Memacu Adrenalin di Lava Tour Merapi

Minggu kemarin, keluarga saya serta keluarga kakak, berlibur ke Yogyakarta. Karena tujuan utama kami ingin mengikuti Lava Tour Merapi, maka dari Bandung kami langsung menuju Kaliurang. Tidak melewati Kota Yogya-nya terlebih dahulu.
http://www.nurulfitri.com/2016/05/memacu-adrenalin-di-lava-tour-merapi.html

Kami tiba di Kaliurang sudah tengah malam. Bukan karena macet, tapi kami banyak berhenti untuk beristirahat. Kami cukup kesulitan mencari penginapan di sekitar lokasi wisata Kaliurang. Sebenarnya banyak penginapan dan hotel yang ada di sana. Tapi berhubung kami datang bertepatan dengan liburan panjang, tempat itu penuh. Akhirnya kami agak kesulitan mencari tempat untuk bermalam. Beruntung kami menemukan sebuah penginapan yang bersih dan lumayan murah.
Eh, tapi di Yogyakarta, selain penginapan yang murah, banyak juga makanan enak dengan harga yang murah. That's why, I love Yogya :))

Pagi harinya, kami bersiap-siap menuju lokasi penyewaan jeep untuk memacu adrenalin kami. Namun, ternyata kami kurang pagi datang ke Taman Kaliurang tersebut. Jeep yang jumlahnya puluhan itu, sudah habis di sewa oleh para wisatawan. Bahkan untuk putaran berikutnya pun sudah tidak tersisa lagi. Jeep yang tersedia untuk kami, tersedia sekitar jam 1 siang. Berdasarkan pengalaman saya, setidaknya jika hendak menyewa jeep untuk Lava Tour Merapi, kita harus memperhatikan hal-hal berikut ini :
  1. Berangkat pagi-pagi sekali. Di musim liburan seperti kemarin, bahkan ada yang menyewa jeep setelah sholat subuh. Deuuh pagi-pagi amat, yak! Kami kurang pagi berangkat ke titik penyewaan karena keluarga baru tidur menjelang jam 2 malam. Jadi kan, masih belum segar betul kalau harus pagi-pagi. *alesan :)
  2. Bila tidak ingin terlalu pagi, lebih baik memesan jeep di hari sebelumnya. Padahal kami juga sempat ditawarkan oleh pemilik penginapan untuk menyewa jeep. Tapi kami pikir, lebih enak sambil melihat jeep dan supirnya, ya, kan? Eits, ternyata kami salah. Jeepnya sudah habis disewa :(
http://www.nurulfitri.com/2016/05/memacu-adrenalin-di-lava-tour-merapi.html
Jeep-jeep yang melayani Lava Tour Merapi
Karena masih sekitar 4 jam lagi, baru bisa memacu adrenalin di Lava Tour Merapi, akhirnya kami kembali ke penginapan dan melanjutkan jatah tidur yang berkurang. Sayang sekali, beberapa jam terbuang.

Waktu yang dinanti-nantikan akhirnya tiba. Saatnya kami menuju tempat penyewaan jeep. Karena kami berjumlah delapan orang, jadi kami menyewa land rover yang lebih panjang. Untuk jeep yang bisa memuat 4 orang, biaya menyewa jeep sebesar Rp. 450.000 sedangkan untuk land rover biayanya Rp. 600.000. Sebagai catatan, harga tersebut berlaku ketika hari libur ya... Untuk hari biasa, bisa lebih murah lagi.
http://www.nurulfitri.com/2016/05/memacu-adrenalin-di-lava-tour-merapi.html
Bersiap untuk menaiki Land Rover
Kenapa sih, senang melakukan kegiatan yang memacu adrenalin? Karena katanya, hormon tersebut dapat menghilangkan stress, betul, gak?
Sekarang kegiatan yang memacu adrenalin, sudah menjadi gaya hidup yang mulai digemari. Lalu, apakah adrenalin itu? Hormon adrenalin dihasilkan oleh kelenjar adrenal di dalam tubuh kita. Ketika adrenalin dikeluarkan dalam tubuh, maka dapat merangsang fungsi tubuh kita.

Oleh karena itu, kegiatan yang memacu adrenalin memiliki banyak manfaat bagi tubuh kita. Di saat seseorang mengalami stres, adrenalin dapat melebarkan pembuluh darah dan membuka saluran udara. Keadaan ini dapat membuat darah mengalir dengan lancar dan juga melancarkan saluran pernapasan.

