Monday, 5 October 2020

Warisan Budaya Negeri Kayangan Dieng Beserta Keindahan Alamnya Yang Memesona

Pergi ke negeri kayangan adalah impian saya sejak kecil. Berawal dari kegemaran membaca buku dongeng yang sebagian besar menceritakan putri atau bidadari dari kayangan, membuat saya berangan-angan bisa juga tinggal di negeri kayangan. 

Di dalam benak saya, di negeri kayangan itu semua serba indah. Pemandangan alamnya yang indah, orang-orangnya yang cantik dan tampan, tempat-tempat bagus yang menyedapkan pandangan mata, pokoknya nyaman untuk jadi tempat tinggal. Keindahan negeri kayangan yang tergambar seperti itu tertanam kuat di pikiran, membuat saya ingin segera bisa ke sana.

Seiring waktu, pemahaman tentang negeri kayangan yang dihuni oleh bidadari dan bidadara menjadi semakin samar. Namun diri ini masih tetap percaya dengan adanya negeri yang indah seperti kayangan. Keyakinan itu bertambah kuat saat mengetahui tentang keindahan Daratan Tinggi Dieng yang dikenal sebagai negeri kayangan. 

Negeri Kayangan Dieng

Jiwa kanak-kanak saya bersorak kegirangan, ketika mengetahui ternyata di negeri Indonesia tercinta juga ada tempat indah seperti kayangan. Saya setuju dengan penyebutan negeri kayangan yang diberikan pada dataran tinggi Dieng. Setidaknya ada dua hal yang mendukung pernyataan masyarakat tentang kawasan vulkanik aktif di Jawa Tengah tersebut sebagai negeri kayangan, yaitu:

  • Daratan Tinggi Dieng disebut sebagai negeri kayangan karena berada di tempat tinggi dengan pemandangannya yang indah. Sebagai keluarga pendaki gunung, saya dan keluarga selalu menyukai pemandangan indah dan memesona saat matahari terbit di puncak gunung.
  • Terdapat peninggalan bangunan suci yang dikaitkan dengan "tempat tinggal dewa"

Nah dari kedua fakta tersebut, saya bertambah yakin bahwa Dieng merupakan tempat yang tepat dikatakan sebagai negeri kayangan. Dataran tinggi dengan pemandangan indah dan peninggalan bangunan suci sebagai warisan budaya bangsa.

Keindahan Alam Dieng Yang Memesona

Daratan  Dieng, memiliki beberapa puncak yang menyediakan pemandangan terbaik sun rise. Puncak-puncak yang menyediakan spot terbaik untuk menikmati sun rise yaitu Puncak Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Prahu, Gunung Pakuwaja dan Gunung Sikunir. 

warisan-budaya-dieng
Puncak Gunung Sumbing (dokpri)

warisan-budaya-dieng
Puncak Sindoro dilihat dari Puncak Sumbing (dokpri)

Tidak hanya sebagai tempat terbaik melihat matahari terbit, Daratan Tinggi Dieng juga kawasan yang menyediakan pemandangan dari ketinggian sehingga kita bisa menikmati keindahan di atas awan. Sungguh pemandangan yang luar biasa indahnya. Sesuai dengan perumpamaan sebagai negeri kayangan yang berada di atas awan.

warisan-budaya-dieng

Ketika melihat pemandangan indah di daratan tinggi tersebut apakah yang ada di dalam pikiran teman-teman? Dengan semua keindahannya, wajar saja jika kawasan Dieng disebut sebagai negeri kayangan, bukan?

Warisan Budaya Negeri Kayangan Dieng

Selain memiliki pemandangan indah yang memanjakan mata, Daratan Tinggi Dieng juga menyimpan peninggalan bangunan suci yang dihubungkan dengan "tempat tinggal para dewa". Dikaitkan dengan nama Dieng yang berasal dari bahasa kawi, yaitu Di memiliki arti tempat atau gunung, dan kata Hyang bermakna dewa. Sehingga Dieng diartikan sebagai daerah pegunungan tempat para dewa dan dewi bersemayam.

Peninggalan bangunan suci di Dataran Tinggi Dieng yang dikaitkan dengan keberadaan dewa yakni terdapatnya komplek candi di sana.

