Teknologi semakin maju dan membuat gaya hidup masyarakat berubah. Seriring dengan itu, kini dunia kriminalitas tidak hanya terjadi di dunia nyata, dunia maya pun bisa menjadi media bagi kriminalitas dengan pengaruh internet. Kriminalitas di dunia maya itu sering kita kenal sebagai kejahatan siber.

Apa sih kejahatan siber itu? Dalam hukum siber, kejahatan siber itu didefinisikan sebagai kejahatan yang dilakukan menggunakan teknologi komuter baik secara objek maupun sebagai fasilitas. Teknologi membuat kejahatan siber dapat dilakukan di mana pun, kapan pun dan dapat merugikan korbannya secara langsung.

waspada-dengan -kejahatan-siber

Risiko Siber

Risiko siber bisa datang dari mana saja dan kejahatan ini bisa dilakukan oleh pemula atau orang awam. Mengapa demikian? Dengan teknologi tutorial untuk melakukan penipuan atau serangan siber bisa didapatkan dengan mudah. Selain itu kejahatan dunia maya ini bisa dilakukan oleh orang asing. Meskipun perangkat teknologi yang kita miliki berada dalam genggaman, data penting kita bisa dicuri dari jarak jauh.
Bahkan orang terdekat atau yang kita kenal pun bisa melakukan kriminalitas di siber degan cara "penyanderaan" data. 

Kejahatan Siber di Masa Pandemi

Seperti kejahatan pada umumnya, penjahat siber memanfaatkan situasi untuk menarget korbannya. Misalnya saja penipuan terkait Covid 19 atau bantuan UMKM. Beberapa penipuan yang terjadi pada umumnya terkait dengan Covid 19 termasuk surat elektronik phising yang mengaku berasal dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) atau Dinas dan Kementrian Kesehatan serta yang lainnya.

Semakin banyak orang yang bekerja dari rumah, WFH (Work From Home) semakin banyak pula orang yang terhubung dengan jaringan, sehingga risiko siber pun menjadi semakin meningkat.

Mencegah Kejahatan Siber

Mengingat mudahnya pelaku kriminalitas melakukan kejahatan siber menggunakan teknologi yang ada, sebaiknya kita berhati-hati berinteraksi di dunia maya. Berikut ini tips yang bisa digunakan agar waspada terhadap kejahatan siber yaitu:

Kenali Aset yang Kita Miliki

Untuk melidungi aset yang kita miliki dari serangan kejahatan siber, kita harus mengetahui dengan pasti aset yang dimiliki. Apa saja aset yang perlu kita perhatikan?

  • Perangkat. Kenali perangkat kita berupa desktop, laptop, smartphone, tablet, CCTV dan perangkat lainnya.
  • Aplikasi. Perhatikan aplikasi yang kita miliki, seperti Microsoft Office, Adobe, aplikasi Point of Sales, Chrome dan aplikasi lainnya.
  • Akun online. Aset lain yang tidak kalah pentingnya yaitu akun online seperti email, Amazon, Netflix, Shopee, Tokopedia, Gojek, perbankan, kartu kredit dan lainnya.

Batasi Akses Admin

Membatasi akses (admin, pengguna) kemungkinan dapat mengurangi risiko adanya kerusakan dari orang dalam, baik yang disengaja ataupun yang tidak disengaja. Adanya pembatasan orang yang mengelola akun juga bisa mencegah akses dari pihak ketiga.

Sebaiknya melakukan pencatatan mengenai siapa saja yang memiliki akses terhadap data di dalam sistem yang kita miliki. Begitu juga tentang siapa saja yang tahu akun dan kata kuncinya? Tuliskan dengan terperinci.

Perbaharui Ketahanan Data

Penjahat siber biasanya mencari kelemahan dan kekurangan juga kerentanan yang dapat digunakan untuk menyusup ke sistem atau menyebarkan perangkat lunak berbahaya. Pelaku kejahatan dapat memperoleh akses ke akun keuangan perusahaan, data pelanggan dan banyak lagi. Kita dapat membantu melindungi hal penting ini dengan memperbaharui pertahanan data kita. Misalnya memperbaharui sistem, perangkat yang digunakan dan data-data penting.

Bagaimana caranya memperbaharui pertahanan data?

Caranya buka perangkat yang kita gunakan seperti smartphone atau laptop kemudian perhatikan apa ada foto selfie kita? Ada data apa saja? Dokumen? Mobile banking? Dropbox?

Jika ponsel kita tipe android, sebaiknya tidak menggunakan OS jadul seperti Jellybean atau Kitkat 2013. Sedangkan jika memiliki iPhone, pastikan perangkat ponselnya sudah di atas iPhone 4 - 2010.

