Thursday, 4 July 2019

(Gagal) Mengejar Sunrise di Patahan Lembang Bukit Moko

Mengejar sunrise di puncak bukit merupakan salah satu tujuan kami saat berwisata ke Bukit Moko. Setelah malam sebelumnya kami kemping di Puncak Bintang. Kami memilih menginap di atas bukit agar bisa melihat sunrise dari dataran tinggi Kota Bandung.
mengejar sunrise di patahan lembang bukit moko


Setelah malam sebelumnya kami berjalan-jalan di sekitar Bukit Moko, melihat bintang besar yang terlihat bersinar di atas bukit dan melihat city light yang menghiasi Kota Bandung, kami pergi tidur dalam tenda mempersiapkan diri untuk bangun lebih dini lagi.
Rencana kami sudah matang, setelah sholat subuh kami akan pergi menuju Puncak Bintang agar bisa melihat sunrise.

Keesokan harinya, alhamdulillah kami bangun tepat waktu. Saat adzan Subuh samar-samar terdengar dari arah pemukiman warga yang ada di kaki bukit, kami bersiap menunaikan kewajiban kami.

Usai sholat kami pun bersiap untuk melihat sunrise dari Puncak Bintang. Sudah terbayang dalam angan kami, betapa indahnya matahari terbit, dengan semburat jingga yang menghiasi langit, di antara pohon pinus yang tinggi menjulang.

Ketika melewati pos penjagaan, kami melihat dua orang bapak petugas sedang bersih-bersih di sekitar pos tempat pembelian tiket masuk itu. Sembari menyapa petugas, saya pun menanyakan tempat terbaik di Bukit Moko untuk menyapa matahari pagi hari.

Dengan ramah bapak petugas itu menunjuk ke arah kiri kami sambil menyebutkan nama tempat itu, Patahan Lembang. Sejenak kami tertegun. Loh, jadi untuk melihat sunrise bukan dari Puncak Bintang, toh?? Berarti perkiraan kami semalam, salah besar, guys wkwkwk...!

"Terus aja jalan luruus..! Nanti ada pertigaan, ambil jalan ke kiri. Jalan teruuus aja! Nanti dari atas bukit di dekat Patahan Lembang bisa terlihat sunrise dengan jelas. Jalan aja, sudah ada tanda menuju ke patahan," kata bapak tadi sambil tersenyum.
mengejar sunrise di patahan lembang bukit moko

Bergegas kami mengikuti arah yang ditunjuk oleh petugas. Sekitar 200 meter pertama, jalannya bagus, tertata paving blok dengan rapi. Sampai pertigaan, kami melihat papan arah. Dan benar saja, Patahan Lembang berada di sebelah kiri.

Namun ada satu rambu yang membuat kami tercekat. Di bawah tulisan Patahan Lembang tertulis angka yang mendadak jadi semakin jelas di suasana pagi yang masih sedikit gelap. 2 Km.

Haaah! Patahan Lembang masih 2 km lagi? Bukan masalah jaraknya. Namun waktu tempuh yang akan kami lalui. Dengan jalanan mendaki dan berbelok, mampukah kami mencapai Patahan Lembang untuk menikmati indahnya sunrise?

Padahal sebelumnya kami mengira akan melihat sunrise di Puncak Bintang. Dataran tertinggi di tempat berkemah yang bisa kami capai selambat-lambatnya 15 menit saja. Kini kami harus menempuh 2 km menuju patahan. Keraguan mulai menyusup di pikiran kami.

Rambu yang menunjukkan angka jarak tempuh, perlahan mulai mengecil. 1,4 km, lalu 1,2 km dan ketika kami sudah menyusuri 1 km perjalanan, sekitar Bukit Moko terlihat semakin jelas. Matahari semakin tinggi. Kami bisa melihat pohon-pohon kopi berjejer rapi di sepanjang jalan.

Semakin lama berjalan, melintasi jalanan mendaki, membuat paha dan betis belakang terasa pegal. Langkah saya mulai melambat. Anak-anak terlihat santai tanpa ada keluhan. Namun mereka memilih jalan perlahan mengimbangi langkah saya.

