jelas lagi.



63 comments:

  1. Makasih infonya mbak. Terlebih bagian anak yang mudah panik. Walaupun saya belum merasakan punya anak tapi punya saudara2 yang masih kecil dan ada diantara mereka yg mudah panik kalau jauh dari orang dewasa. Jadi saya yg suka waswas sendiri. Saya mikirin "gimana ya dia pas study tour nanti" dan lain lain hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betuk Mbak, kebanyakan orangtua suka panik kalau jauh dari anaknya. Saya juga pernah merasakan hihihi..

      Delete
  2. semoga di serang juga akan diadakan acara parenting bersama neno warisman ini :) acara yg terasa seru, memang terasa kurang jika hanya diberi waktu selama 30 menit saja :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang terasa cepat sekali Mbak, padahal meteri yang dibahas, sangat menarik.

      Delete
  3. Asik banget mbak bisa ikutan acara beginian. Aku suka banget pas Mbak neno berakting dalam Sayekti dan Hanafi. Beliau ngomong aja keren, teaternya ketara banget. Suka lihatnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh iya Mbak, saya juga suka sekali akting Mbak Neno di Sayekti-Hanafi. Memang bagus aktingnya ya..

      Delete
  4. Dr penyanyi rocker skrg jadi parenting expert, kereen mb nenooo

    ReplyDelete
  5. Wah materinya bagus mbak. Emang gk bisa dibandingin sih anak.Indonesia dgn anak Palestina, tp mendidik anak biar jd kuat itu tetep penting TFS :)

    ReplyDelete
  6. Untuk para calon ibu atau para calon orang tua, yg masih bingung cara mengajari/memberi pendidikan utk anaknya, sangat diharapkan utk baca ini tulisan :')

    ReplyDelete
  7. Artikel yang sangat bagus mbak, sangat bermanfaat. Meskipun saya blm menikah dan punya anak, tapi nanti akan saya coba aplikasikan ke orang terdekat seperti ke keponakan2

    ReplyDelete
  8. suka sama mba neno warisma. ga nyangka anaknya udh kuliah di itb ya...
    nuhun sharingnya teteh :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Na, masih keliata muda, ternyata anaknya udah ada yang kuliah ya...

      Delete
  9. Kegiatan yang positif. Keep a good work.

    ReplyDelete
  10. Terima kasih banyak udah share, ya. Bagus ilmunya. Pengen sesekali bisa lihat langsung seminar Neno Warisman :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selain materinya yang bagus, penyampaiannya juga asyik. Gak bakal bosen dengernya :)

      Delete
  11. Saya baru tahu kalo neno warisman ada sub parenting juga. Pasti bermanfaat buat emak emak nih

    ReplyDelete
  12. Teteh...
    Haturnuhun catatan parentingnya.

    Saya selalu suka dengan tulisan Parenting.
    Bisa jadi reminder buat saya sebagai Ibu dari 2 balita.


    ReplyDelete
  13. Paling senang deh baca postingan tentang menjadi orang tua gini :D

    ReplyDelete
  14. Terima kasih sudah mengabadikan ilmu yang didapat dalam tulisan ini, Mbak, sangat bermanfaat sekali. Semoga sampai nanti saatnya aku jadi ibu dan sampai pada generasi-generasi setelahnya, acara-acara serupa akan tetap ada dengan penyesuaian di zamannya. Perlu sekali untuk bimbingan dalam mendidik anak. :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Tiwi..jadi orangtua tetap harus ada bimbinganya :)

      Delete
  15. ngomongin tentang karakter anak di negara perang, jadi ingat waktu aceh konflik dulu mbak. kami anak-anak aceh pada masa itu udah biasa dengar peluru

    ReplyDelete
  16. Peran orangtua sangat besar nih dalam mendorong potensi anak. Hebat ya anaknya Bunda Neno udah bisa menghasilkan :)

    ReplyDelete
  17. daku juga paling semangat ikutan acara parenting mbak, meskipun belum menikah dan belum punya anak. ya itung-itung untuk mempersiapkan diri, secara tanggung jawab ortu itu besar ya kan mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah..iya Mbak, tanggung jawab ortu itu besar.

