Beberapa waktu yang lalu, adik bungsu saya mengeluhkan anaknya yang enggan minum susu formula. Usia baby R memasuki 15 bulan, ibunya ingin dia mau minum susu formula di samping ASI. Sedangkan menurut saya, selama baby R banyak minum ASI, kita gak perlu khawatir dengan asupan nutrisinya. Namun tetap saja adik saya khawatir apabila anaknya kekurangan kalsium.

Semua ibu pastinya ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya, bukan? Begitu pula dengan adik saya, dia ingin asupan yang terbaik untuk anaknya. Kita sama-sama tahu kalau kalsium yang terdapat di susu, sangat penting untuk tumbuh kembang anak. Mari kita uraikan satu persatu, manfaat kalsium untuk bayi dan anak.

Manfaat Kalsium untuk Bayi

1. Menambah Kepadatan Tulang.

Tulang merupakan 'bank kalsium' menurut Healthy Kids Association. Jadi apabila tidak ada cadangan kalsium dalam tubuh, maka tubuh akan mengambil kalsium dari tulang untuk memenuhi kebutuhan lainnya. Bayangkan apabila proses pengambilan itu terjadi terus menerus, tulang bisa lebih mudah rapuh dan patah. Resiko osteoporosis pun akan meningkat.

Untuk usia keponakan saya, kalsium sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang dan giginya. Di usia 15 bulan ini gigi keponakan saya sudah berjumlah 10 buah. Dan untuk melengkapi susunan giginya, dia membutuhkan kalsium yang maksimal.

2. Penting untuk Kecerdasan Anak

Tidak hanya bermanfaat untuk pertumbuhan gigi dan tulang, kalsium juga membantu perkembangan sistem saraf dan fungsi otot pada tubuh anak. Dalam proses kontraksi otot dan penghantaran sinyal-sinyal pada sistem saraf di otak, kalsium ini terlibat langsung dalam prosesnya.

3. Membantu Pertumbuhan Tinggi Anak secara Optimal.

Pertumbuhan tinggi badan terjadi secara signifikan pada anak. Per tahun tinggi badan anak bisa bertambah sekitar 5-6 sentimeter, sejak berumur dua tahun hingga masa pubertas. Anak yang mengonsumsi kalsium secara optimal, akan mengalami pertumbuhan tinggi badan yang maksimal. Namun kita juga harus mengingatkan anak untuk berolahraga secara rutin dan istirahat cukup untuk pertumbuhan tinggi badannya.

4. Mengoptimalkan Sistem Imun Tubuh

Fungsi kalsium yang lainnya yaitu mengaktifkan enzim-enzim penting dalam tubuh supaya bisa menghasilkan energi dan mengoptimalkan sistem imun tubuh. Sistem imun yang kuat bisa mencegah timbulnya penyakit.

Pastinya sedih kan, ya, kalau lihat anak-anak lesu, lemah, sering sakit perut, sering berkeringat, kram otot dan susah tidur?  Makanya jangan sampai anak kita kekurangan kalsium sehingga kena berbagai penyakit tersebut.

Nah, banyak juga manfaat kalsium untuk anak, bukan? Jadinya gak heran kalau adik saya begitu khawatir ketika bayinya gak mau minum susu formula. Ibu dua anak itu gak mau anaknya kekurangan kalsium.

Padahal ibu gak perlu panik. Asalkan kecukupan kalsiumnya terpenuhi dari sumber kalsium lainnya, kita bisa tenang. 

Sumber Kalsium

Saya katakan pada adik jika sumber kalsium bukan hanya dari susu formula, ajaa! Masih ada makanan lain yang menjadi sumber kalsium. Makanan apa sajakah itu?

Sumber kalsium terbaik untuk anak yaitu produk olahan susu seperti yoghurt dan keju. Selain itu ikan teri, kacang almond, kacang kedelai, edamame, selada dan olahan tahu tempe serta sayuran berdaun hijau tua seperti brokoli, bayam dan pakcoy, juga kaya akan kalsium.

Setahu saya, bukan hanya anak dan bayi saja yang butuh kalsium untuk tumbuh kembangnya. Ibu hamil dan menyusui serta lansia juga butuh untuk mempertahankan kekuatan tulang dan gigi. Saya jadi ingat dengan nenek yang pernah mengonsumsi suplemen untuk memenuhi asupan kalsiumnya. Mamah mertua memberikan beliau suplemen vitamin D3 1000. Mengapa vitamin D3?

Beberapa sumber menyebutkan bahwa vitamin D3 merupakan bentuk paling alami dari vitamin D. Vitamin ini berperan penting untuk mengatur kadar kalsium di dalam tubuh dan juga bermanfaat menjaga kekuatan tulang dan gigi.

Lebih jelasnya manfaat utama vitamin D3 adalah membantu tubuh kita dalam menyerap kalsium dan fosfor yang penting untuk menjaga tulang tetap kuat. Mengonsumsi vitamin D3 baik dilakukan oleh orang-orang yang tidak mendapatkan asupan vitamin D baik dari makanan ataupun dari sinar matahari. Mamah mertua mendapatkan vitamin tersebut di toko online kesehatan yang terpercaya. Usaha mamah memang berhasil, karena nenek masih kuat berjalan sendiri tanpa bantuan apapun di usianya yang 92 tahun.

Kalau lihat pengalaman nenek, jadi makin terpicu untuk menjaga asupan kalsium untuk tubuh sendiri. Inginnya bisa seperti nenek, di usia lanjut tetapi masih bisa bergerak bebas tanpa alat bantu. 

Kembali lagi ke kasus keponakan saya, untuk anak sekecil itu asupan kalsiumnya memang perlu diperhatikan, supaya tumbuh kembangnya optimal. Selaku orang tua, wajar apabila adik saya merasa khawatir ketika anaknya gak mau minum susu. Setelah saya beritahu tentang sumber kalsium lainnya, dia bisa tenang kembali, loh! Alhamdulillah.

Salam takzim