Kondisi seperti itu, mengingatkan saya kembali saat kami mendaki Gunung Ciremai. Anak-anak tetap berada di samping saya sambil terus menyemangati. Di sini saya merasa semakin tuiir hahaha...!!

Menyadari langit yang semakin terang, saya pun meminta suami untuk bergegas menuju atas bukit di Patahan Lembang. Jika mengikuti langkah saya, kami semua tidak akan bisa di melihat sunrise, gagal mengabadikan matahari terbit dengan kamera yang sengaja kami bawa.

Setelah meyakinkan anak-anak tetap bersama dengan saya, suami pun bergegas menuju Patahan Lembang. Saya dan anak-anak berjalan perlahan sambil menikmati udara segar yang melimpah di hutan pinus itu.

Sekitar 1,5 jam perjalanan, kami melihat kepala rumah tangga kami sedang asyik mengambil gambar dari sela pepohonan. Objek yang diambil pemandangan lembah bukit yang tertutupi oleh awan. Pemandangan yang indah. Kami berada di atas awan.
mengejar sunrise di patahan lembang bukit moko

Lokasi tersebut tepat 200 meter menuju Patahan Lembang. Sekilas kami lihat orang di atas bukit yang tampak sekecil jari kelingking. Di sekitarnya masih terlihat sisa semburat jingga matahari pagi. Kontur jalan menuju ke atas bukit terlihat mendaki.  Meskipun hanya 200 meter lagi, sepertinya waktu tempuh tidak akan sebentar. Sedangkan waktu sudah menunjukkan pukul 7.00.

Kami sadar, perjalanan mengejar sunrise kali ini, gagal. Matahari sudah semakin tinggi. Oleh karenanya kami memutuskan untuk tidak meneruskan perjalanan. Ayahnya anak-anak mengusulkan agar kami kembali ke tempat berkemah. Di sana kami bisa menikmati pemandangan yang tidak kalah indahnya.

Yup, meski kami gagal melihat sunrise, kami bisa menikmari keindahan sinar matahari yang masuk di antara celah pepohonan. Kabut yang menyelimuti bukit, membentuk garis tegas sinar matahari pagi.
mengejar sunrise di patahan lembang bukit moko

Kapok mengejar sunrise di Patahan Lembang Bukit Moko? Enggak lah! Kami justru belajar dari pengalaman kami yang gagal mengejar sunrise. Next time, kami akan berangkat lebih pagi lagi untuk menuju Patahan Lembang. Agar kami bisa menikmati indahnya sunrise di Bukit Moko.

Jadi jika teman-teman ingin melihat matahari terbit di Bukit Moko, langsung aja menuju Patahan Lembang ya ...  jangan ke Puncak Bintang. Dari lokasi Puncak Bintang mungkin bisa lihat matahari terbit, tapi tentunya tidak seindah sunrise di Patahan Lembang.

mengejar sunrise di patahan lembang bukit moko

Well, setelah sebelumnya saya menulis kisah kami saat berkemah di Bukit Moko, dan sekarang cerita tentang kegagalan kami mengejar sunrise, nantikan cerita saya selanjutnya saat kami menemukan kopi hasil kebun di sekitar Bukit Moko, ya...

         Salam takzim

36 comments:

  1. Pasti indah sekali sunrise di bukit Moko ya. Sayang sekali, padahal sudah tinggal 200 meter lagi ya, tapi waktunya udah nggak keburu. Btw pemandangan hutan pinusnya nggak kalah indahnya ini. Aku belum pernah ke hutan pinus, pengin sekali-kali ke sana.

    ReplyDelete
  2. Wah aku tuh paling susah nyari sunrise. Apalagi kalo tempatnya agak jauh dr rumah. Pas sampe lokasi udah terang hahaha. Jadi penasaran sama Bukit Moko ini

    ReplyDelete
  3. walopun gagal yg penting hepiiii ya Mak.
    Aku selalu demen traveling ke destinasi alam macem gini.
    Seruuuuu!
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
  4. Aku iri deh bacanya... Suami ga hobi hiking jadi sering sedih kalau teman teman pada pose di puncak gunung, atau ... Bukit aja deh ga usah jauh jauh...

