Friday, 17 April 2020

Yuk, Implementasikan Ekonomi Sirkular di Lingkungan Kita!

Seiring pertumbuhan populasi manusia yang begitu pesat, diiringi dengan pergeseran hidup individu dapat menimbulkan dampak baru berupa kelangkaan bahan baku. Selain itu proses produksi untuk memenuhi kebutuhan hidup dan konsumsi manusia juga menghasilkan polusi yang menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.
https://www.nurulfitri.com/2020/04/implementasi-ekonomi-sirkular.html

Polusi yang paling besar dihasilkan saat proses produksi adalah sampah. Diakui atau tidak, negara kita merupakan penyumbang sampah plastik terbesar di dunia. Kondisi seperti itu tentunya tidak bisa dibiarkan begitu saja. Perlu penanganan yang serius untuk menangani permasalahan sampah yang kini kian menumpuk. Salah satu metode pengelolaan sampah nasional yaitu dengan cara pendekatan ekonomi sirkular yang didasarkan pada prinsip pemanfaatan kembali barang-barang sisa konsumsi untuk memaksimalkan nilai ekonomi.

Persoalannya, apakah masyarakat sudah paham bagaimana konsep ekonomi sirkular bisa memberikan solusi mengenai penanganan sampah untuk mewujudkan kehidupan dan pembangunan berkelanjutan?

Penerapan Konsep Ekonomi Sirkular Untuk Mengatasi Masalah Sampah


Masalah pengelolaan sampah yang sudah menjadi persoalan negara sejak dahulu sebenarnya dapat diatasi dengan cara menerapkan konsep ekonomi sirkular. Untuk menerapkan konsep tersebut perlu mendapatkan dukungan dari seluruh pihak. Karena pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Masalah sampah merupakan tanggung jawab penuh pemerintah dengan kerjasama bersama pihak swasta, industri juga masyarakat.

Termasuk di setiap rumah tangga sebagai bagian dari lingkungan terkecil dalam masyarakat. Di tingkat yang terkecil ini pun bisa melakukan ekonomi sirkular dimulai dari diri sendiri.

Ada beberapa kegiatan yang bisa kita terapkan di rumah untuk mendukung penerapan ekonomi sirkular dalam pengelolaan sampah. Kegiatan yang meliputi ekonomi sirkular adalah reduce, reuse, recycle, recovery dan repair.

Nah, beberapa cara yang bisa kita lakukan dalam mengimplementasikan ekonomi sirkular di lingkungan kita, yaitu: 


1. Reduce → mengoptimalkan penggunaan bahan yang ada demi mengurangi jumlah limbah.


Untuk mengurangi jumlah sisa konsumsi yang bisa menjadi tumpukan sampah, kita bisa mengurangi penggunaan plastik. Seperti kita ketahui plastik merupakan salah satu jenis bahan yang susah terurai di dalam tanah. 

Banyak yang bisa kita lakukan untuk mengurangi limbah plastik.
Cara mengurangi penggunaan sampah plastik diantaranya, mengurangi penggunaan sedotan plastik, menggunakan tumbler atau botol minuman sendiri, mengurangi penggunaan tisu dengan cara memakai lap tangan kain, dan membawa kantong belanja sendiri dari rumah.

2. Reuse → menggunakan kembali bahan yang tidak terpakai
Penerapan reuse hampir serupa dengan reduce. Intinya untuk mengurangi sampah kita bisa menggunakan sesuatu yang dapat digunakan untuk fungsi yang sama atau menjadi fungsi lainnya.

Seperti misalnya memanfaatkan baju bayi milik kakak untuk digunakan kembali oleh adiknya, menggunakan kantong kain setiap kali berbelanja daripada memakai kantong plastik atau memanfaatkan sisi kertas kosong untuk menulis.


