Friday, 8 May 2020

5 Tips Cermat Mengatur Keuangan di Masa Pandemi Covid-19

Haloow teman-teman! Bagaimana kabarnya? Sehat semua? Pastinya kesehatan fisik dan psikis-nya baik-baik aja, kan? Lalu bagaimana dengan keuangannya, sehat juga? Heu...heu..heu...kalau ditanya soal ini, saya harus tengok catatan dulu nih!

Sebelum ada pandemi Covid-19, terus terang aja, saya senang belanja via online. Soalnya menurut saya, belanja online itu lebih praktis dan ekonomis. Hanya fokus belanja barang yang dibutuhkan saja, memaksakan diri untuk tidak membuka kategori lain.
https://www.nurulfitri.com/2020/05/5-tips-cermat-mengatur-keuangan.html

Setelah diberlakukan PSBB di Kota Bandung, otomatis semua aktivitas di luar rumah dikurangi. Semua aktivitas dilakukan di dalam rumah aja. Termasuk berbelanja kebutuhan untuk keluarga. Karena sudah terbiasa belanja online, kebiasaan tersebut jadi semakin sering dilakukan di masa pandemi. Ehem, membahas kebiasaan belanja online di kondisi seperti sekarang ini, apakah tidak mengganggu kesehatan keuangan keluarga?


Selain dalam masa pandemi, kita juga dihadapkan dengan Hari Raya Idul Fitri. Hari Lebaran itu identiknya dengan kue lebaran, baju lebaran dan renovasi interior rumah untuk menyambut lebaran. Bener gak, sih? Jadi, belanja online-nya dilanjutkan aja?

https://www.nurulfitri.com/2020/05/5-tips-cermat-mengatur-keuangan.html
Menurut beberapa pakar keuangan, sekitar Bulan Juni merupakan periode laporan keuangan semester pertengahan bagi perusahaan-perusahaan. Hasil dari laporan tersebut yang menentukan keberlanjutan usaha mereka selanjutnya. Apakah tetap jalan dengan pegawai yang bekerja dari rumah dan diberi setengah besarnya gaji? Atau mengakhiri hubungan kerjanya dengan karyawan mereka? Kita lihat saja nanti.

Semua prediksi yang tidak jelas di masa datang, semestinya membuat kita untuk lebih waspada. Bagaimana caranya agar keuangan keluarga kita tetap sehat? Cukupkah dana milik kita untuk beberapa bulan kedepannya?

Berikut ini 5 Tips Cermat Mengatur Keuangan di Masa Pandemi Covid-19:


1. Catat pos keuangan secara detil
Tidak hanya pemasukan yang mesti ditulis dengan detil, pengeluaran kita pun seharusnya ditulis secara terperinci. Hingga pengeluaran terkecil. Contohnya apa? Pengeluaran untuk parkir, jajan anak atau beli minuman kekinian yang dianggap kecil nilainya tetapi karena dilakukan berulang kali, jumlah yang dikeluarkan pun jadi besar.

https://www.nurulfitri.com/2020/05/5-tips-cermat-mengatur-keuangan.html

Kita bisa menggunakan buku kas yang khusus untuk mencatat keuangan atau menuliskannya di Microsoft Excel. Buat apa menuliskan semua pengeluaran hingga yang terkecil?

Dengan membuat catatan keuangan kita bisa melihat pengeluaran selama sebulan, bisa diketahui pengeluaran apa saja yang tidak diperlukan dan dari catatan tersebut kita bisa melihat pengeluaran rutin yang harus kita keluarkan perbulan.

2. Rencanakan, Budgetkan dan Jadwalkan
Menurut Mbak Fioney Sofyan selaku pakar keuangan, salah satu cara agak keuangan keluarga aman yaitu dengan cara merencanakan apa yang mau kita beli, lalu tentukan biaya yang dibutuhkan kemudian selanjutnya jadwalkan waktunya untuk berbelanja.

