Haloow teman-teman! Bagaimana kabarnya? Sehat semua? Pastinya kesehatan fisik dan psikis-nya baik-baik aja, kan? Lalu bagaimana dengan keuangannya, sehat juga? Heu...heu..heu...kalau ditanya soal ini, saya harus tengok catatan dulu nih!

Sebelum ada pandemi Covid-19, terus terang aja, saya senang belanja via online. Soalnya menurut saya, belanja online itu lebih praktis dan ekonomis. Hanya fokus belanja barang yang dibutuhkan saja, memaksakan diri untuk tidak membuka kategori lain.
https://www.nurulfitri.com/2020/05/5-tips-cermat-mengatur-keuangan.html

Setelah diberlakukan PSBB di Kota Bandung, otomatis semua aktivitas di luar rumah dikurangi. Semua aktivitas dilakukan di dalam rumah aja. Termasuk berbelanja kebutuhan untuk keluarga. Karena sudah terbiasa belanja online, kebiasaan tersebut jadi semakin sering dilakukan di masa pandemi. Ehem, membahas kebiasaan belanja online di kondisi seperti sekarang ini, apakah tidak mengganggu kesehatan keuangan keluarga?


Selain dalam masa pandemi, kita juga dihadapkan dengan Hari Raya Idul Fitri. Hari Lebaran itu identiknya dengan kue lebaran, baju lebaran dan renovasi interior rumah untuk menyambut lebaran. Bener gak, sih? Jadi, belanja online-nya dilanjutkan aja?

https://www.nurulfitri.com/2020/05/5-tips-cermat-mengatur-keuangan.html
Menurut beberapa pakar keuangan, sekitar Bulan Juni merupakan periode laporan keuangan semester pertengahan bagi perusahaan-perusahaan. Hasil dari laporan tersebut yang menentukan keberlanjutan usaha mereka selanjutnya. Apakah tetap jalan dengan pegawai yang bekerja dari rumah dan diberi setengah besarnya gaji? Atau mengakhiri hubungan kerjanya dengan karyawan mereka? Kita lihat saja nanti.

Semua prediksi yang tidak jelas di masa datang, semestinya membuat kita untuk lebih waspada. Bagaimana caranya agar keuangan keluarga kita tetap sehat? Cukupkah dana milik kita untuk beberapa bulan kedepannya?

Berikut ini 5 Tips Cermat Mengatur Keuangan di Masa Pandemi Covid-19:


1. Catat pos keuangan secara detil
Tidak hanya pemasukan yang mesti ditulis dengan detil, pengeluaran kita pun seharusnya ditulis secara terperinci. Hingga pengeluaran terkecil. Contohnya apa? Pengeluaran untuk parkir, jajan anak atau beli minuman kekinian yang dianggap kecil nilainya tetapi karena dilakukan berulang kali, jumlah yang dikeluarkan pun jadi besar.

https://www.nurulfitri.com/2020/05/5-tips-cermat-mengatur-keuangan.html

Kita bisa menggunakan buku kas yang khusus untuk mencatat keuangan atau menuliskannya di Microsoft Excel. Buat apa menuliskan semua pengeluaran hingga yang terkecil?

Dengan membuat catatan keuangan kita bisa melihat pengeluaran selama sebulan, bisa diketahui pengeluaran apa saja yang tidak diperlukan dan dari catatan tersebut kita bisa melihat pengeluaran rutin yang harus kita keluarkan perbulan.

2. Rencanakan, Budgetkan dan Jadwalkan
Menurut Mbak Fioney Sofyan selaku pakar keuangan, salah satu cara agak keuangan keluarga aman yaitu dengan cara merencanakan apa yang mau kita beli, lalu tentukan biaya yang dibutuhkan kemudian selanjutnya jadwalkan waktunya untuk berbelanja.

Kebiasaan tersebut bisa merampingkan pengeluaran karena sudah ada rencana yang terperinci mengenai apa yang akan dibeli. Selain itu dengan membuat jadwal belanja (mingguan atau bulanan) bisa meminimalisir pengeluaran lain di luar daftar belanjaan.

3. Pilah antara keinginan dan kebutuhan.
Secara tidak sadar kita terkadang membeli barang berdasarkan keinginan saja. Padahal barang tersebut sebenarnya tidak kita butuhkan. Sebaiknya pikirkan berulang kali ketika hendak berbelanja, apakah barang tersebut penting atau tidak? Kita butuhkan apa tidak?

Memilah antara keinginan dan kebutuhan bisa membuat keuangan tetap sehat. Apalagi kita belum mengetahui dengan pasti kapan pandemi ini akan berakhir. Sehingga kehati-hatian saat hendak berbelanja sangat diperlukan.

4. Persiapkan dana darurat
Tentunya seorang pun tidak ada yang akan menyangka akan ada kejadian luar biasa seperti wabah corona yang mempengaruhi roda kehidupan masyarakat menjadi tersendat. Perekonomian masyarakat juga menjadi tidak jelas. Di situasi seperti inilah pentingnya memiliki dana darurat. Dana darurat bisa menyelamatkan kita saat menjalani kondisi desensif (bertahan).

Untuk pekerja yang sudah memiliki penghasilan tetap, tentu mudah mengalokasikan sebagian pendapatannya untuk dijadikan dana darurat. Lalu bagaimana dengan pekerja lepas atau freelancer? Bagi freelancer yang telah memiliki keluarga, sebaiknya menyiapkan dana cadangan sebesar 12 kali pengeluarannya selama sebulan. Jika sudah tersedia, maka dapat dikatakan keuangan keluarganya sudah sehat.

https://www.nurulfitri.com/2020/05/5-tips-cermat-mengatur-keuangan.html

Namun dengan kondisi pandemi yang belum tentu akhirnya seperti sekarang ini, Mbak Fioney Sofyan dalam acara IG Live bersama Komunitas Indonesian Social Blogpreneur menganjurkan agar kita bisa menyisihkan dana darurat hinggan 1,5 bulan ke depan yang artinya kita harus memiliki dana cadangan hingga Bulan Agustus 2020 mendatang.

5. Cermat mengelola THR
Sebentar lagi beberapa dari kita akan mendapatkan uang THR. Agar keuangan kita tetap sehat hingga pandemi usai, sebaiknya uang THR dipergunakan sebijak mungkin. Jangan gunakan uang THR untuk membeli hal-hal diluar kebutuhan. Utamakan untuk melunasi tagihan bulanan di awal penerimaan THR dan segera bayar zakat dan sedekah.

THR yang identik dengan tunjangan hari raya, boleh saja kita pergunakan untuk memenuhi kebutuhan lebaran, tetapi perlu diingat, keadaan sekarang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kini kita dihadapi oleh wabah yang hingga saat ini belum berakhir. Roda perekonomian negeri ini masih belum stabil. Cermatlah menggunakan uang THR untuk mengantisipasi pereknomian keluarga beberapa bulan ke depan.

Mengatur keuangan dengan cermat di masa pandemi seperti sekarang ini sudah jadi kebutuhan yang mendesak. Apalagi beberapa hari ke depan kita menghadari Hari Raya Lebaran. Sebaiknya kita lebih cermat mengelola keuangan agar saldo tabungan kita tidak nol setelah lebaran. Semoga kita semua bisa lebih pandai dalam mengatur keuangan dan berharap wabah corona ini bisa segera berlalu.
                  Salam takzim