Candi merupakan  bangunan suci sebagai sisa-sisa sarana ritual agama Budha dan Hindu di Indonesia. Bagi masyarakat India bangunan suci tersebut selalu dikaitkan dengan "tempat tinggal dewa".
Saya kira ini merupakan fakta kedua yang mendukung latar belakang sebutan Dieng sebagai negeri kayangan.

Di kawasan Dieng kita semua bisa melihat perjalanan sejarah Indonesia yang banyak meninggalkan warisan budaya. Keberadaan candi tidak hanya untuk disimak keindahan dan kemegahannya, tetapi kita juga bisa mencermati filosofi yang dimilikinya. Filosofi apa sajakah itu? Kita bisa mencermati arsitekturnya, ikonografinya maupun cerita reliefnya.

Di setiap candi yang pernah dikunjungi, cerita relief di dinding candi merupakan bagian yang paling menarik perhatian saya. Relief-relief tersebut seakan bercerita tentang kebesaran peradaban Indonesia klasik. Bagi saya pesona candi memang sangat luar biasa, pesonanya tidak lekang oleh waktu.

Komplek Candi Dieng

Di kawasan Dieng, candi-candi yang berdiri di sana merupakan sebuah kompleks candi peninggalan ajaran Hindu-Siwa. Komplek ini terletak di tanah datar tinggi Dieng dengan ketinggian 2000 meter di atas permukaan laut.

Meskipun terdapat beberapa variasi, tetapi ada ciri umum candi-candi Dieng. Apa saja yang menjadi ciri umum candi di Dataran Tinggi Dieng? Ciri umum yang bisa kita lihat dari bentuk bangunan yang ada, yakni:

  • Candi Dieng termasuk memiliki gaya Klasik Tua yaitu gaya Mataram Kuno
  • Mempunyai 3 bagian candi yang terdiri dari kaki, tubuh dan atap. Secara keseluruhan terlihat tambun
  • Atap berlapis tiga
  • Perbingkaian candi terdiri dari pelipit rata dan padma, tidak ada bingkai bulat (kumuda)
  • Pintu dan relung candi dihiasi kala-makara tanpa rahang bawah serta berdenah bujur sangkar

Candi-candi Dieng tersebut letaknya tersebar, kecuali lima candi berkelompok yang dibatasi oleh pagar seperti Candi Arjuna, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, Candi Semar dan Candi Sembadra.

warisan-budaya-dieng

Selain itu di sebelah barat daya Bale Kambang, di kaki Bukit Panggonan terdapat pula Candi Gatotkaca, di sebelah utara dekat Bukit Prahu ada Candi Dwarawati dan di ujung selatan terdapat Candi Bima. 

Sebenarnya selain 8 candi tersebut, masih ada candi lainnya tetapi sebagian sudah hancur. Diperkirakan candi di Dieng berasal dari abad ke 8 - 10 Masehi, tetapi ada dugaan candi-candi tersebut lebih tua usianya.

Cagar Budaya yang Harus Dilestarikan

Sedih sekali kalau melihat sisa reruntuhan candi yang berserakan di kawasan candi. Padahal saya ingin melihat dan menikmati semua hasil karya keluhuran sistem pengetahuan dan sistem teknologi yang dibangun oleh nenek moyang kita. Belum lagi proses pembangunan candi yang memerlukan organisasi waktu dan tenaga kerja, bisa dipastikan semuanya dikerjakan secara gotong royong untuk mencapai tujuan bersama.

Namun saya juga maklum jika tidak mungkin para leluhur kita membuat candi-candi tersebut dari bahan yang awet sepanjang masa. Tentu ada keterbatasan kekuatannya. Oleh karena itu, penting sekali mengupayakan untuk mempertahankan keberadaan candi-candi tersebut. Apalagi candi merupakan benda cagar budaya yang harus dijaga kelestariannya. 

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2010 pasal 1 ayat 1, Cagar Budaya adalah warisan budaya bangsa bersifat kebendaan berupa Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, Struktur Cagar Budaya, Situs Cagar Budaya, dan Kawasan Cagar Budaya di darat dan/atau di air yang perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan/atau kebudayaan melalui proses penetapan.

