Seiring pertumbuhan populasi manusia yang begitu pesat, diiringi dengan pergeseran hidup individu dapat menimbulkan dampak baru berupa kelangkaan bahan baku. Selain itu proses produksi untuk memenuhi kebutuhan hidup dan konsumsi manusia juga menghasilkan polusi yang menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.

Menerapkan implementasi ekonomi sirkular

Polusi yang paling besar dihasilkan saat proses produksi adalah sampah. Diakui atau tidak, negara kita merupakan penyumbang sampah plastik terbesar di dunia. Kondisi seperti itu tentunya tidak bisa dibiarkan begitu saja. Perlu penanganan yang serius untuk menangani permasalahan sampah yang kini kian menumpuk. Salah satu metode pengelolaan sampah nasional yaitu dengan cara pendekatan ekonomi sirkular yang didasarkan pada prinsip pemanfaatan kembali barang-barang sisa konsumsi untuk memaksimalkan nilai ekonomi.

Persoalannya, apakah masyarakat sudah paham bagaimana konsep ekonomi sirkular bisa memberikan solusi mengenai penanganan sampah untuk mewujudkan kehidupan dan pembangunan berkelanjutan?

Penerapan Konsep Ekonomi Sirkular Untuk Mengatasi Masalah Sampah


Masalah pengelolaan sampah yang sudah menjadi persoalan negara sejak dahulu sebenarnya dapat diatasi dengan cara menerapkan konsep ekonomi sirkular. Untuk menerapkan konsep tersebut perlu mendapatkan dukungan dari seluruh pihak. Karena pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Masalah sampah merupakan tanggung jawab penuh pemerintah dengan kerjasama bersama pihak swasta, industri juga masyarakat.

Termasuk di setiap rumah tangga sebagai bagian dari lingkungan terkecil dalam masyarakat. Di tingkat yang terkecil ini pun bisa melakukan ekonomi sirkular dimulai dari diri sendiri.

Ada beberapa kegiatan yang bisa kita terapkan di rumah untuk mendukung penerapan ekonomi sirkular dalam pengelolaan sampah. Kegiatan yang meliputi ekonomi sirkular adalah reduce, reuse, recycle, recovery dan repair.

Nah, beberapa cara yang bisa kita lakukan dalam mengimplementasikan ekonomi sirkular di lingkungan kita, yaitu: 


1. Reduce → mengoptimalkan penggunaan bahan yang ada demi mengurangi jumlah limbah.


Untuk mengurangi jumlah sisa konsumsi yang bisa menjadi tumpukan sampah, kita bisa mengurangi penggunaan plastik. Seperti kita ketahui plastik merupakan salah satu jenis bahan yang susah terurai di dalam tanah. 

Banyak yang bisa kita lakukan untuk mengurangi limbah plastik.
Cara mengurangi penggunaan sampah plastik diantaranya, mengurangi penggunaan sedotan plastik, menggunakan tumbler atau botol minuman sendiri, mengurangi penggunaan tisu dengan cara memakai lap tangan kain, dan membawa kantong belanja sendiri dari rumah.

2. Reuse → menggunakan kembali bahan yang tidak terpakai
Penerapan reuse hampir serupa dengan reduce. Intinya untuk mengurangi sampah kita bisa menggunakan sesuatu yang dapat digunakan untuk fungsi yang sama atau menjadi fungsi lainnya.

Seperti misalnya memanfaatkan baju bayi milik kakak untuk digunakan kembali oleh adiknya, menggunakan kantong kain setiap kali berbelanja daripada memakai kantong plastik atau memanfaatkan sisi kertas kosong untuk menulis.


3. Recycle (Daur Ulang) → memakai kembali bahan-bahan yang tidak terpakai.
Kegiatan ekonomi sirkular lainnya adalah recycle atau mendaur ulang barang yang sudah tidak terpakai. Kita bisa memanfaatkan kain yang sudah tidak dipakai menjadi barang berguna seperti memanfaatkan kain perca menjadi totebag, merangkai kain perca menjadi keset, menggunakan kain sisa konveksi untuk didaur ulang menjadi bunga cantik Selain itu sisa kain juga bisa digunakan untuk mengisi boneka, bantal atau kursi.

Pemanfaatan gelas plastik bekas untuk ekonomi sirkular
Daur ulang gelas plastik bekas air minum kemasan
Tidak hanya kain yang bisa didaur ulang. Kita juga bisa memakai kembali kertas bekas menjadi kertas daur ulang yang dapat digunakan membungkus. Dan sampah plastik yang paling banyak tersedia di rumah biasanya berasal dari bekas kemasan air minum. Dari botol atau wadah plastik kita bisa memakai kembali menjadi pot tanaman. Selain wadah plastik, saya juga biasa memanfaatkan wadah kaleng bekas cat sebagai wadah tanaman.
 
Pemanfaatan bekas kaleng cat  untuk ekonomi sirkular
Kaleng cat untuk pot tanaman


4. Recovery (Pemulihan) → memanfaatkan bahan tertentu dari limbah kemudian diproses untuk keperluan lain.
Implementasi ekonomi sirkular lainnya yaitu recovery yang mengolah limbah menjadi sesuatu  dengan fungsi lain. Di rumah, saya memiliki celengan yang berasal dari limbah potongan gulungan kain. Celengan tersebut merupakan pemanfaatan bekas gulungan kain yang dihias menggunakan pasir.

Selain itu, saya juga memanfaatkan kaleng biskuit menjadi tempat alat tulis. Cukup dengan membungkusnya menggunakan kertas bekas pembungkus kado, sampah tersebut sudah bisa beralih fungsi, deh! Jadi kreasi yang bisa bermanfaat.

Memanfaatkan sampah untuk implementasi ekonomi sirkular
Celengan dan tempat alat tulis yang berasal dari barang bekas

5. Repair → memperbaiki barang yang rusak
Untuk mengurangi limbah sampah, kita juga bisa memperbaiki barang yang sudah rusak sehingga tidak menambah jumlah sampah. Apa saja yang bisa kita lakukan dalam rangka repair? Memperbaiki sepatu yang sudah jebol, memperbaiki payung rusak, menjahit tas yang bolong dan perbaikan barang lainnya, sehingga tidak perlu membeli barang lagi atau menjadikan barang rusak tersebut menjadi sampah.

Perlu ditekankan kembali bahwa ekonomi sirkular memegang peranan penting untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan yang mencakup ekonomi, sosial dan lingkungan.

Begitu juga dengan pemerintah Indonesia yang juga menyadari pentingnya implementasi ekonomi sirkular demi terwujudnya kehidupan dan perkembangan berkelanjutan. Konsep dari ekonomi sirkular merupakan bentuk respon dari aspirasi untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan dalam konteks besarnya tekanan produksi dan konsumsi terhadap sumber daya alam dan lingkungan
Memanfaatkan bekas kaleng cat untuk pot tanaman
Wadah cat yang digunakan untuk wadah tanaman cabai rawit

Bagaimana dengan teman-teman? Sudahkah mengimplementasikan ekonomi sirkular di lingkungan sekitar? Yuk selamatkan bumi dari rumah! Ceritain, yuk!

Salam takzim