Bismillah ...
Akhirnya saya ucapkan alhamdulillah karena bisa buka dan menulis di blog ini lagi. Setelah sejenak melipir dari kegiatan ngeblog untuk menyelesaikan pekerjaan offline. Sebelum mengambil kesempatan yang ditawarkan seorang teman untuk mengedit naskah dua buah buku, saya sebenarnya sudah mempertimbangkan baik-baik. Kalau saya ambil kesempatan jadi editor, berarti saya rehat ngeblog. Fokus edit naskah. Saya pikir gak akan memakan waktu yang lama.

Perkiraan saya salah! 😂😂 Tulisan para mahasiswa yang saya koreksi jauh dari dugaan. Saya kira akan lebih mudah mengoreksinya. Faktanya saya tidak hanya mengoreksi tanda baca atau penggunaan kata yang baku, tetapi juga harus mengoreksi susunan kalimat perkalimat. Ternyata butuh waktu lama huhuhu...!
kiat agar produktif menulis di blog

Setelah rehat sekian lama, saya mulai agak kaku lagi, deh! Bingung mau nulis apa? Akhirnya baca-baca lagi buku yang berhubungan dengan narablog. Di bagian agak akhir saya menemukan materi yang sangat saya butuhkan, yaitu mengenai cara supaya tetap produktif menulis di blog. Dengan membaca materi tersebut, saya yang sudah lama hiatus jadi semangat lagi untuk mulai menulis.

Nah, materi tentang cara produktif menulis di blog akan saya tuliskan juga di sini. Supaya jika suatu saat nanti, saya lagi butuh pemicu semangat, bisa membacanya di sini. Dan mudah-mudahan tulisan ini juga bisa bermanfaat untuk pembaca blog ini, tentunya.

So ... pada dasarnya tidak sulit untuk bisa produktif menulis. Ada 3 kiat agar kita bisa selalu produktif menulis (tidak hanya sebatas di blog tetapi untuk semua kegiatan menulis).

Punya Banyak Ide

Bahan utama sebuah tulisan adalah ide. Tidak ada ide tentu kita tidak akan bisa menulis, bukan? So, perlu kiat-kiat untuk selalu bisa memiliki ide, yaitu:

Membaca buku di waktu senggang
Seorang penulis atau narablog perlu sering membaca agar bisa produktif menulis. Karena membaca adalah satu kegiatan yang bisa menjadikan kita banyak ide. Semakin banyak bacaan kita yang berkualitas, maka semakin banyak juga pengetahuan yang kita dapatkan. Dengan ide dan pengetahuan tersebut, kita bisa semakin kreatif, termasuk kreatif dalam menulis.

Membaca blog lain yang relevan
Ada bagusnya juga kalau kita selalu membaca blog/website lain yang topiknya berkaitan dengan blog kita. Melalui blog yang memiliki tema sama dengan blog kita bisa mendatangkan ide dan pengetahuan baru. Ide dan pengetahuan tersebut sangat mendukung kita untuk menulis di blog.


Mencari tahu kebutuhan dan masalah yang dihadapi target pembaca blog
Kita juga bisa mendapatkan ide menulis dari masalah yang dihadapi oleh pembaca blog kita. Contohnya ketika saya menulis tentang cara belajar anak dengan tipe kinestetik, di kolom komentar ada pembaca yang menanyakan cara belajar anaknya yang memiliki tipe auditori atau tipe visual. Nah, berdasarkan kebutuhan pembaca tersebut, kita bisa menuliskan artikel tentang cara belajar anak dengan tipe visual atau auditori.

Dengan cara begitu, sudah pasti tulisan kita akan menjadi solusi dan sangat bermanfaat bagi pembaca.

Ada Bahan Tulisan

Selain harus memiliki ide, agar kita produktif menulis di blog yaitu kita juga harus punya bahan tulisan. Berbeda dengan ide, bahan tulisan adalah sesuatu yang jauh lebih detail. Bahan tulisan tersebut juga dapat diartikan sebagai informasi yang akan kita bagikan dalam tulisan. Jika ide itu sifatnya umum dan luas, maka bahan tulisan sifatnya lebih spesifik dan detail.

Di Buku Blog Gratis dan Praktis Omzet Fantastis memberi contoh ide yaitu mengenai cara menghasilkan passive income dari rumah.  Sedangkan bahan tulisannya merupakan informasi apa saja yang akan kita sampaikan berkaitan dengan ide tadi. Contoh bahan tulisan dari ide cara menghasilkan passive income dari rumah yaitu :
  • Mengapa perlu menghasilkan passive income dari rumah?
  • Profesi apa saja yang bisa dijalankan agar bisa menghasilkan passive income dari rumah?
  • Pengalaman kita dalam mencapai passive income dari rumah
Jadi, bisa dikatakan bahan tulisan bisa berupa sub topik yang akan kita bahas di dalam tulisan. Dengan memiliki ide beserta bahan tulisan, tentunya akan mempermudah kita untuk menulis sebuah artikel, bukan?
Lalu, bagaimana caranya agar kita bisa memiliki bahan tulisan?
Banyak hal yang bisa menjadi sumber bahan tulisan, seperti pengalaman pribadi. Sebenarnya bahan tulisan yang paling kuat dan ampuh itu berdasarkan pengalaman pribadi.
Selain berasal dari pengalaman, bahan tulisan juga berasal dari buku bacaan kita, materi seminar, topik diskusi dan dari berbagai sumber belajar lainnya.

Lancar Menulis

Produktif menulis memiliki arti kita mampu menghasilkan banyak tulisan dalam waktu relatif singkat. Meskipun kita bisa menghasilkan 10 artikel tetapi dalam jangka 15 tahun misalnya, bisa dibilang kita tidak produktif. Berbeda jika kita bisa menghasilkan 5 artikel dalam satu minggu, bisa dikatakan sebagai penulis yang produktif.

Supaya bisa produktif menulis, kita perlu mengembangkan kemampuan menulis dengan lancar. Kemampuan yang dimaksud yaitu kemampuan menghasilkan tulisan dengan lancar, tanpa hambatan dalam jangka waktu yang singkat. Ketika kita punya kemampuan tersebut, berarti kita bisa menulis dengan mudah dan cepat. Tidak perlu menunggu berhari-hari atau berbulan-bulan untuk menyelesaikan sebuah tulisan.

Sayangnya kemampuan menulis seperti itu hanya bisa didapatkan dengan cara berlatih. Sering latihan menulis. Semakin sering berlatih, semakin tinggi kemampuan kita untuk menulis, semakin tinggi juga kemampuan kita untuk lancar dalam menulis.

cara supaya produktif menulis di blog
Itulah beberapa kiat untuk bisa tetap produktif menulis di blog yang saya baca dalam buku Blog Gratis dan Praktis Omzet Fantastis. Semua kiat tersebut tetap tergantung dari niat masing-masing individu. Jika memiliki ide, mempunyai bahan tulisan tetapi tidak langsung dieksekusi alias dibiarkan hanya di dalam pikiran saja, tentu tidak bisa menjadi sebuah tulisan.

Bagaimana dengan teman-teman, sudah cukup produktifkah kegiatan menulisnya selama ini? Adakah tips atau kiat lainnya untuk melengkapi kiat-kiat yang sudah saya sampaikan? Sharing, yuuk!
 
Salam takzim