Kebiasaan tersebut bisa merampingkan pengeluaran karena sudah ada rencana yang terperinci mengenai apa yang akan dibeli. Selain itu dengan membuat jadwal belanja (mingguan atau bulanan) bisa meminimalisir pengeluaran lain di luar daftar belanjaan.

3. Pilah antara keinginan dan kebutuhan.
Secara tidak sadar kita terkadang membeli barang berdasarkan keinginan saja. Padahal barang tersebut sebenarnya tidak kita butuhkan. Sebaiknya pikirkan berulang kali ketika hendak berbelanja, apakah barang tersebut penting atau tidak? Kita butuhkan apa tidak?

Memilah antara keinginan dan kebutuhan bisa membuat keuangan tetap sehat. Apalagi kita belum mengetahui dengan pasti kapan pandemi ini akan berakhir. Sehingga kehati-hatian saat hendak berbelanja sangat diperlukan.

4. Persiapkan dana darurat
Tentunya seorang pun tidak ada yang akan menyangka akan ada kejadian luar biasa seperti wabah corona yang mempengaruhi roda kehidupan masyarakat menjadi tersendat. Perekonomian masyarakat juga menjadi tidak jelas. Di situasi seperti inilah pentingnya memiliki dana darurat. Dana darurat bisa menyelamatkan kita saat menjalani kondisi desensif (bertahan).

Untuk pekerja yang sudah memiliki penghasilan tetap, tentu mudah mengalokasikan sebagian pendapatannya untuk dijadikan dana darurat. Lalu bagaimana dengan pekerja lepas atau freelancer? Bagi freelancer yang telah memiliki keluarga, sebaiknya menyiapkan dana cadangan sebesar 12 kali pengeluarannya selama sebulan. Jika sudah tersedia, maka dapat dikatakan keuangan keluarganya sudah sehat.

https://www.nurulfitri.com/2020/05/5-tips-cermat-mengatur-keuangan.html
Namun dengan kondisi pandemi yang belum tentu akhirnya seperti sekarang ini, Mbak Fioney Sofyan dalam acara IG Live bersama Komunitas Indonesian Social Blogpreneur menganjurkan agar kita bisa menyisihkan dana darurat hinggan 1,5 bulan ke depan yang artinya kita harus memiliki dana cadangan hingga Bulan Agustus 2020 mendatang.

5. Cermat mengelola THR
Sebentar lagi beberapa dari kita akan mendapatkan uang THR. Agar keuangan kita tetap sehat hingga pandemi usai, sebaiknya uang THR dipergunakan sebijak mungkin. Jangan gunakan uang THR untuk membeli hal-hal diluar kebutuhan. Utamakan untuk melunasi tagihan bulanan di awal penerimaan THR dan segera bayar zakat dan sedekah.

THR yang identik dengan tunjangan hari raya, boleh saja kita pergunakan untuk memenuhi kebutuhan lebaran, tetapi perlu diingat, keadaan sekarang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kini kita dihadapi oleh wabah yang hingga saat ini belum berakhir. Roda perekonomian negeri ini masih belum stabil. Cermatlah menggunakan uang THR untuk mengantisipasi pereknomian keluarga beberapa bulan ke depan.

Mengatur keuangan dengan cermat di masa pandemi seperti sekarang ini sudah jadi kebutuhan yang mendesak. Apalagi beberapa hari ke depan kita menghadari Hari Raya Lebaran. Sebaiknya kita lebih cermat mengelola keuangan agar saldo tabungan kita tidak nol setelah lebaran. Semoga kita semua bisa lebih pandai dalam mengatur keuangan dan berharap wabah corona ini bisa segera berlalu.
 
                  Salam takzim
 

49 comments:

  1. Masa ini harus lebih cermat dengan pengelolaan keuangan ya. Semua pengeluaran harus diperhitungkan

    ReplyDelete
  2. Iya ya Teh, jaman pandemic ini membuat kita semua berpikir lebih bijak apalagi soal mengatur keuangan yang sangat sensi banget.
    Beneran lebih memilih kebutuhan yang urgen, ga neko2, bisa nahan diri untuk pengeluaran yang ga penting2 banget.
    Insyaallah semoga kita semua selalu diberikan kecukupan.