      Delete
  18. Menerima kondisi anak itu memang begitu penting, apalagi untuk anak-anak berkebutuhan khusus ya Mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dan hanya ibu-ibu yang spescial aja, yang dipercayakan oleh Allah untuk mengurusnya

      Delete
  19. bermanfaat banget nih makasih banyak mba sudah share ilmunya, bekel nanti kalua sudah jadi orang tua :)

    ReplyDelete
  20. terimakasih sudah sharing mba..memang tiap anak beda2 dan bagaimana orang tua mengetahui potensi anak dan mendorong anak2. Jadi peer buat ibu2 macam saya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Peer yang enggak akan ada habisnya, Mbak :)

      Delete
  21. Aku tertarik dg penanganan anak istimewa. Kadang rasanya gimana gitu kalau liat anak khusus tp diperlakukan kaya anak normal. Potensinya gak kegali

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ibunya harus lebih paham dan cerdas dalam mengasuhnya ya...

      Delete
  22. Anaknya mb neno nyiptain lagu bisa jadi duit, asyik banget yaa. Kalau anakku yg nyiptain lagu, bisa diduitin ga ya? Jual lagunya ke manaaa? ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa diduitin, dong! Nah, iya, jual kemana ya..? :D

      Delete
  23. seneng banget kalo nonton tentang parenting dari nenowarisman dan lebih suka kalo di tampilkan bareng elly risman.. klop deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waah Elly Risman, salah satu tokoh parenting favorit saya, Mbak :)

      Delete
  24. Pertanyaan ke 3 aku banget nih.. gimana caranya untuk sabar.. Emang harus dalam kondisi fit untuk menghadapi anak, jadi emosi ngga gampang datang.. TFS ya mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Mbak, kalau lelah biasanya gampang tersulut emosinya :)

      Delete
  25. Materinya bermanfaat sekali. Parenting adalah sekolah yang tidak ada kata lulusnya, seumur hidup. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadi, harus belajar seumur hidup ya, MBak :)

      Delete
  26. pertanyaan pertama yang makjleb. Jangan sampai anak di Indonesia yang damai ini mendengar omelan orang tuanya. Makasih sharingnya, mba. Serasa saya ikut di acara tersebut.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kasihan anak-anak, kalau terus-menerus dengar omelan dari ibunya, ya..

      Delete
  27. Bener bgt ya. Orgtua seribg berpatokan pada angka. Raport ada yg merah langsung diomelin.. Padahal kalo dirunutin ke sekarang angka tsb nggak berpengaruh ke kesuksesan kita..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, angka bukan ukuran untuk masa depan yang sukses :)

      Delete
  28. Aku simpen dulu ilmunya ya, Mbak. Insya Allah nanti kalau dapat kesempatan jadi orangtua bakal aku terapin. Makasih ya udah sharing ilmunya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama, alhamdulillah kalau bermanfaat.

      Delete
  29. Setuju, untuk menjadi orang tua yang baik harus dibekali ilmu. Salah satunya ilmu mengenai parenting.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau tak berilmu, takutnya salah dalam mengasuhnya ya..

      Delete
  30. Saya juga paling senang ikut seminar-seminar begini apalagi mwngenai parenting yang berguna sepanjang hayat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyak dapat ilmu baru ya, Mbak. Berguna sekali...

      Delete
  31. Saya juga dr kecil udah mulai belajar jualan mb. Alhamdulillah mama sadar akan potensi sy, jd dfasilitasi spt dkasi modal buat jualan permen : D

    Tp yg bener2 udah menghasilkan pas kuliah. Tp sayang skrg ga bs berlanjut, udah jd emak2 rempong hihi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waah...salut untuk Mbak Shona, bisa menghasilkan dari kecil. Kereen...!

      Delete
  32. penting sekali ya mbak melejitkan potensi anak sejak dini

    ReplyDelete

.comment-content a {display: none;}