3. Recycle (Daur Ulang) → memakai kembali bahan-bahan yang tidak terpakai.
Kegiatan ekonomi sirkular lainnya adalah recycle atau mendaur ulang barang yang sudah tidak terpakai. Kita bisa memanfaatkan kain yang sudah tidak dipakai menjadi barang berguna seperti memanfaatkan kain perca menjadi totebag, merangkai kain perca menjadi keset, menggunakan kain sisa konveksi untuk didaur ulang menjadi bunga cantik Selain itu sisa kain juga bisa digunakan untuk mengisi boneka, bantal atau kursi.

https://www.nurulfitri.com/2020/04/implementasi-ekonomi-sirkular.html
Daur ulang gelas plastik bekas air minum kemasan
Tidak hanya kain yang bisa didaur ulang. Kita juga bisa memakai kembali kertas bekas menjadi kertas daur ulang yang dapat digunakan membungkus. Dan sampah plastik yang paling banyak tersedia di rumah biasanya berasal dari bekas kemasan air minum. Dari botol atau wadah plastik kita bisa memakai kembali menjadi pot tanaman. Selain wadah plastik, saya juga biasa memanfaatkan wadah kaleng bekas cat sebagai wadah tanaman.
 
https://www.nurulfitri.com/2020/04/implementasi-ekonomi-sirkular.html
Kaleng cat untuk pot tanaman


4. Recovery (Pemulihan) → memanfaatkan bahan tertentu dari limbah kemudian diproses untuk keperluan lain.
Implementasi ekonomi sirkular lainnya yaitu recovery yang memanfaatkan limbah menjadi sesuatu  dengan fungsi lain. Di rumah, saya memiliki celengan yang berasal dari limbah potongan gulungan kain. Celengan tersebut merupakan pemanfaatan bekas gulungan kain yang dihias menggunakan pasir.

Selain itu, saya juga memanfaatkan kaleng biskuit menjadi tempat alat tulis. Cukup dengan membungkusnya menggunakan kertas bekas pembungkus kado, sampah tersebut sudah bisa beralih fungsi, deh!

https://www.nurulfitri.com/2020/04/implementasi-ekonomi-sirkular.html
Celengan dan tempat alat tulis yang berasal dari barang bekas

5. Repair → memperbaiki barang yang rusak
Untuk mengurangi limbah sampah, kita juga bisa memperbaiki barang yang sudah rusak sehingga tidak menambah jumlah sampah. Apa saja yang bisa kita lakukan dalam rangka repair? Memperbaiki sepatu yang sudah jebol, memperbaiki payung rusak, menjahit tas yang bolong dan perbaikan barang lainnya, sehingga tidak perlu membeli barang lagi atau menjadikan barang rusak tersebut menjadi sampah.

Perlu ditekankan kembali bahwa ekonomi sirkular memegang peranan penting untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan yang mencakup ekonomi, sosial dan lingkungan.

Begitu juga dengan pemerintah Indonesia yang juga menyadari pentingnya implementasi ekonomi sirkular demi terwujudnya kehidupan dan perkembangan berkelanjutan. Konsep dari ekonomi sirkular merupakan bentuk respon dari aspirasi untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan dalam konteks besarnya tekanan produksi dan konsumsi terhadap sumber daya alam dan lingkungan
https://www.nurulfitri.com/2020/04/implementasi-ekonomi-sirkular.html
Wadah cat yang digunakan untuk wadah tanaman cabai rawit

Bagaimana dengan teman-teman? Sudahkah mengimplementasikan ekonomi sirkular di lingkungan sekitar? Ceritain, yuk!

          Salam takzim

57 comments:

  1. Iya sekarang juga super dan mini market sudah nggak pakai plastik lagi. Makanya di rumah pun mulai mengurangi penggunaaan plastik dan berusaha mendaur ulang barang2 di rumah.

    ReplyDelete
  2. Merealisasikan kehidupan ekonomi sirkular itu gampang2 susah. Terkadang kita dan keluarga sudah oke memilah2 sampah organik dan non organik. Eh malah lingkungan sekitar rumah kurang mendukung. Kalau aku selalu membawa tumbler ke manapun pergi. Jadi semoga mengurangi sampah botol plastik deh :) Kadang bisa dipakai membuat tugas prakarya anak2 juga sih bahan2 sampah non organik ini.