    ReplyDelete
  3. Betul, saat ini saya tidak berbelanja onlen bila tidak darurat. Memikirkan uang cukup hingga beberapa waktu dulu

    ReplyDelete
  4. Sepakat, keuangan emang kudu direncanakan dan diatur biar ga keteteran ya mbak

    ReplyDelete
  5. Saya ini kenapa ya Mba malas sekali catat pengeluaran? Udah diaediain buku khususnya, cuman tahan sampe 3 hari aja nyatetnya :( lumayan enjoy pake aplikasi di hape, tp selanjutnya berbayar..ada saran ga mba?

    ReplyDelete
  6. Kumasih kerja dimasa pendemic ini, syukur alhamdulilah,,namun uang THR didpt hnya gapok aja. Tetep bersyukur smbil berhemat haha

    ReplyDelete
  7. Keinginan dan kebutuhan perbedaannya tipis, atau kadang-kadang ditipiskan hahaha
    Saya suka tertipu sendiri oleh keduanya. Beli ini mikirnya itu, hadeuuu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makanya suka kecolongan. Tapi baca artikel ini jadi insyap deh. Mau mulai bagian catat-catat dulu ah

      Delete
  8. Terima kasih tips dan sharingnya yaaa hihihi, aku sampe sekarang masih sulit nih kadang membedakan kebutuhan dan keinginan hehe

    ReplyDelete
  9. Nah betul banget nih, perencanaan & pengelolaan keuangan saat ini sangat penting krn kita tidak tahu sampai kapan saat genting ini terjadi, shg harus waspada keuangan ya. Trmksh utk tips2nya mba..

    ReplyDelete
  10. Memprioritaskan mana kebutuhan, mana keinginan itu yg sekarang ketat saya pertahanan, Teh. Da THR mah pimanaeun dapat atuh... Jadi kelola saja dana yg ada sebisanya... semoga saja covid-19 ini segera berakhir. Biar bisa usaha dan kerja lagi

    ReplyDelete
  11. dana darurat ini yang kadang nggak konsisten disisihkan, lagi masa pandemi gini berasa banget pentingnya dana darurat

    ReplyDelete
  12. Kadang2 pengeluaran yang sepertinya kecil, kalo dikumpulin lama2 juga nyedot duit banyak juga ya teh. Misalnya parkir, sekali parkir 5rb, kalo di kali 30 udah berapa hehe. Belum lagi jajan gak penting yang menuruti keinginan, bukan kebutuhan. Jadi setuju banget jika harus dicatat pengeluaran sekecil2nya. :))

    ReplyDelete
  13. Salah satu hal yang tidak terlupakan dalam mengatur keuangan adalah dengan mencatat secara detail semua pengeluaran dan akhirnya bisa menilai kesehatan keuangan secara menyeluruh mbak.

    ReplyDelete
  14. Yups kalau sekarang saya bisa ngerem keinginan beli skincare atau baju hehehe soale dana darurat ku juga dah kepakai sih makanya lebih bijak lagi nih memilah antara kebutuhan atau keinginan.

    ReplyDelete
  15. makasi mba buat tips financial saat pandemi, alhamdulillah udah bisa menekan pengeluaran yang gak penting selama pandemi terutama di bulan Ramadan ini

    ReplyDelete
  16. kita memang harus benar - benar hati - hati yaa mba dengan pengeluaran selama pandemik ini. Semangaat selaluu

    ReplyDelete
  17. Udah 2 bulan ini, aku malah engga bikin catatan pengeluaran. Biasanya rajin, tiap hari dicatat. Gawat...Biasanya pakai excel di HP.

    ReplyDelete
  18. Setuju sih. Kita harus cermat mengelola keuangan. Karena yah, kita nggak akan tahu kebutuhan mendesak apa yang bisa saja terjadi di masa depan.