Mengetahui begitu bermanfaatya adrenalin untuk tubuh, saya dan keluarga, alih-alih ingin bersantai dan berlibur, kami pun ingin merasakan keseruan offroad yang dapat memacu adrenalin kami.

Pertama kali melihat kendaraan yang akan membawa kami menyusuri Gunung Merapi, kami merasa puas karena lebar kendaraan yang bisa memuat kami berdelapan. Tapi, ketika melihat supir jeepnya, saya agak was-was juga. Karena beliau terlihat sudah berumur. 

Ternyata anggapan saya salah besar, teman-teman. Meskipun rambutnya sudah memutih, tapi bapak supir itu begitu cekatan menjalankan jeep yang membawa kami hingga ke kaki Gunung Merapi. Barangkali beliau memang sudah berpengalaman, ya. Bapak tua itu bisa membuat adrenalin kami memuncak! Seruu, deh!

Rute Lava Tour Merapi yang kami ikuti adalah jalur pendek. Yaitu menuju Bumi Perkemahan, Dusun Petung, Kawasan Wisata Batu Alien, Musium Sisa Erupsi Merapi, Bunker Kaliadem serta Kali Kuning.

Baca juga : Saksi Bisu Erupsi Gunung Merapi

Bumi Perkemahan dan Desa Petung
Kawasan bumi perkemahan dan Desa Petung merupakan kawasan yang pertama kali kami lewati. Jeep tidak berhenti di lokasi ini. Bapak supir yang sekaligus sebagai tour guide kami, menerangkan jika para pendaki hanya boleh berkemah di lokasi tersebut. Tidak boleh pergi ke tempat yang lebih tinggi lagi. Karena seperti kita ketahui, Gunung Merapi masih aktif sampai saat ini. Sehingga akan sangat membahayakan pengunjung. 

Sepanjang jalan di sekitar Desa Petung, tidak lagi terlihat bangunan satu pun di sana. Tapi saya bisa melihat ada sisa-sisa bekas pemukiman warga. Karena nenek dan kakek berasal dari Jawa Tengah, jadi saya mengetahui ciri khas rumah masyarakat di sana. 

Rata-rata rumah warga letaknya lebih tinggi dari jalan. Untuk menghindari longsor atau sebagai pembatas halaman rumah, dipasang batu-batu besar bertumpuk di sekeliling rumah. Dan di lokasi yang kami lewati, tumpukan batu yang berlumut masih terlihat di sana. Meskipun tidak ada bangunan yang terlihat, namun batas halaman rumah, terlihat masih ada.

Musium Sisa Erupsi Merapi
Sekitar 7 kilometer dari puncak Merapi, pihak pengelola kawasan Wisata Kaliurang, menempatkan benda-benda milik penduduk yang masih tersisa di dalam sebuah bangunan yang dibiarkan seperti adanya. Seperti ketika diterjang material yang dimuntahkan oleh Gunung Merapi. 
http://www.nurulfitri.com/2016/05/memacu-adrenalin-di-lava-tour-merapi.html
Musium Sisa Erupsi Merapi
Peserta Lava Tour Merapi, dipersilahkan turun di lokasi musium sisa erupsi Merapi. Melihat-lihat keadaan yang ada di tempat tersebut. Cerita lebih lengkapnya bisa dibaca di tulisan yang ini
Bapak supir jeep menerangkan dengan detil setiap peninggalan penduduk yang ada. Bapak tua ini, multitalent juga, nih! Bisa mengendarai jeep dengan cekatan, menjadi tour guide yang ramah dan satu lagi, beliau bisa menjadi fotografer kami..hi..hi... Bukan kami yang meminta, tapi Beliau yang menawarkan, loh!

Objek Wisata Batu Alien
Setelah puas melihat benda-benda penduduk yang masih tersisa pasca erupsi tahun 2010, kami pun melanjutkan perjalanan menuju objek wisata Batu Alien. Karena kawasan tersebut masih banyak terdapat material sisa erupsi, jalanan yang kami lalui dipenuhi oleh batu-batu. Perjalanan kami pun penuh dengan guncangan ketika melewatinya.

Bila pada umumnya, pengendara akan menginjak rem untuk memperlambat kendaraan ketika melewati tikungan atau jalan yang kurang rata, berbeda dengan bapak yang satu ini. Beliau malah menginjak gas dan memacu kendaraan dengan cepat. Gokil abiiss... Bapak tua itu sukses membuat kami berteriak karena badan kami terguncang hebat dan tentu saja memacu adrenalin kami.
http://www.nurulfitri.com/2016/05/memacu-adrenalin-di-lava-tour-merapi.html
Objek Wisata Batu Alien
Perjalanan yang penuh guncangan itu kemudian melambat dan akhirnya berhenti di objek wisata Batu Alien. Di lokasi ini, terdapat batu besar yang disebut-sebut mirip dengan wajah orang. Tapi saya sendiri, setelah menilik-nilik dari berbagai sudut pandang, tapi tetap saja tidak menemukan bentuk wajah yang dimaksud. Haah.

