Berpartisipasi Menjadi Pejuang ASI. Air susu ibu merupakan nutrisi sempurna yang baik untuk dikonsumsi oleh bayi. Kandungan gizi yang terdapat pada ASI sendiri sudah dipercaya sangat bermanfaat bagi bayi. Bagi seorang ibu, memberikan air susunya untuk buah hati merupakan harapan yang paling utama. 
Berpartisipasi Menjadi Pejuang ASI

Ibu mana yang mau melewatkan manfaat ASI untuk buah hatinya? Semua ibu pasti mau memberikan yang terbaik untuk anaknya, bukan? Begitu juga dengan saya. Sejak hamil, saya sudah berniat akan memberikan ASI saya secara eksklusif pada buah hati. Karena saya ingin anak saya bisa merasakan manfaat ASI. 

Banyak manfaat ASI yang sayang sekali jika tidak saya berikan pada anak saya. Apa saja manfaat yang bisa dimanfaatkan oleh buah hati?

  1. ASI memiliki semua zat penting yang dibutuhkan dalam perkembangan bayi. 
  2. Memberikan ASI pada bayi, dapat menciptakan ikatan yang erat antara ibu dan buah hati.
  3. Kekebalan tubuh anak akan lebih optimal ketika dia mengonsumsi ASI
  4. ASI tidak menimbulkan alergi, jadi aman untuk dikonsumsi.
  5. ASI memiliki kualitas yang baik dan tidak akan pernah basi atau kadaluarsa.
  6. Dalam proses pemberian ASI sangat mudah, jika dibandingkan dengan memberikan susu formula.
  7. Kandungan ASI sangat unik, karena bisa berubah disesuaikan dengan kebutuhan gizi dan usia bayi.
Dan masih banyak lagi manfaat yang bisa diperoleh ketika memberikan ASI untuk buah hati. Sayang sekali jika tidak diberikan, bukan? Manfaat ASI penting untuk tumbuh kembang bayi.
Namun, dalam kenyataannya, tidak semua ibu bisa memberikan ASInya dengan mudah. Berbagai macam alasan, membuat seorang ibu tidak bisa memberikan ASI-nya.

Saya sendiri, tidak mengalami kesulitan saat memiliki keinginan berpartisipasi menjadi pejuang ASI. Karena ASI yang saya hasilkan cukup berlimpah. Sehingga kedua anak saya, bisa merasakan ASI ekslusif di 6 bulan pertama kehidupan mereka.

Masih terekam dalam ingatan saya, ketika memberikan ASI untuk anak pertama, saya tidak mengalami masalah yang cukup berarti. Karena usai melahirkan, saya memutuskan untuk resign dari pekerjaan saya. Jadi otomatis, waktu yang saya miliki sangat luang untuk memberikan ASI.

Berbeda dengan kisah anak yang kedua. Anak kedua saya, lahir di saat saya memutuskan untuk kembali bekerja. Dan ketika berakhir masa cuti melahirkan, saya pun harus berusaha untuk tetap memberikan ASI meskipun sambil bekerja. Saat itulah, perjuangan memberikan ASI perahan, terasa begitu membutuhkan kerja keras.

Ruang ASI
Dulu perusahaan tempat saya bekerja, belum menyediakan ruangan yang ramah untuk ibu menyusui. Kebetulan saya bekerja di bagian laboratorium, yang di dalamnya terdapat ruang asam. Dan sudut ruang asam itulah, yang kini menjadi saksi bisu perjuangan saya memerah ASI secara sembunyi-sembunyi waktu itu. Menjadi saksi bagaimana saya berusaha untuk mengeluarkan ASI setetes demi setetes, agar dapat dikonsumsi oleh anak saya, pada keesokan harinya.

Sekarang, kegiatan memerah ASI tidak perlu dilakukan sembunyi-sembunyi. Banyak perusahaan yang sudah peduli dengan kebutuhan ibu menyusui. Selain itu, saya juga melihat di beberapa ruang publik, mulai disediakan ruangan khusus untuk ibu yang mau menyusui. Semakin mempermudah para ibu untuk memberikan ASI, bukan?