    ReplyDelete
  19. Belanja online udah jadi hobby belakangan ini. Mulai dr kebutuhan pokok yang harus banget di beli sampai kebutuhan gak penting yang di beli krn tergiur harga promo. Hahaha. Emang harus pintar-pintar nih sekarang. Klo gak, bisa bobol pos-pos keuangannya

    ReplyDelete
  20. Makjleb sekali buat aku yang financial planningnya masih amburadul. huhuhu.
    Aku mau mulai menatai dari poin 1 sampai poin ke 5. harus bisa! yamasa udah punya banyak waktu dirumahaja, masih ga bener bener juga nih ngatur keuangannya. huhuhu.

    ReplyDelete
  21. Selama Covid-19 ini tuh aku paling susah ngerem jajan online deh, selalu ada aja yang dibeli. Penting juga mengatur lagi keuangan disaat seperti sekarang ini.

    ReplyDelete
  22. Aku mudah mulai atur-atur ini Mbak. Bulan kedua masa pandemi udah terasa bener tabungan kepakek terus. Sedang mencari sumber lain juga buat cadangan aja. Ya kita gak tahu kan kondisi di masa depan. Bisa jadi pandemi ini bakalan mengubah banyak hal termasuk perekonomian.

    ReplyDelete
  23. Tips yang sederhana.. tapi kalo dilakukan dengan disiplin pasti kerasa ya manfaatnya..

    ReplyDelete
  24. betul harus sehat fisik, psikis dan juga keuangan. Kalau dompet kosong bakal berpengaruh ke psikis dan juga fisik.

    Saya juga masih tetap suka belanja online, apalagi kalau pas promo

    ReplyDelete
  25. Iya nih, di masa pandemi kayak skrg THR tuuh dieman2 banget yaa, harus dijaga bener2 pengeluarannya buat apa aja

    ReplyDelete
  26. Pastinya memang harus kembali diatur. Bahkan mengencangkan ikat pinggang. Karena belum jelas juga sampai kapan pandemi berakhir

    ReplyDelete
  27. kalo job blogger alhamdulillah lancar. mulai ambil job yang receh2 supaya bisa tetap survive ke depan.

    ReplyDelete
  28. Masya Allah, tipsnya sangat luar biasa. Rasanya ingin saya ikutsertakan di buku Nubar saya Mbak. Hehe. Tapi udah dimasukin ke penerbit ding

    ReplyDelete
  29. Mengatur keuangan dengan baik saat pandemi ini sangat-sangat penting bunda. Meskipun sebenarnya saya lebih setuju jika ibu-ibu tuh sudah harus pandai mengatur keungan bahkan sebelum ada bencana seperti sekarang ya

    ReplyDelete
  30. Setuju banget mb keuangan dimasa Pandemi kudu diatur dengan baik. Sy kadang suka kalap tp alhamdulillah skrg bisa nahan. Tahu mana kebutuhan dan keinginan. Makasih ya mba

    ReplyDelete
  31. Memang betul, masa pandemi seperti ini dan masa krisis harus serba hemat dan mencatat semua pengeluaran dan pemasukan. Kalau ga di cata bisa loss pada akhirnya

    ReplyDelete
  32. Yang paling susah memang memilah antara kebutuhan dan keinginan ya mba'. Apalagi kalau belanja online, sering kalap, hehehe...

    ReplyDelete
  33. Harus hati-hati benar memutuskan belanja, memang lebih sering belanja online karena lebih terukur kalau buat aku Mak. Kalau belanja ke minimarket ya ampun, aku bisa masukin apapun ke dalam keranjang dan pas di kasir, buanyak juga yaaaa.

    ReplyDelete
  34. Betul, semua harus direncanakan. Sayangnya kebanyakan masih belum aware dengan dana darurat ini. Untung yang masih punya tabungan. Minimal masih bisa bertahan dan tetap berupaya untuk menambah pemasukan.