    ReplyDelete
  3. Sudah beberapa memanfaatkan kaleng bekas buat pot juga, ibu saya lebih rajin, plastik bekas minyak goreng dipakai juga buat tempat menanam caisin.

    ReplyDelete
  4. Di lingkungan sekitarku belom ada nih, palingan aku sendiri baru bisa memilah- milah jenis sampah aja, antara organik dan anorganik.
    Semoga masyarakat terbuka kesadarannya untuk mengimplementasikan ekonomi sirkular ini.

    ReplyDelete
  5. Di mulai dari diri snediri ya untuk mengurangi sampah dengan memanfaatkan brang daur ulang. Sekarang kalau ke pasar kadag aku bawa wadh sendiri juga jadi langsung ditempatkan di situ gitu nanti di rumah tinggal dicuci

    ReplyDelete
  6. Sampah memang menjadi masalah serius bagi lingkungan. Dan saya setuju dengan 5R yang perlu kita lakukan terhadap barang yg kita konsumsi

    ReplyDelete
  7. Di sini ada pemisahan sampah kering dan basah. Tapi biasanya yang botol air minuma sering dibuat prakarya sama adek-adek di sini

    ReplyDelete
  8. Prinsip 5 R ini bagus juga ya ternyata. Beberapa udah aku aplikasikan di rumah, tapi kalau recovery sama repair masih jarang banget sih.

    ReplyDelete
  9. Hal paling sederhana ini:

    mengurangi penggunaan sedotan plastik, menggunakan tumbler atau botol minuman sendiri, mengurangi penggunaan tisu dengan cara memakai lap tangan kain, dan membawa kantong belanja sendiri dari rumah.

    Seharusnya bisa dilakukan semua orang ya, Mbak.

    ReplyDelete
  10. Untuk penggunaan ulang botol-botol atau toples buat pot alhamdulillah sedang dipratekkan. Tinggal baju-baju yang usang aja nih, kak. Masih berpikir ulang mau dijadikan apa. Alhasil masih ditumpuk jadinya

    ReplyDelete
  11. wah saya biasanya cuma dengar 3R, ternyata 5R ya mbak Nurul. TFS.
    Sebenernya beberapa hal sudah biasa bgt di masayarakat kita ya...seperti nglungsur baju bekas, tempat2 reparasi (dari alat elektronik sampai sepatu). Tapi untuk soal membuang sampah nih...yg masih PR besaaaarrr

    ReplyDelete
  12. Indonesia itu negara no.2 penyumbang sampah di dunia loh, serem banget ya. Karena memang masih banyak yang tidak peduli menurutku, tapi sekarang mulai banyak juga nih yang membuat sampah kemasan plastik untuk dijadikan barang daur ulang.

    ReplyDelete
  13. MasyAllah konsep ekonomi sirkular ini bagus ya Teh dan bermanfaat sekali. Tapi sayangnya tidak didukung oleh semua pihak ya. Soalnya masih banyak orang-orang yang buang sampah sembarangan, orang-orang yang seenaknya pakai produk lalu ga mau pakai lagi dan lain-lain. Konsep ekonomi sekular ini baiknya memang kita mulai dari diri sendiri dan orang-orang terdekat kita ya biar kita bisa selamatkan bumi kita juga

    ReplyDelete
  14. gara2 corona, kayaknya baik klo mulai digalakkan penerapan ekonomi sirkular. jd hidup bisa lebih hemat.

    ReplyDelete
  15. DI rumah sejak dulu banyak banget barang" bekas yang masihbisa digunakan selalu dimanfaatkan. Dulu sih alasannya sayang aja kalo dibuang, dan ternyata sekarang berguna banget untuk mengurangi limbah. Yuk semangat mengurangi limbah dengan cara" sederhana

    ReplyDelete
  16. Kalau yang biasa saya lakukan adalah meminimalkan penggunaan kantong kresek saat berbelanja ke supermarket. Meski untuk itu beberapa kali saya harus bersitegang dengan mba kasir karena katanya memang harus pake kresek, bahkan kalau barangnya banyak, kreseknya malah didobel. Oalah...