Cara Memerah ASI
Tidak hanya tempat untuk memberikan ASI yang perlu diperhatikan. Cara memerah ASI pun membutuhkan perjuangan yang tidak mudah. 

Dulu, orang memerah ASI dengan menggunakan tangan. Konon, cara terbaik memerah ASI adalah dengan menggunakan tangan sendiri. Karena ASI yang dihasilkan bisa lebih aman, bebas dari bakteri yang dapat menyebabkan infeksi.
Tentu saja proses memerah ASI dengan menggunakan tangan tidaklah mudah. Diperlukan latihan yang serius, bahkan sejak satu bulan sebelum bayi ditinggal bekerja dan diberi ASI perah.

Sekarang, banyak bunda yang menginginkan segalanya lebih praktis. Lebih memilih menggunakan pompa untuk memerah ASI. Begitu juga dengan saya, lebih memilih menggunakan pompa ketika memerah ASI. Namun, menggunakan pompa tidak lantas lebih praktis. 
Bentuk pompa yang berkelok-kelok akan sulit dibersihkan dengan sempurna. Oleh karenanya, kebersihan pompa harus lebih diperhatikan.
Alat Yang Digunakan Untuk Pejuang ASI

Memerah menggunakan tangan sendiri atau menggunakan pompa, merupakan pilihan masing-masing ibu. Ada yang menyarankan untuk menggunakan tangan saja, karena kebersihan pompa yang digunakan untuk memerah tidak terjamin. Hal yang dikhawatirkan adalah pompa yang kotor, dapat memicu bersarangnya bakteri yang menyebaban infeksi.
Namun, karena alasan supaya bisa lebih praktis, membuat sebagian ibu tetap menggunakan pompa ASI. Begitu pula dengan saya.:))

Melancarkan ASI
Bagi bunda para pejuang ASI, lancarnya ASI yang keluar merupakan hal yang paling diutamakan. Apa yang bisa diberikan pada anak kita, jika ASI tidak lancar keluar? Lalu,apa yang akan dilakukan bunda, jika ASInya tidak lancar?

Dulu, saya disarankan oleh ibu untuk banyak mengonsumsi sayuran berwarna hijau. Dengan asupan sayuran hijau, ASI bisa keluar lebih banyak dan lancar. Beberapa sayuran hijau yang dapat melancarkan ASI yaitu daun katuk, daun pepaya, daun bayam atau daun sawi. 

Cara mengosumsinya pun bermacam-macam. Ada yang diolah menjadi sayur atau dibuat untuk lalapan.

Sekarang di zaman yang serba praktis, ibu-ibu lebih memilih yang tidak perlu harus diolah lagi. Cukup menggunakan produk yang siap pakai, untuk memperlancar keluarnya ASI.

Misalnya saja, menggunakan minuman teh pelancar air susu ibu, ASI Booster Tea. Minuman yang sebenarnya tidak mengandung teh ini, diracik dengan takaran yang benar-benar pas dan presisi. Sehingga minuman ini dapat membuat ASI melimpah.

Suplemen Aman Untuk Pejuang ASI

Saya merekomendasikan produk ini, pada adik bungsu saya. Kebetulan saat ini, dia sedang menyusui anaknya yang berusia 9 bulan. Kenapa saya merekomendasikan produk ini? Karena ASI Booster Tea :
  • Melancarkan ASI 900% dalam waktu sehari hingga 3 hari.
  • Minuman herbal yang aman bagi ibu dan bayi.
  • Lebih ekonomis, karena tanpa harus mengonsumsi susu formula.

Pentingnya ASI Bagi Bayi

Karena sama-sama memiliki niat untuk berpartisipasi menjadi pejuang ASI, adik saya mengikuti saran yang saya berikan. Untuk melancarkan ASI-nya, kini dia mengonsumsi ASI Booster Tea. 

Baru beberapa hari ini, dia mengonsumsi produk yang terbuat dari bahan herbal ini. Semoga saja, ASI-nya bisa lebih lancar dan keponakan saya bisa menikmati manfaat dari ASI. Dan perjuangan kami selaku ibu, untuk memberikan ASI kepada buah hati kami, bisa terwujud.
 
Salam takzim