Menurut bapak itu, sebenarnya alien itu kata serapan yang berasal dari Bahasa Jawa yang berarti pindah. Dan karena memang kenyataannya, batu tersebut pindah dari tempat asalnya ketika erupsi Gunung Merapi terjadi.

Bunker Kaliadem Merapi
Mendengar kata bunker yang disebutkan oleh pengemudi jeep kami, perasaan saya mendadak sedih. Teringat pada berita yang menceritakan, bahwa ada relawan yang terjebak dan meninggal di sana. Memasuki tempat ini, mendadak hujan datang mengguyur kawasan bunker. Namun jeep-jeep di sana tetap melaju menuju bunker. Dalam keadaan hujan deras seperti itu, kami memilih diam di dalam jeep sambil menunggu hujan

Tapi pengemudi jeep kami, tidak tinggal diam. Bapak itu turun dan menuju warung di sana untuk membeli jas hujan yang bisa melindungi badan kami dari guyuran air, agar bisa memasuki bunker. Akhirnya kami pun dapat memasuki bunker yang dapat memuat sekitar 40-50 orang tersebut, dengan masih menggunakan jas hujan.

http://www.nurulfitri.com/2016/05/memacu-adrenalin-di-lava-tour-merapi.html
Bunker Kaliadem Merapi
Bunker tempat berlindung dari terjangan lava merapi ini tidaklah luas. Beratap dan berdinding beton membuat tempat ini tampak gelap dan kedap udara. Pada saat kami masuk ke dalam, lantai bunker tergenang oleh air hujan.

Di sebelah kanan dan kiri pintu masuk terdapat dua ruangan yang agak kecil. Ruangan sebelah kiri merupakan tempat menyimpan gas oksigen. Gas oksigen ini digunakan untuk pengungsi yang ada dalam bunker. Sedangkan sebelah kanannya adalah kamar mandi. Di kamar mandi inilah, beberapa waktu yang lalu, ada dua orang relawan yang meninggal dunia terjebak awan panas. Menurut tour guide kami, saat itu para relawan tersebut lupa menutup pintu. :(
http://www.nurulfitri.com/2016/05/memacu-adrenalin-di-lava-tour-merapi.html
Kamar Mandi di Bunker Kaliadem
Kali Kuning
Dari rangkaian Lava Tour Merapi, tempat terakhir yang kami kunjungi ini, merupakan tempat offroad yang paling seru. Karena di dalam kali atau sungai yang dipenuhi oleh bebatuan, jeep-jeep yang ada, melaju dengan cepat membuat para penumpangnya berguncang hebat. Cipratan air sungai yang membasahi badan, tidak kami pedulikan. Karena kehebohan yang diciptakan oleh supir jeep itu.

Setelah Pak Supir menghentikan jeepnya, anak dan keponakan saya berteriak meminta kembali ber-offroad di Kali Kuning. Dan bapak tua itu pun mengemudikan jeepnya kembali menyusuri sungai yang kering tersebut. Sepertinya beliau tahu, bagaimana cara memuaskan pelanggannya..hi..hi..hi. Buktinya, beliau mengabulkan permintaan anak-anak untuk mengulang offroad di Kali Kuning kembali. 

Lokasi Kali Kuning merupakan akhir dari petualangan kami. Setelah itu, kami pun melanjutkan perjalanan pulang kembali ke tempat keberangkatan yaitu di lokasi penyewaan jeep Taman Kaliurang.
Alhamdulillah, kami semua bisa tertawa bebas dan merasa puas dengan offroad tersebut. Benar-benar memacu adrenalin di Lava Tour Merapi itu. Bila masih diberi kesempatan dan rejeki lagi, rasanya ingin mengulang keseruan di Gunung Merapi. Tapi tentunya dengan datang lebih awal dibandingkan pengalaman pertama kami.

Silakan di baca juga :
Mengamati Kapal Samudra Raksa Yang merupakan Replika Kapal Borobudur
Pesona Batu Night Spectakuler Malang
Menikmati Keindahan Pantai dari Karma Kandara

26 comments:

  1. ai, udah lama banget saya gak berpetualang mba


    btw blognya sdh saya folow ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo, Mbak, kita berpetualang. Eh,nanti aja kali ya, abis Mbak Milda melahirkan he..he..he

      Saya follback ya mbak, makasih :)

      Delete
  2. pengen kesini naik jeep tapi belum kesampaian, semoga pas liburan bisa kesini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo, dicoba ke sana mbak, Lava Tour Merapi-nya patut dicoba.

