Tuesday, 29 September 2020

Tahun 2020 Yang Penuh Hikmah

Tahun 2020 memang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kita semua tidak pernah menduga jika tahun ini harus menghadapi hal baru yang tak pernah terpikirkan sebelumnya bahkan menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat. Penyebaran virus Covid-19 begitu masif mengintai di setiap penjuru dunia.

Sudah banyak korban jiwa yang terserang virus dan tidak sedikit juga yang harus meregang nyawa karenanya. Sedih, kecewa, takut, marah atau kesal seakan menjadi uangkapan yang mendominasi pikiran masyarakat menjalani kehidupan di tahun 2020 ini. Namun kita semua juga harus yakin jika setiap kejadian pasti ada tujuannya. Pasti ada hikmahnya dibalik pandemi ini.

Saya yakin semua sependapat bahwa tidak ada gunanya terus mengeluh dan meruntuki keadaan. Allah tidak akan memberikan sebuah masalah di luar kemampuan makhluknya. Tetap yakin jika kita bisa melalui semua kejadian dan berusaha beradaptasi. Bagi saya sendiri, banyak segi positif yang bisa dijadikan hikmah. 

Inilah Hikmah di Tahun 2020

1. Lebih dekat dengan Allah dan banyak mengingat kematian

Penyakit yang disebabkan oleh Virus Covid-19 ini telah memakan korban jiwa yang tidak sedikit. Beberapa media menayangkan proses mengurus jenazah korban virus yang kasat mata itu. Mengingatkan pada diri sendiri jika semua pasti akan menghadapi kematian. Diri ini sedang menunggu antrian. Ya, antrian menunggu saat yang tepat menghadap Sang Pencipta.

Hal tersebut membuat diri ini berusaha mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian. Berusaha menambah ibadah dan lebih dekat dengan Allah. Berusaha banyak bertaubat atas segala kesalahan diri dan berusaha memperbagus ibadah untuk mempersiapkan kematian. Jika tidak ada virus yang sudah menyerang semua penjuru dunia ini, barangkali kita akan terlena dengan kehidupan dunia. Lupa jika dunia hanya sementara dan akhirat adalah tujuan akhir. Barangkali jika wabah ini tidak mengintai jiwa manusia, bisa saja ibadah harian menjadi kendor atau terlupakan.


2. Dekat dengan keluarga

Mengikuti protokol kesehatan untuk diam di rumah saja membuat ikatan dalam keluarga menjadi lebih erat. Ikatan bonding menjadi semakin hangat karena banyak kegiatan yang dilakukan bersama-sama di dalam rumah. Jika dahulu, kepala rumah tangga kami bekerja di luar kota, kini kami bisa berkumpul bersama kembali. Kegiatan berpusat di rumah. Baik pekerjaan dan kegiatan belajar, semua dilakukan di rumah.

Kami yang biasanya jarang makan siang bersama, kini bisa berkumpul bersama menyantap hidangan yang tersaji di atas meja. Awal-awal pandemi, kami juga melakukan ibadah sholat bersama dan membaca Al Qur'an di rumah. Setelahnya kami biasa berbincang-bincang santai sambil menonton TV atau sekedar bersama-sama duduk di teras rumah. Berdiskusi segala hal. 

3. Lebih melek teknologi

Bekerja dari rumah dan kegiatan belajar di rumah harus tetap berjalan meski tidak harus bertatap muka langsung. Semua bisa diatasi dengan media teknologi. Koordinasi dengan sesama rekan kerja pun kini bisa lebih mudah berkat teknologi. Tidak jauh berbeda dengan kegiatan ajar mengajar. Berbagai aplikasi digunakan untuk mempermudah komunikasi.

Bagi sebagian orang, bekerja atau belajar online memaksa dirinya untuk melek teknologi. Seperti cerita mamah mengenai lingkungan tempat beliau mengajar, kini para pengajar harus paham dan pintar mengoperasikan berbagai media teknologi. Ada beberapa rekan mamah yang kini menjadi lebih paham dan pintar mengoperasikan komputer/laptop.