Demikian juga dengan laptop atau komputer desktop milik kita. Pastikan sudah tidak menggunakan Windows 7 lagi. Melalui sistem yang jadul, penjahat siber bisa dengan mudah membotol data yang kita miliki. Oleh karenanya segera perbaharui (update)

Jenis Penyerang di Kejahatan Siber

Ancaman biasanya datang dalam berbagai format dan dimensi. Salah satu contohnya dan paling sering ditemukan yaitu ancaman yang bermotif keuangan.

Penyerang mencari data-data kartu kredit, catatan kesehatan. atau informasi berbasis identitas lainnya yang dapat dimonetisasi dengan cepat . Contohnya penipuan OTP lewat WhatsApp untuk menyedot saldo Gopay

Phishing dan Malware

Phising adalah upaya penipuan untuk mendapatkan informasi atau data sensitif seperti nama lengkap, password dan informasi kartu kredit/debit serta data lainnya, melalui media elektronik dengan menyamar sebagai pihak yang dapat dipercaya.

Contoh pishing: pemberitahuan dari bank berasal dari website yang tidak resmi (email palsu ), seperti Bankmandiri@bankmandiri.co.id. Selintas terlihat data tersebut seperti email resmi, padahal itu adalah email palsu.

Apakah pernah mendapatka SMS yang isinya kurang lebih sama seperti yang di bawah ini?

Selamat anda meraih hadiah dr Shoppe
pin anda 25F4777
Untuk info lebih lanjut di
www.grandpirze 89.com

Atau nomor pribadi yang memberitahukan kita dapat hadiah?
Semua itu merupakan contoh phishing

Kejahatan siber dengan sekali klik bisa membuat data kita terbuka. Penjahat bisa membuat back door (jalan belakang atau rute rahasia) ke komputer yang digunakan nanti untuk merusak data atau menginstal perangkat mata-mata

Mencegah phising dan malware

  1. Instal antivirus dan pemblokir iklan untuk komputer dan perangkat bergerak.
  2. Pastikan perangkat dan akun diperbaharui 
  3. Pastikan domain email atau situs yang dituju benar.
  4. Adakan pelatihan keamanan siber secara rutin

 Perhatikan Saat Membuat Kata Sandi

Kata sandi atau password adalah kumpulan karakter yang menjadi identitas dan "kunci pembuka" terhadap pintu data kita. Salah satu metode umum yang digunakan penjahat siber untuk mendapatkan akses ke akun, jaringan dan informasi dengan cara menjebol kata sandi. 

Yang perlu diperhatikan ketika membuat kata sandi:

Menggunakan kata sandi yang sama di beberapa akun akan membuat peretas secara efektif memiliki akses ke seluruh akun setelah mereka mendapatkan akses ke salah satu akun.

Menurut peneliti siber sekaligus pendiri Ethical Hacker Indonesia, Teguh Aprianto, kata kunci yang banyak digunakan "bismillah" (181.727 password), dan "rahasia" (76.142 password). Teguh memiliki asumsi bahwa kedua kata tersebut menjadi kata kunci favorit pengguna internet dari Indonesia.

Untuk membuat kata sandi sebaiknya jangan menggunakan tanggal lahir, nama anak, alamat rumah dan data identitas lainnya. Selain itu juga hindari penggunaan nama hewan peliharaan atau informasi di media sosial sebagai kata sandi. Kata sandi harus panjang, rumit  tetapi denga mudah diingat dan gunakan pengelola kata sandi apabila perlu.

Tips Menghadapi Kejahatan Siber

  1. Hindari rasa takut, ketidakpastian dan keraguan.
  2. Meskipun ada resiko pembobolan data, menggunakan layanan internet akan memudahkan bisnis online. Mari belajar cara menggunakannya dengan aman.
  3. Bersikap positif, menguatkan dan berorientasi pada tindakan
  4. Lindungi akun kita dengan membuat kata sandi yang kuat,tetapi mudah diingat.
  5. Gunakan autentikasi dua faktor bisa tersedia

Meskpun ancaman siber dapat menakutkan, tetapi kita tetap bisa melakukan sesuatu untk meminimalkan resiko siber. Bahkan kita yang awam sekalipun. Sebaiknya gawai lama yang sudah tidak terpakai lagi sebaiknya datanya dihapus atau disimpan di media lain. Backup data baik soft copy maupun hard copy.

Sumber: webinar Bincang Jumat Bisnis - Sentra UMKM Banten

Salam takzim