    ReplyDelete
  17. dan biar tambah kreatif, bisa juga sering lihat DIY yang menggunakan bahan daur ulang. Kaya kreativitas yang biasa dilakukan channel life hack gitu... nanti makin asik menjalankan ekonomi sirkular meski sederhana di rumah masing-masing.

    ReplyDelete
  18. Setuju banget dengan konsep ekonomi sirkular untuk mengelola sampah. Karena ditangan orang-orang kreatif, sampah yang tadinya tidak berharga bisa jadi barang seni yang istimewa.

    ReplyDelete
  19. daur ulang ini mulai terpapar sejak aku SD or SMP, dimana saat itu membuat kerajinan dari sedotan bekas jadi bunga anggrek buatan, lalu membuat prakarya dari koran bekas, bisa jadi hiasan, hingga botol bekas sebagai wadah menanam perkebunan kecil di taman rumah

    ReplyDelete
  20. Alhamdulillah sedikit demi sedikit mulai nerapin kehidupan yang eco-friendly, mBak. Mulai minim sampah dengan 3R. Pot pot diisi tanaman, kertas bekas dipakai lagi, bahkan struk belanja dipakai lagi. Belanja bawa keranjang. Mulai hemat air dan listrik juga biar irit uang dan bermanfaat utk orang lain.

    ReplyDelete
  21. Aku paling sering pakai yang bekas minuman buat nyebar benih atau urusin bibit. Di tetangga malah pada pakai bekas plastik minyak kemasan buat tanam. Lumayan ngurangi sampah

    ReplyDelete
  22. Kalau lihat foto tanaman-tanaman itu jadi ingat kebiasaan suami. Sekarang media tanamnya juga banyak dari kemasan minyak goreng dan lain sebagainya

    ReplyDelete
  23. Jadi ada 5R dalam menciptakan ekonomi sirkular ya mbak.
    Memanfaatkan bahan bekas untuk pembuatan barang baru /daur ulang juga suka aku terapkan di rumah mbak
    Selagi masih bisa difungsikan ya fungsikan sesuai kebutuhan gitu dah

    ReplyDelete
  24. Memakai tumbler, menggunakan lap kain dan membawa kantong belanja sendiri sudah menjadi gaya hidup yang Insya Allah kami terapkan, mba

    Bayangkan jika setiap keluarga di dunia melakukan hal yang sama.
    Bumi pasti akan tersenyum bahagia ya :)

    ReplyDelete
  25. Anak saya sih yang rajin dan semangat memanfaatkan barang bekas, saya mah memfasilitasi aja, hihihi...

    ReplyDelete
  26. saya beberapa kali menerapkan pisahin sampah organik dan anorganik tapi gagal selalu dijadiin satu sama mama hehehe katanya sama saja, memang masih susah mengedukasi orang tentang ini, tapi untungnya mama masih mau memakai botol plastik bekas untuk menanam tanaman :D

    ReplyDelete
  27. Ini salah satu yangs edang aku upayakan, sedikit demi sedikit mba walau beneran susah buat aku pribadi, hehe.

    ReplyDelete
  28. Asik nih, kalo semangat ekonomi sirkular udah merasuki kita semua.
    Makin hepi karena bumi jadi lebih hijau, ye kannn
    mengurangi sampah ceunah :)

    ReplyDelete
  29. Aku juga suka daur ulang mbak dan melihat segala yang ada di sekitar untuk kembali dimanfaatkan dan kalau bisa bernilai ekonomi.

    ReplyDelete
  30. Aku tuh lagi berusaha keras bagaimana agar sampah-sampah rumah tangga di rumah kami jangan sampai terbuang keluar supaya meringankan beban alam yang makin berat. Namun belum banyak hasilnya. Kalau untuk sampah makanan sih sudah mau dibuat kompos.