4. Lebih banyak berkegiatan yang positif

Menjalani kehidupan dengan cara berbeda dengan sebelumnya juga memunculkan kebiasaan baru. Dulu terbiasa mengadakan berbagai pelatihan, seminar atau silaturahmi secara tatap langsung kini semua dilakukan dengan cara online. Berbagai kelas online, seminar atau pelatihan dilakukan secara virtual. Saya juga memiliki kebiasaan baru yang sebelumnya belum pernah dilakukan. Kini minimal seminggu sekali, saya bisa mengikuti seminar atau pelatihan melalui webinar atau google meet. 

Banyak jenis bincang online yang bisa saya ikuti seperti seminar parenting, bincang tentang gizi dan kesehatan keluarga hingga bincang bisnis yang diselenggarakan sebuah bank negeri. 

5. Menjaga kebersihan dan menerapkan pola hidup sehat

Demi mencegah penyebaran virus Covid-19 yang begitu masif, menjaga kebersihan diri dan kebersihan lingkungan menjadi perhatian khusus bagi setiap orang. Kini seluruh masyarakat begitu peduli dengan kebersihan. Bahkan berlomba-lomba membeli alat kesehatan menjadi trend baru di tahun 2020 ini.  Tidak hanya alat kesehatan, makanan dan minuman yang bisa menjaga daya tahan tubuh pun sekarang seakan menjadi kebutuhan pokok. Menjaga kebersihan dan menerapkan pola hidup sehat kini sudah menjadi kebiasaan baru. 



6. Bumi menjadi bersih

Tidak adanya kegiatan di luar rumah juga berpengaruh pada tingkat polusi yang biasanya mencemari bumi dan udaranya. Selama beberapa bulan di masa pandemi, udara sekitar terlihat lebih bersih tanpa polusi, bahkan di beberapa tempat langit terlihat bersih dengan warna biru yang cerah. Berhentinya operasi beberapa pabrik dan tidak adanya kendaraan bermotor di jalanan membuat polusi udara jadi berkurang banyak. Begitu juga dengan sampah yang biasanya teronggok di beberapa sudut kita, kini tidak tampak lagi. Di tahun 2020 ini, seakan bumi membersihkan dirinya sendiri. 

7. Mengurangi pengeluaran

Bagi saya yang memiliki anak dengan lokasi sekolah yang agak jauh dari rumah, pembelajaran dari rumah cukup mengurangi pengeluaran. Ongkos sekolah dan uang jajan yang biasanya dikeluarkan setiap hari sekolah, kini tidak ada lagi. Hal ini tentunya bisa menekan pengeluaran. Tidak hanya itu, karena pandemi, kebiasaan makan di luar setiap akhir pekan jadi tidak ada. Sehingga bisa menekan pengeluaran biaya makan di luar.

8. Menerapkan hidup hemat

Pandemi juga membawa dampak yang cukup serius pada sektor ekonomi. Beberapa orang harus kehilangan kerja, ada juga yang dirumahkan dengan setengah penghasilan dari biasanya juga para pedagang yang  tidak bisa berjualan karena adanya pembatasan berskala besar. Penghasilan yang minim atau tidak tentu ini memaksa masyarakat termasuk saya untuk lebih berhemat. 

Menerapkan pengaturan keuangan yang lebih ketat dari sebelumnya. Memilah pengeluaran yang berdasarkan keinginan atau kebutuhan, menerapkan hidup hemat demi menjaga kesehatan keuangan keluarga.

9. Momen yang tepat mengajarkan empati pada anak

Masa pandemi ini merupakan momen yang tepat mengajarkan anak untuk berempati dengan sesama. Banyak masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi, ada yang hanya menerima setengah gaji, ada yang dirumahkan dalam jangka waktu yang masih tidak menentu, bahkan ada juga yang harus kehilangan penghasilannya.  

Kondisi yang berbeda pada setiap keluarga bisa menjadi sarana belajar anak untuk memahami perbedaan tersebut. Ajak anak untuk lebih banyak bersyukur dan mau berbagi dengan sesama. Tidak hanya orang dewasa saja, anak-anak juga harus memahami adanya peran orang lain di sekitar kita.

10. Banyak waktu untuk meluangkan hobi

Menghabiskan banyak waktu di rumah saja, lama kelamaan akan menimbulkan rasa bosan. Untuk menyiasati timbulnya rasa jenuh, menjalankan hobi masing-masing bisa membuat kita lebih menikmati hidup. Sebelum masa pandemi saya jarang mengkhususkan waktu untuk berkebun, tetapi di tahun 2020 ini saya dan suami bisa memiliki waktu menanam sayuran dengan cara hidroponik. Alhamdulillah, untuk kebutuhan sayuran di rumah bisa terpenuhi dari hasil kebun.