Melestarikan cagar budaya bukan semata karena semua kebendaan tersebut merupakan warisan budaya bangsa saja. Namun keberadaan sebuah cagar budaya juga bisa memberikan nilai manfaat bagi masyarakat sekitar. Misalnya saja di kawasan candi, kita bisa melihat banyak masyarakat yang berjualan atau menawarkan jasanya kepada pengunjung. Bisa dikatakan keberadaan cagar budaya tersebut juga berpengaruh pada perekonomian masyarakat.

Oleh karena itu, semua kalangan masyarakat semestinya turut andil melestarikan warisan budaya sendiri untuk mendukung upaya-upaya yang sudah dilakukan oleh pemerintah. Apa saja yang bisa kita lakukan untuk melestarikan warisan budaya peninggalan leluhur?

  1. Jadikan cagar budaya sebagai tempat tujuan wisata. Keindahan alam dan peninggalan kebesaran peradaban Indonesia Klasik bisa dijadikan sebagai tempat tujuan wisata bersama keluarga.
  2. Menghayati kunjungan ke tempat wisata sebagai aktivitas yang bisa menambah wawasan dan kecintaan pada budaya bangsa.
  3. Mempelajari nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh pendahulu. Berdirinya sebuah candi tentunya tidak terlepas dari hasil kerja sama dari orang-orang yang membangunnya. Kita bisa mencontoh sikap gotong royong yang bertujuan untuk mencapai kepentingan bersama.
  4. Menghindari vandalisme yang dapat merusak cagar budaya yang menjadi warisan budaya bangsa.
  5. Menjadikan kawasan cagar budaya berdaya guna untuk kesejahteraan masyarakat. Perlu diadakan edukasi pada masyarakat untuk bisa berdaya guna seperti menjadi pemandu wisata, penjual souvenir atau menjadi penjaga keamanan kendaraan pengunjung.
  6. Di era teknologi informasi, generasi muda diharapkan bisa membuat kawasan cagar budaya menjadi lebih terkenal melalui media sosial. Selain itu, mereka juga bisa menciptakan aplikasi mengenai tempat-tempat cagar budaya sehingga gaungnya tersebar luas.

Dengan melestarikan warisan budaya bangsa diharapkan tidak hanya kita saja yang bisa menikmati keindahan cagar budaya yang masih tersisa. Namun anak cucu kita pun bisa menikmati keindahan alam serta warisan budaya seperti yang ada di Daratan Tinggi Dieng. Cukup sudah beberapa candi saja yang musnah dan rusak. Jangan sampai bertambah lagi candi yang hancur. Tugas kitalah sebagai masyarakat untuk meningkatkan kepedulian pada pelestarian cagar budaya.

Yuk, jaga warisan budaya bangsa dan nikmati keindahan alamnya yang memesona! Semoga tidak hanya saya yang bisa menikmati keindahan negeri kayangan. Namun generasi mendatang pun diharapkan bisa menikmati keindahannya dan warisan budaya di Negeri Kayangan Dieng.

                 Salam takzim



Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Dieng
IIDN. 2018. Aku & Cagar Budaya. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Candi Indonesia seri Jawa. Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

40 comments:

  1. Enak ya kak kalo udah bisa jalan-jalan, semoga pandemi ini cepat berakhir.

    Oh iya bukan hanya Cagar budaya tetapi semua yang berhubungan dengan ikon Indonesia haruslah di dukung agar Indonesia lebih terlihat di mata dunia. Salam kenal kak

    ReplyDelete
  2. Dieng selalu menjanjikan keindahan kapanku kesana, mau musim hujan atau kemarau ya teh. Ah bikin rindu ke Dieng lagi. Yuk kita lestarikan bareng semua cagar budaya di bumi Dieng ;)

    ReplyDelete
  3. Dieng salah satu cagar budaya. Tradisi, ga nyangka ada pegunungan indah di sekitarnya. Harus mengikuti protokol kesehatan.

    ReplyDelete
  4. Aku belum pernah berkunjung ke Dataran Tinggi Dieng. Tapi foto-foto perjalanan dari teman-teman yang sudah pernah kesana, sudah mampu membius untuk mengatakan bahwa Dataran Tinggi Dieng memang memesona. Setuju sekali Teh, bahwa kita semua turut mempunyai andil untuk menjaga kelestarian cagar budaya. Kelak, generasi penerus kita akan tetap dapat menikmati sejarah dari masa lalu nenek moyangnya.