    ReplyDelete
  31. Aku nggak kreatif kalo urusan mengolah barang bekas atau barang sisa jadi barang baru. Paling sering reuse dan reduce aja sih. Recycle yang sering cuma ngegabrukin sampah dapur ke tong kompos :D

    ReplyDelete
  32. Sejak dulu aku sudah dibiasakan menerapkan pemanfaatan sampah gini sih. Kayak kaleng kue buat tempat pensil, atau kaos robek yang dimanfaatkan lagi buat bikin boneka , dsb. Tapi dulu motivasinya cuma biar irit aja sih. Blom sampai kesadaran ttg ekonomi sirkular gini

    ReplyDelete
  33. Prinsip ekonomi sirkular ini bagus sekali utk menjaga kelestarian bumi ya mbak dan ku lihat makin banyak perorangan maupun perusahaan yang sudah mulai menerapkannya. Syukur2 kalau yg bekas jd menghasilkan (uang) yaaa

    ReplyDelete
  34. Saya sudah menerapkan di keluarga memisahkan antara sampah dan juga sudah memanfaatkan bahan-bahan sampah yang bisa digunakan untuk pot nanti aku fotoin ya pot baru aku dari belerang

    ReplyDelete
  35. saya jg pakai botol2 plastik buat pot tanaman. lumayan gak perlu beli pot. lainnya lg masih bingunh dikreasikan apa

    ReplyDelete
  36. Kemarin aku iya, teh...pakai botol-botol bekas untuk pot.
    Sayangnya...tanamannya gak mau tumbuh.
    Sedih akutu...jadi kosongin pot lagi dan mulai cari bibit sayuran baru lagi.

    ReplyDelete
  37. Oh istilahnya ekonomi sirkular ya.. Alhamdulillah jadi tahu setelah baca postingan ini. Aku di rumah juga manfaatin botol bekas buat anakan suculent. Nanamin daun bawang di ember bocor. Sebenarnya sih suami yang rajin hihihi

    ReplyDelete
  38. Sudah lah banyak penduduknya ya kan,jelas lah banyak memproduksi sampah makanya sebagai penyumbang sampah plastik terbesar. Menarik banget melakukan aktifitas seperti ini yah mengimplimentasikan ekonomoi sirkular. Bekas cat dan minuman menarik juga buat pot yah mbak. DI rumah tuh yang rajin ibuku yang memanfaatkan plastik kemasan bekas minyak makan untuk pot juga.

    ReplyDelete
  39. tempat pensil/pulpen di mejaku dari botol bekas Mbak.
    di dapur tempat sutil dkknnya dari blender plastik yang pecah, dibuang sayang pas masukin sutil dan kawan-kawannya pas, jadilah tetap bisa difungsikan lagi :)
    bekas-bekas kotak susu biasanya kujadikan wadah penyimpanan botol-botol kecil macam obat-obatan, deodoran, bedak dll :D

    ReplyDelete
  40. Keren deh andai ekonomi sirkular diaplikasikan semua orang, tp smga sih kesadaran akan pentingnya mendaur ulang sampai khususnya semakin meningkat 😊

    ReplyDelete
  41. menjaga lingkungan tetap hijau dan nyaman bukan hal mudah. Banyak hal yang membuat kita mesti concern terutama masalah daur ulang.
    Banyak yang masih lemah dengan memilah sampah. campur aduk ketika dui buang dan menyulitkan pemilahan. Ada juga pemikiran kalau menggunakan barang daur ulang juga ngga keren. padahal banyak artis yang keren pake barang daur ulang

    ReplyDelete
  42. kalo inget pot-pot tanaman yg selalu dimanfaatkan oleh papahku untuk berkebun nih. Dan bener banget dari hal-hal tersebut bisa mengoptimalkan ekonomi sirkular

    ReplyDelete
  43. Bismillah, dengan adanya diam di rumah karena covid-19 ini, semoga saya semakin bisa memberlakukan ekonomi sirkular di rumah.
    sepertinya mudah, tapi ya nggak semudah yang diperkirakan.

    ReplyDelete
  44. Alhamdulillah sudah mengurangi penggunaan sedotan dan juga menggunakan tumbler buat minum. Semoga bisa bertambah lagi untuk penggunaan lainnya seperti botol shampoo dan sabun.