Dan masih banyak lagi hikmah yang bisa diambil di masa pandemi ini. Barangkali yang saya sebutkan di atas baru sebagian kecilnya saja. Sebenarnya masih banyak yang bisa diambil manfaatnya dari kejadian selama 7 bulan ini. Tahun 2020 membuat kita semua belajar beradaptasi dengan kebiasaan baru.

Lalu bagaimana dengan teman-teman? Apa yang kalian rasakan di Tahun 2020 ini?

                Salam takzim




30 comments:

  1. Iya mba, pandemi ini mengingatkan kita untuk berhemat. Karena belum tahu nih coro musnahnya kapan. Tapi aku berdoa semoga si coro segera musnah dari muka bumi, supaya kehidupan bisa berjalan normal kembali

    ReplyDelete
  2. Yup, poin nomor satu itu benerrr bgt sih mba.


    Poin dekat dgn kluarga, iyaaa di awal2 pandemi. Tapi makin k sini, daku lebih banyak berantemnya nih qkqkqkqk. Soale boseeennn dan jenuh kan d rumah aja

    ReplyDelete
  3. Semuanya bener banget deh, dan itu bener2 aku syukuri. Repotnya PJJ skrg ini pun ku syukuri mbak, bener2 jd madrasah pertama buat anakku

    ReplyDelete
  4. Hikmah di balik pandemi yang kudu banget kita syukuri yaa, teh...
    Lebih dekat dan mengenal anak-anak.
    Dan paling happy karena jadi melihat bagaimana anak-anak saat menuntut ilmu dan kebiasaan-kebiasannya.

    Tabarakallahu...
    Semoga Allah lindungi kita semua dari wabah.
    Aamiin~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ketika mendampingi anak-anak di usia produktif mereka begini, aku jadi teringat kembali bahwa Ibu adalah madrasah utama. Jadi sebisa mungkin menanamkan kebaikan tanpa mengeluh.

      Semoga Allah mudahkan selalu.

      Delete
  5. Kalau diruntut benar.. tahun 2020 ini tahun yang sangat luar biasa. Mengajarkan kita untuk kembali ke dalam diri dan menjadi manusia yang manusiawi.
    Saya juga merasakan 10 hikmah ini Mbak

    ReplyDelete
  6. Tahun 2020 memang sesuatu mbak, banyak airmata dan kesedihan. Tapi dibalik semua itu kita bisa ambil hikmahny, instrospeksi diri dan muhasabah diri.
    Dibalik semua musibah insha alloh ada hikmah baik yng terkandung didalamnya

    ReplyDelete
  7. Terus lagi di tahun 2020 ini banyak orang yang lebih kreatif mau bisnis apa gitu yg support di masa pandemi ya mbak. Walau nggak bisa jauh2 perginya, sampai lupa rasanya liburan, tetap ada hikmah di balik kejadian di tahun 2020,

    Oh iya, hidroponik, belum aku praktekkan. Lumayan tuh bisa memanfaatkan lahan minim seperti di rumah bumer, tapi tetap bisa nanam sayran hehehee

    ReplyDelete
  8. Pandemi ini mengubah banyak hal. Dari gak gaptek mau gak mau harus belajar teknologi. Yang boros ya belajar hemat. Dan jadi ingat mati juga. Banyak sebenarnya hikmah di 2020 ini meski bikin pusing juga

    ReplyDelete
  9. Kalau dilihat dari sudut pandang yg berbeda, 2020 ini bener2 waktunya bumi untuk healing ya.

    ReplyDelete
  10. Pandemi ini "memaksa" untuk makin mendekat pada Sang Maha Kuasa.
    Ini benerr mba
    Apalagi kalo tau circle terdekat kita banyak yg berpulang

    ReplyDelete
  11. banget mba, 2020 ini beneran deh semuanya ada, it's been like roller coaster, up side down, semoga kita semua dimudahkan ya

    ReplyDelete
  12. Kurang lebih hikmahnya seperti yang ada dipostingan ini. Terutama berusaha mendekatkan diri ke Allah SWT dan ingat kematian. Karena pandemi memang bikin lelah lahir batin

    ReplyDelete
  13. Banyak banget sisi positifnya yang didapat tahun ini ya Teh, sesuatu pokonya membuat diri dan bumi lebih banyak healing.
    Hanya berdoa dan saling support satu sama lain.