    ReplyDelete
  35. Pilah keinginan dan kebutuhan..itu susah hiks. Mana selama di rumah aja, iklan belanja online begitu menggoda. Memnag butuh niat dan kudu cermat mengatur keuangan keluarag biar ga bablas aja uangnya

    ReplyDelete
  36. ooo gitu ya, aku baru tau bahwa bulan Juni adalah bulan penentuan keberlangsungan suatu perusahaan. Pantesan masa pandemi ini buat yang perusahaan yg gak survive terpaksa memPHK kan karyawannya ya.

    Iya, dana darurat memang penting banget ya. Terlepas masa pandemi atau tidak.

    ReplyDelete
  37. Butuh disiplin yang tinggi dan ketahanan hati yang kokoh agar bisa teguh memilih dan memilah antara kebutuhan dan keinginan. Apalagi kalau anak-anak mengeluarkan jurus maut "nangis"minta mainan atau apa, dilema pun melanda (eh, malah curhat ya. maaf)

    ReplyDelete
  38. Bener banget di kondisi saat ini kita harus banget loh buat ngatur keuangan dan strategi nya ini tentunya

    ReplyDelete
  39. Aku sejak awal nikah udah terbisa mencatat pengeluaran, pemasukan juga. Terutama sejak punya usaha sendiri, kan pemasukan suka gak tentu. Jadi udah terbiasa menghadapi krisis keuangan. Alhamdulillah sejak pandemi malah kami bisa menyisihkan penghasilan dan tabungan untuk membantu tetangga, juga keluarga yang terdampak PHK. Dan justru sering belanja online karena takut ke pasar, biasanya jarang banget belanja online karena lebh suka ke store nya langsung

    ReplyDelete
  40. Iya ini selamaWFH budget lebih besar. Terutama ke urusan makanan. THR juga sepertinya kudu dihemat2 nih. Ma kasih infonya ya, Mak

    ReplyDelete
  41. Benet bnget mba semua hrs diRencanakan, Budgetkan dan Jadwalkan agar keuangan keluarga aman yaitu dengan cara merencanakan apa yang mau kita beli

    ReplyDelete
  42. Saya kalap belanja online teteeh, huhuhuh sedih. Pas dihitung ampun deh lebih boros dari biasanya, hiks,

    ReplyDelete
  43. Nah, iya selama pandemi ini, aku dan suami sering banget belanja online, dan suka huning barang2 yang jarang kuliat offline, hahaha

    ReplyDelete
  44. Nah dana darurat ini yang menjadi penolong kami sekarang
    Andai ga ada dana ini, mungkin kelabakan ketika PSBB berlangsung

    ReplyDelete
  45. Terimakasih tips dan sharingnya kak, aq masih tetap belanja online huhu blm hilang apalagi kalo liat baju bagus suka khilaf. 1 mggu belakangan bca dan token dipegang suami hahaha jadi pas mau beli baju cuma sampi checkout aja ga dibayar hahaha

    ReplyDelete
  46. kelima cara mengatur keuangan di atas itu ditarpin sama ibu ku dari aku kecil. Jadi udah kebiasaan samapi sekarang. Emang nolong banget sih tips di atas biar kita gak gegabah pakai uang, apalagi disituasi seperti sekarang

    ReplyDelete
  47. Dana daruratku udah kukorek abis mba wkkwkww mulai dari awal lagi nih
    dengan celengan kura-kura wakakak. Semoga bisa jadi dana darurat. Kalo di atm suka tak tarik terus.

    ReplyDelete
  48. Aku juga dari dulu rajin catat pengeluaran di buku mbak. Sekarang malah lebih praktis dan enak karena ada aplikasinya. Pun pengeluaran bisa kita kelompokin dari sosial, rumah, internet, spp dan lain lain karena ada menunya

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar. Mohon maaf, untuk menghindari SPAM, komentarnya dimoderasi dulu, yaa ^~^