    ReplyDelete
  45. Setuju sih kataku karena kegiatan yang bisa kita terapkan di rumah untuk mendukung penerapan ekonomi sirkular ya dgn melakukan pengolahan sampah dengan reuse dsb itu, biar ga banyak polusi juga sih ya mba.

    ReplyDelete
  46. belum sepenuhnya sih,mbak. tapi paling tidak kita bisa dukung gerakan ekonomi sirkular ini. ya... semampu dan sekuat yang kita bisa dulu ya? semoga dari sedikit nanti lama-lama jadi kebiasaan yang melekat dan makin meluas pada banyak hal

    ReplyDelete
  47. 5R ini kalau diterapkan secara berkesinambungan bisa bermanfaat buat lingkungan.

    Kalau daku sendiri untuk yg recovery belum karena belum begitu kreatif haha, masih yang 4R lainnya.

    ReplyDelete
  48. Sangat bermanfat sharingnya Mbk jadi makin menyadari akan pentingnya daur ulang ya, kita melihat barang di sekitar kita dan memanfaatkannya.

    ReplyDelete
  49. sebagai mahasisa yg menjurus ke lingkungan, emang benar manusia harus bisa melakukan 3R untuk mengelola sampah agar tidak membuat kerusakan untuk bumi dan pastinya bumi pasti bersih dan hijau.. paling tidak mengurangi polusi sampah

    ReplyDelete
  50. Saya dan suami adalah orang yang suka menggunakan barang-barang dalam waktu yang lama, rusak dibenerin, rusak dibenerin sampe bener-bener gak bisa dipake. dan ya.. saya paling gemes sama urusan sampah ini, Makanya, masalah sampah ini harus diluruskan dan diajarkan sama penerus kita sejak dini, biar gak sembarangan sama sampah. Menjadi negara penyumbang sampah plastik terbesar apa yang bisa dibanggakan?

    ReplyDelete
  51. Dirumah aku juga sedang menerapkan 3 hal itu mbak, apalagi selama WFH ini, ada aja pokoknya barang-barang yang kami buat dari bahan-bahan lama yang sudah tidak terpakai.

    ReplyDelete
  52. Kalau dulu 3R, sekarang sudah sampao 3R ya dengan ekonomi sirkular ini. Ya betul sih harus ada perkembangan terutama harus menjadi barang manfaat yang bernilai ekonomis :)

    ReplyDelete
  53. hal ini sudah kami terapkan di kampus kami di universitas syiah kuala. Jadi setiap ada kegiatan atau event itu tidak boleh lagi memakai botol plastik seperti aqua gelas dan sebagainya, semuanya harus diganti dengan menggunakan tumblr pribadi. Menurut aku sendiri sih ini memang langkah yang tepat untuk mengurangi limbah dan sebagai salah satu implementasi ekonomi sirkular

    ReplyDelete
  54. Jadi R-nya ada 5 yah. Wah mbaknya rajin banget buat bikin karya-karya dari barang bekas. Kalau saya sih cuma sampai bagian reduce saja. Mager kalau mau ungerecycle dan lain-lain

    ReplyDelete
  55. Saya juga lagi belajar nih buat memanfaatkan penggunaan barang bekas biar gak kebuang dan jadi sampah gitu aja. Buat jadi pot tanaman kayak gitu.

    ReplyDelete
  56. Alhamdulillah aku sudah mencoba menerapkan ketika berbelanja membawa kain plastik, membawa tempat minum ketika berpergian, dan menggunakan balik kertas untuk ngeprint. Walaupun kadang suka lupa tapi setidaknya sudah mencoba mengurangi :)

    ReplyDelete
  57. Selama ini sih aku sebisa mungkin menerapkan reduce - reuse - recycle. Tapi untuk recovery dan repair, masih harus belajar lagi nih mbak. Yok kita semangat mengimplementasikan ekonomi sirkular, semangat! ^^

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar. Mohon maaf, untuk menghindari SPAM, komentarnya dimoderasi dulu, yaa ^~^