    Semoga menular nih ke anak Lanang hobiku

    ReplyDelete
  5. Terbayang pasti gimana bagusnya sunrise di sana yaa dengan pohon tropis pada umumnya

    ReplyDelete
  6. Memang perlu perjuangan bgt untuk bisa dapat sunrise. Penhmgalaman saya pas ngejar sunrise di punggung merapi juga perlu perjuangan sepagiii mungkin.
    Tapi itu pemandangan matahari lewat celah antara pepohonannya supeeer!

    ReplyDelete
  7. Teteh, apa kabar?
    Aku sudah lama nih nggak maen ke daerah ini. Dulu waktu masih pacaran dan belum punya anak sering banget maen ke daerah sini sambil foto2 dan ngupi, hihihi :)

    ReplyDelete
  8. Ah Bandung menyenangkan sekali ada ginian. Thanks a lot, semoga suatu saat bisa ke patahan lembang dan ngejer sunrise juga. Menyenangkan jg sptnya camp d bukit Moko :D

    ReplyDelete
  9. Aku selalu gagal cari sunrise wkwk orangnya telat bangun mulu hihi sayang ya padahal tinggal dikit lagiiii

    ReplyDelete
  10. Ih mau mbaa.. jadi berasa tuir ya? :D aduh aku masi kuat nggak ya. Kangen kemping banget. Seru mba sama anak2 yaaa

    ReplyDelete
  11. Wow mbaaa, liburan sekeluarga ke hutan begitu seru bangettt ya... Bener2 antimainstream di saat yg lain paling mall lagi mall lagi... Gapapa belum dapet momennya yg jelas ada pengalaman berharga di situ.

    ReplyDelete
  12. Seru banget siih main ke Patahan Lembang. Aku belum pernah. Aku jd inget dulu pas lagi di bandung gagal main ke bukit moko. Agendakan ke bandung aah

    ReplyDelete
  13. Di daerahku, ada Mawar Camp di Gunung Ungaran. Jadi kalau mau lihat sunrise, bisa ngecamp dulu. Ga bakal kesiangan asal pasang alarm. Haha

    Campnya juga bisa dijangkau mobil. Jadi cocok banget buat aku yang males jalan. Xixi

    Yang penting hepi dan tambah pengalaman ya, Mbak

    ReplyDelete
  14. Bukit Moko ini sepertinya yang sering digunakan untuk video latar para artis2 itu ya mbak, macam pepohonannya itu mirip2 lah kayak di foto terakhir itu hheee
    Walau nggak bisa mengejar matahari, tetap mendapat view yg mengesankan juga ya mbak, Besok2 ke bukit Moko smeoga bisa bertemu sunrise yah mbak
    TFS Mbak ^_^

    ReplyDelete
  15. Semoga lain waktu bisa melihat sunrise di Patahan Lembang. Tapi acara kemah di Bukit Bintang juga seru Kak. View-nya cakep banget meski belum sampai puncak Patahan Lembang. Berasa lagi berdiri di atas awan.

    ReplyDelete
  16. Bentar bentar itu jalannya mendaki yaaa? weewww keren mak :D
    Gak dapat sunrise tapi liat matahari ngintip2 dari pohon wes alhamdulillah yaaa. Aku juga seneng liatnya hehe :D

    ReplyDelete
  17. Pemandangan dari Bukit Moko indah banget

    ReplyDelete
  18. Duh... Seger banget nih udaranya. Bayangkan bisa lari lari manja disini. Bangun pagi.... Menikmati embun dan matahari pagi. Terbayarkanlah lelah menuju kesini

    ReplyDelete
  19. Wah ternyata ini sambungan dari kisah berkemah lalu treking ya mbak. Moga2 pas anak udah gedean jg bisa ngajakin anak jalan kyk gtu juga😁

    ReplyDelete
  20. Aku belum pernah kemah di bukit kaya gini. Jadi kanhen mbolang! Pas beberapa kali ke gunung juga enggak terlalu lihat sunrise. Ndilalah mendung terus

    ReplyDelete
  21. Wah hihihi judulnya gatot ya teh, gagal total liat sunrisenya, tapi tetep acung jemlol deh buat usahanya. Kalo akumah udah nyerah dari awal kalo suruh mendaki wkwkwk.