    ReplyDelete
  14. Iya, kudu lebih berhemat dan menyimpan uang, kudu lebih kreatif mencari tambahan penghasilan, ngerasain jadi guru buat bocah, semoga kita sehat selalu ya aamiin

    ReplyDelete
  15. Tahun 2020 ini buat saya seperti roller coaster. Hal baik dan buruk datang silih berganti, kaya bikin perasaan dilambung tinggi trus dihempas lagi dengan kencang. Tapi tetap banyak hikmahnya dan banyak yang bisa disyukuri.

    ReplyDelete
  16. Alhamdulillah pandemi makin membuat saya dekat dengan-Nya dan keluarga. Terus, jadi lebih menghargai uang. Dulu kadang bablas aja, jadi lebih hati-hati dalam pengelolaan keuangan. Juga hal lain yang lebih kurang sama dengan poin-poin di atas. Beneran kena jewer semua nih kita sama Yang Maha Kuasa yaaa

    ReplyDelete
  17. Benar ya mbak...
    Pandemi ini juga banyak hikmah, banyak yg bs kita ambil pelajaran

    ReplyDelete
  18. tetap bersyukur walaupun dalam keadaan yang berbeda ya mbak. Banyak yang berubah termasuk ke arah yang positif juga

    ReplyDelete
  19. thank you for your enthusiasm In 2020, I lost my mother and only two weeks after that the floods inundated our house, to be honest I haven't moved on yet

    ReplyDelete
  20. Iya sama nih, sejak pandemi dan menyaksikan banyak kematian dar berita maupun teman dan tetangga (meski bukan karena covid), saya jadi lebih banyak tafakur. Mendekat ke Allah, curhatnya makin intens karena ingin siap ketika kematian menjemput

    ReplyDelete
  21. Hikmah tahun 2020 buat aku hampir mirip sama yang teteh tulis. Bener-bener inget kematian, udah gitu aku sekarang udah beralih ke gaya hidup minimalis karena akhirnya sadar setelah di rumah aja, aku nimbun barang banyak banget. Semoga kita semua selalu dikuatkan ya.

    ReplyDelete
  22. Aku banyak waktu menjalankan hobi tapi bentrok juga kegiatan belajar daring, akhirnya memilih prioritas sih bersama anak-anak.

    ReplyDelete
  23. Yang paling aku rasakan banget sih jadi lebih dekat dengan keluarga dan juga makin menjaga kebersihan sekeluarga.

    ReplyDelete
  24. Iyaa ya mbak. Di balik segala duka di tahun 2020, pastinya ada hikmah pula yang bisa diambil di sana. Banyak pelajaran yang membuat kita mengingat, bahwa tidak satupun yang terjadi di luar kehendak Allah SWT.

    ReplyDelete
  25. Emang nggak pernah terbayangkan sebelumnya ya, melewati tahun 2020 yang sungguh kelabu ini, tapi tetep nggak boleh lupa bersyukur ya maaaak..

    ReplyDelete
  26. Satu hal yang kusyukuri juga ini point 2 ! Ibadah bersama keluarga jadi lebih mudah

    ReplyDelete
  27. Butuh keikhlasan ya mba untuk bisa mendapatkan hikmah di balik pandemi yang seakan tiada kunjung selesai ini. Masing-masing dari kita harus mampu introspeksi, kira-kira ada hikmah apa yang kita dapat selama beberapa bulan ini. Saya setuju dengan poin-poin yang mba tulis di atas. Jadi makin dekat dengan keluarga nih karena memiliki banyak waktu bersama di rumah.

    ReplyDelete
  28. Betul, pandemi mengubah segalanya. Mengajarkan kita pentingnya rasa sabar dan syukur serta peduli sesama. Semoga kita semua lulus menghadapi cobaan ini. Aamiin..

    ReplyDelete
  29. Iya mbak aku juga merasakan selama pandemi ini jadi semakin dekat dengan Allah. Karena antara hidup dan mati beneran tipis banget yaa saat ini. MasyaAllah.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar. Mohon maaf, untuk menghindari SPAM, komentarnya dimoderasi dulu, yaa ^~^