    ReplyDelete
  5. MasyaAllah fotonya cantik cantik bangett, mbak nurul.
    Dieng memang istimewa sekali ya. Saya pernah ke sana duluu sekali. Sampai lupa tahun berapa hehe
    Tapi tetap saja saya bisa mengenang suasananya, aroma segarnya, iya bener banget mbak kalau dideskripsikan sebagai negeri khayangan.
    Semoga semua pengunjung bisa turut menjaga keindahan Dieng. Tidak malah merusak atau mencorat coret nya

    ReplyDelete
  6. Nampaknya ini akan jadi destinasiku nanti setelah pandmei berakhir, walau sekarang ada beberapa teman yang sudah ngajak untuk explore tapi aku sendiri belum berani.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kayanya aku bakal ke sini akhir tahun kalau lihat situasinay memungkinka, kebetulan belum mudik juga pingin sekalian

      Delete
  7. Impianku ke Dieng bareng keluarga belum tercapai karena pandemi ini. Cuma bisa cerita aja ke anak-anak setelah dua kali aku ke sana. Seru lihat sunrise dan pemandangan di sana, pingin lihat Dieng Culture juga sebenarnya

    ReplyDelete
  8. Picturenya bagus-bagus...memang wisata negeri kahyangan begitu luar biasa, walaupun saya belum bisa menikmati secara nyata, membaca cerita tentangnya mengobati kerinduan untuk melihatnya...makasih mbak

    ReplyDelete
  9. Aku blum pernah ke Dieng :( Padahal lokasinya ga terlalu jauh dari Solo, Jogja dan sekitarnya ya Mba.
    Puingiiin bisa ke sana. Menikmati alam, keindahan cagar budaya dan..... manisan CARICA!

    ReplyDelete
  10. Jadi kangen ke Dieng.
    aku pernah ke Dieng dan menikmati sunrise, rasanya itu happy and merasa bersyukur bangeet! Alamku luar biasa indahnya.
    pengen banget ke Dieng lagi. Yang gak kuat kalo ke Dieng itu cuacanya dingin banget :)

    ReplyDelete
  11. Ya Allah cantik sekali Dieng, udah lama pengen banget berkunjung ke Dieng dan menikmati panorama di sana yang masyaaallah cantik dan indah

    ReplyDelete
  12. Lihat foto-fotonya jadi ingat dulu perjuangan saat mendaki ke puncak Sindoro.
    Dataran tinggi dieng ini emang keren banget pemandangannya ya mbak, dan saya pengen banget bisa ke sana bersama anak-anak

    ReplyDelete
  13. Saya pengen banget balik ke Dieng lagi. Waktu itu gak puas banget karena cuma semalam. Padahal banyak yang bisa dieksplor

    ReplyDelete
  14. aku pernah ke dieng, dan aku baru tau siih kalo ada bagiannya yang masuk banjarnegara. itu juga karena diajak suamiku ke sanaa, karena dia dulu pas kecil sering main ke dieng hihi

    ReplyDelete
  15. Dan aku belum pernah kesanaaaaaaa
    Ah pengin deh pikenik bareng IIDN ke sana abis pandemi ini. hahaha

    ReplyDelete
  16. MasyaAllah, gambar-gambarnya bisa menangkap keindahan Dieng. Nggak heran ya disebut Negeri Kayangan. Kebayang megah dan indahnya Dieng di masa Mataram Kuno dengan banyaknya candi sebagai tempat tinggal para dewa.

    ReplyDelete
  17. Ahh dieng memang penuh pesona ya mbak.
    Memang sebuah negeri diatas awan

    ReplyDelete
  18. Oh aku baru tahu mba kayak gaya Candi Dieng itu Mataram gitu. Tapi emang ya bagus dan berasa keindahan ini harus dilestarikan dan dijaga demi anak anak kita

    ReplyDelete
  19. aku liat foto sunrisenya sampe merindiiiinggg mbaaaa bagus bangeeet

    meski pernah ke dieng tapi ngga pernah merasakan sunset maupun sunrise di dieng sama sekali. takut kedinginan hehehe

    ReplyDelete
  20. Dulu pernah baca di genpi Indonesia kalau tradisi dan kehidupan penduduk Dieng memang masih kental dengan adat dan budaya. Gak salah yaa...karena alamnya pun mendukung begini...sejuk dan nyaman.