    ReplyDelete
  22. Wah, terlepas dari semua halangan dan capek, suasana disana adem banget ya, bawa ketenangan banget untuk otak. Melihat hijau-hijau yang ada disekeliling juga membuat mood semakin membaik.

    ReplyDelete
  23. Wah keren mba travelingnya ke alam. Meski gagal lihat sunrise tapi puas ya bisa menikmati view hutan pinus. Mg2 next time bisa ya mb lihat sunrise di Bukit Moko.

    ReplyDelete
  24. wahmenggoda sekali nih lokasinya. tapi jauuh euy di bandunh. dulu saat tinggal do bandung belum permah ke situ

    ReplyDelete
  25. Mbak, aku kebayang dirimu pasti gemes geregetan gitu, tinggal dikit lagi lihat sunrise eh gagal huhu. Seru ya mbak traveling eh berkelana bareng keluarga gini, kalau anak² udah gedean, aku mau cobain juga deh

    ReplyDelete
  26. Kan malah kayak twilight makkk. Sinar-sinar di pepohonan gitu tetap indahhh

    Next mak kalau ke sana lagi insyaallah liat sunrise. Mangaaaat.

    Aku loh kapan bisa kayak gini 😂

    ReplyDelete
  27. Siap menantikan lanjutan kisahnya, teh...
    Aku salut, teh...meskipun gagal, tetap merasa indahnya alam di sepanjang perjalanan yang gak akan pernah terlupakan.

    Semoga jadi pelajaran untuk anak-anak yaa, teh...
    Bahwa usaha lebih penting daripada hasil.

    ((eaaa...apeeuu inih??))

    ReplyDelete
  28. Iya tuh, jangan ada kata menyerah, mana tau lain kesempatan bisa tercapai agenda untuk hunting Sunrise. Gagal itu biasa, anggap sebuah pelajaran berharga.

    ReplyDelete
  29. Wah, aku nggak pernah sekalipun cari sunrise di bukit... mentog banget itu liat sunset di pantai..jiwa petualangannya sangat minim diriku

    ReplyDelete
  30. Indah banget liat pemandangan dari atas Bukit. Bikin hati semakin bersyukur ya Mbak. Jadi, sekalipun gagal liat sunrise tapi dapet petualangan lain dan jadi bahan tulisan yeaaaay !

    ReplyDelete
  31. Jadi ingat jaman masih suka mendaki gu nung. Pengen ngajak anak-anak juga buat mendaki, tapi masih ragu, saya nya kuat apa tidak hehe...

    ReplyDelete
  32. akk keceh mak, sesuatu hal yg belom gw lakuin di dalam book list gw yaitu kemping ama keluarga ngajak duo kicik kenbre. Besok diulang lagi mak masih ada hari esok ehehe dpt sunrise ^^

    ReplyDelete
  33. Gpp mba yg penting sudah sampai atas... Sunrise itu bonus, kegigihan tetep naik itu hasil dari usaha hehehe.. Aku juga pernah naik gunung ga nyampe puncak, awalny kesel tapo dibilang senior kalo puncak itu bonus.. Hasilnya ya dari yg sudah kita jalanin aja.. Enjoy jadinya

    ReplyDelete
  34. Seru banget mba pengalaman camping bareng keluarga. Tak apa gagal mengejar sunrise tapi punya segudang kisah yang selalu berkesan tiap diceritakan :)

    ReplyDelete
  35. Gak apa-apalah mba gagal bertemu sunrise yang penting happy. Kan yang penting sudah dapat foto-foto kece lainnya.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar. Mohon maaf, untuk menghindari SPAM, komentarnya dimoderasi dulu, yaa ^~^