      Delete
  3. Entah kenapa pas kesana, rasanya ada yang beda gitu. Ada kaya perasaan sedih plus nelongso ngebayangin pas terjadinya letusan merapi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya mbak, disela-sela keseruan, terselip rasa sedih dan nelongso. Membayangkan para korbannya :(

      Delete
  4. wah bunkernya agak agak horror ya mb nurul
    aku jadi keinget film sejarah
    trus kamar mandinya juga...kira kira dulu ada suatu peristiwa ga ya di kamar mandi ini?
    aku dulu sempet baca yang letusan merapi, bacanya ampe merinding karena ada kisah nyata korban yang bisa selamat dari erupsi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, Nit. Di kamarmandi itu, pernah ada relawan yang meninggal dunia.

      Delete
  5. Seru bgt ya bisa off road gitu 😄

    ReplyDelete
  6. Baca bagian awal, jadi pengen ikutan macu adrenalin lgi.. teringat dulu kami suka offroad dgn suamiku waktu masih pacaran...

    trus baca2 lagi malah sedih :(

    btw itu jas hujan belinya pake duit siapa mbak? keren amat servicenya ya sampe dibelikan jas hujan hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Petualangan yang penuh warna mbak. Seru, senang tapi sekaligus juga nelangsa lihat sisa erupsinya.

      Yang beli jas hujannya bapak supir jeep, mbak. Kayaknya memang termasuk service dari sana juga. Soalnya waktu kita nanya harga keseluruhan, beliau hanya kasih harga sewa jeep.

      Delete
  7. Wiiih udah lama pingin offroad. :D Belum keturutan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo..mba Nisa. Offroad setelah dede bayinya udah gede ya...

      Delete
  8. wah saya malah belum pernah kesini mbk, makasih note nya, perlu dicoba nih, btw jogja itu ngangenin yah. :-D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya mbak, Yogya memang ngangenin he he he

      Delete
  9. kemaren ada ke merapi juga. seru banget waktu naik jeep nya. serasa mau berburu gitu. tp gk enaknya ya perut serasa dikocok2.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya...perutnya serasa dikocok-kocok ya...

      Delete
  10. Waaah saya pernah ke bekas tempat tinggal Mbah Marijan di sekitar sana Mbak. Nyewa motor penduduk setempat, bayarnya kalo ga salah 30k aja. Tapi medannya jelas nggak se-ekstrem lava tour dengan menggunakan jeep. Jangan lupa mampir ke Jogja lagi ya Mbak! ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, kami kemaren gak sempat ke tempat tinggalnya Mbah Marijan. Keburu hujan mbak. Iya Insyaallah, kalo ada waktu dan ada rejeki, ingin ke Jogja lagi :)

      Delete
  11. Percayalah! Aku pernah kesana dan naik Jeepnya sengaja dibuat mengerikan, dan emang mengerikan bawanya.. Semacam pengendara yang ada di iklan-iklan itu.. Tapi seru lho tempatnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya..ya..ya Kak Aldy Terren, saya percaya dirimuh udah pernah ke sana :)
      memang mengerikan cara mereka membawa jeep. Badan serasa terombang-ambing :)

      Delete
  12. saya kalau naik kendaraan roda empat selalu mual, mabuk darat :D jadi ntar kalo kesana coba pakai motor trail aja ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah..pastinya seru, ya. Kalo bisa naik motor trail :)

      Delete
  13. udh pernah ke museum ini dulu, pas 10 bulan stlh merapi meletus.. jd masih blm berupa museum sih... tp bekas2 brg yg gosong ama kerangka hewan udh ada.. pdhl aku pgn bgt nyobain naik jeepnya... bunker itu baru ya mbak? dulu blm ada juga kyknya... ato dulu blm diekspos kali yaa..

    aku suka bgt ama segala yg berbau naikin adrenalin gini :D.. bner tuh, bisa ilangin stress ;p.. makanya kalo udh stress bgt ama kerjaan aku biasanya kabur nyari wahana yg extreme2, kyk bungy jumping ato naik rollercoaster berkali2lah ;p

    ReplyDelete
  14. Penasaran banget sama museumnya mbak :D Banyak temen-temen yg udah sampai kesana.. saya mah belom. Hehehe

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
.comment-content a {display: none;}