    ReplyDelete
  21. Blum pernah k Dieng Aku mba,, enak tuh klo k Sana rame2 ya.. melihat sunsite atau sunrise surga dunia bngt itu

    ReplyDelete
  22. emang indah banget ya Indonesia itu, warisan budayanya banyak. Nah, aku penasaran deh ke sini fotonya bagus-bagus deh

    ReplyDelete
  23. Aduhaaaiii, sungguh indah bangeettt alam ciptaan Allah ta'ala
    Aku selalu mengidentikkan Dieng dgn manisan Carica.
    Ternyata alamnya sungguh warbiyasaakkk

    ReplyDelete
  24. can somebody take me here pleaeeeee... Such an amazing place and I would love to take my family there

    ReplyDelete
  25. Ya ampun sulit berkedip euy melihat foto-fotonya terutama yang sunrise. Indah bangeeet. Memang cocok banget Dieng disebut sebagai negeri kayangan.

    ReplyDelete
  26. Keberadaan candi di Dieng ini bagus dijadikan bahan belajar kita tentang keberagaman kepercayaan sejak dari leluhur. Memang kita ditakdirkan untuk hidup berdampingan dengan orang-orang yang berbeda secara rukun. Mungkin itu pesan khusus untuk bangsa kita ya.

    ReplyDelete
  27. Blm pernah ke tempat itu mbak. Oh iya, ak jg suka melihat disaat berkunjung ke cagar budaya, ad tulisan2 iseng mgkin berasal dr pengunjung....jd rusak deh tmpt wisatanya

    ReplyDelete
  28. Jadi kangen ke Dieng lagi aku mba, terakhir tahun lalu kedinginan naik puncak sikunir hahaa
    tapi nggak pernah bosan dolan ke dieng itu ya

    ReplyDelete
  29. Masya Allah cantik banget pemadanganyya pasti dingin banget yes, sejut. Semoga bisa kesana sama keluarga.

    ReplyDelete
  30. pantesan banyak banget paket trip ke Dieng ternyata emang seindah itu ya jadi gak heran kalau banyak orang yang ngebet banget kesana.

    ReplyDelete
  31. Waaa pemandangan dari ketinggian itu cantik banget ya teeeh, jadi pengen ke sana jugaa, masuk wish list aaah

    ReplyDelete
  32. Semoga aja kondisi pandemi ini segera berakhir ya, agar masyarakat yang ada di sekitar Dieng segera kembali bergeliat ekonominya. Sektor pariwisata di mana aja terkena imbasnya semua ya.
    Duuuh kangen balik lagi ke Dieng meskipun udah beberapa kali ke sana.

    ReplyDelete
  33. dieng memang keeeenreeeen. Aku pengen bangeet balik ke sini dengan anak - anak deeh

    ReplyDelete
  34. Baca artikel ini jadi kayak ikutan virtual tour ke Dieng nih mbak. Kayaknya adem ya disana, apalagi daerah penghasil sayuran juga kan katanya 😁 ih jadi pengen kesana deh . Udah bosen kelamaan di rumah ya ampun.

    ReplyDelete
  35. Dieng memang benar benar negeri khayangab karena pemandangan disana yang cukuo indag bahkan saya punya cita cita punya rumah disana mba

    ReplyDelete
  36. Masyaallah indahnya Dieng. Aku pengen bisa trip ke sana ngajak anak-anak dan suami. Pasti jadi perjalanan yang indah ya

    ReplyDelete
  37. Saya pengen ke Dieng selain karena cerita sejarah dan peninggalannya juga karena kuliner carica. Semoga suatu saat bisa ke sini bareng keluarga.

    ReplyDelete
  38. jadi kangen dieng :") terakhir kesana pas masih SD belum sempat berfoto ala instagram able hehehe

    ReplyDelete
  39. Dieng memang menyimpan berbagai cerita, tentang pelestarian budaya, cagar budaya percandian, bahkan ritual-ritual yang tak ada di tempat lain

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar. Mohon maaf, untuk menghindari SPAM, komentarnya dimoderasi dulu, yaa ^~^