Mau Mandiri Finansial atau Meningkatkan Kemampuan? Bergabunglah dengan Joeragan Artikel

"Baik atau buruknya sebuah negara 
dapat dilihat dari bagaimana perempuan di negara tersebut."

Ungkapan tersebut menggambarkan, bahwa peranan seorang perempuan sangat penting dalam kehidupan umat manusia, baik perannya dalam rumah tangga ataupun peran publik.

Dalam perannya sebagai seorang istri dan ibu dari buah hatinya, perempuan bertugas menghadirkan keharmonisan, kebahagiaan dan kedamaian dalam keluarga.
Namun dalam menjalankan perannya tersebut, bukan berarti perempuan tidak bisa bergerak ritmis dan dinamis. Hanya statis terpaku  dengan kodratnya sebagai istri dan seorang ibu. 

Seperti halnya kaum lelaki, perempuan pun harus bisa meng-upgrade kemampuan sesuai dengan kompetensinya. Apalagi di ranah publik, perempuan juga memiliki peran strategis dalam mewujudkan masyarakat yang berkualitas. Diantaranya mengajak kepada kebaikan dan mencegah kejahatan dari lingkungan keluarga hingga meluas ke lingkungan sosialnya.

Implementasi Gerakan Nasional Nontunai Bagi Masyarakat dan Pelaku Usaha

Sistem pembayaran adalah sistem yang yang berhubungan dengan pemindahan sejumlah nilai uang
 dari satu pihak kepada pihak lainnya.
 (www.bi.go.id)

Sejalan dengan kemajuan teknologi, jenis pembayaran pun menjadi semakin berkembang. Selain pembayaran dengan cara tunai, kini pemerintah pun melakukan Gerakan Nasional Non Tunai. Kebetulan saya dan beberapa teman mendapat undangan untuk menghadiri seminar tentang Implementasi Era Nontunai bagi Masyarakat dan Pelaku Usaha.

http://www.nurulfitri.com/2017/11/implementasi-gerakan-nasional-nontunai.html

Seminar yang diadakan di Aula Kampus Universitas Sangga Buana Bandung ini, dihadiri oleh peserta dari kalangan jurnalis, blogger, akademisi dan mahasiswa. Sedangkan narasumber yang dilibatkan dalam diskusi tersebut berasal dari Bank Indonesia, Bank Mandiri, pengamat ekonomi dan perwakilan lembaga konsumen.

Bisakah Penulis Pemula Menembus Penerbit Besar?

Bisakah Penulis Pemula Menembus Penerbit Besar? Tentu saja, BISA! Buktinya telah saya saksikan sendiri ketika menyusuri linimasa media sosial facebook  kemarin, pada Hari Senin, 20 November 2017.

Terus terang, saya baper lihat video langsung yang ditayangkan di facebook milik founder Indscript. Kenapa baper? Iya, sih, melihat satu persatu alumni Sekolah Perempuan yang sudah bisa menerbitkan buku perdana mereka ... hiks! ... hiks!
http://www.nurulfitri.com/2017/11/penulis-pemula-menembus-penerbit-besar.html

Kisah Dibalik Kelembutan Orange Bakery

Pertama kali mengenal roti dari Orange Bakery, ketika saya menghadiri sebuah acara di Wahana Bakti Pos Bandung. Kala itu, pemilik usaha roti dengan slogan "Your Reliable Partner on Bread Product" ini, menjadi salah satu sponsor acara milad Indscript. Sebagai bagian dari komunitas Ibu-ibu Doyan Bisnis (IIDB) dan Emak Pintar Bandung (EPB) yang dinaungi oleh Indscript, Teh Eli Kamaliah memberikan beberapa roti buatannya, untuk dijadikan door price dalam acara ulang tahun Indscript Creative. 


http://www.nurulfitri.com/2017/11/kisah-dibalik-kelembutan-orange-bakery.html
Roti Buaya - Orange Bakery
Sayang sekali, waktu itu saya tidak berkesempatan mendapatkan hadiah saat bagi-bagi door price roti berbentuk buaya kecil. Hanya bisa memandang teman-teman lain yang bisa mendapatkannya. Dari bentuknya, mengingatkan saya pada makanan khas orang betawi. Kalau tidak salah sajian roti berbentuk buaya itu, menjadi menu utama jika ada perayaan besar. Bagaimana dengan rasanya, ya?


Menulis Review Film

Apa yang dilakukan oleh teman-teman sebelum menonton sebuah film? Barangkali membaca ulasannya terlebih dahulu? Apakah setelah terbentuk sebuah opini melalui review film tersebut, kemudian menontonnya? Atau timbul keinginan menonton, saat mengetahui judul film yang menarik?

Berbicara tentang menulis review film, saya termasuk paling jarang menulis ulasan sebuah film. Tidak seperti kawan saya Teh Lendy yang sering mereview film di blognya. Yang saya tahu, penggemar film Korea ini sering menulis jalan cerita sebuah drama atau film Korea di blognya tersebut.
Tulisan tentang review film di web KEB

Penulis Harus Dapat Berbisnis, Pebisnis Perlu Bisa Menulis

Bisnis dan menulis merupakan dua hal yang seringkali diungkapkan oleh mentor saya. Sebagai mentee yang baik, saya dan beberapa teman mengikuti saran mentor kami, untuk bisa memadukan kedua ilmu tersebut. Menurut beliau, penulis harus dapat berbisnis, pebisnis perlu bisa menulis. 

Ketika mengikuti beberapa kelas kepenulisan, saya berkenalan dengan seorang perempuan tangguh yang berperan juga sebagai orangtua tunggal. Perkenalan dan aktivitas di dalam kelas yang terjadi di dunia maya itu, akhirnya membawa hubungan kami menjadi lebih dekat.

Baca juga : Mengubah Pesimis Menjadi Optimis Melalui Persahabatan

Ingin Konsisten Menulis? Temukan Motivasinya Terlebih Dahulu

Ingin konsisten menulis? Temukan motivasinya terlebih dahulu, merupakan tema yang saya usung ketika mengadakan sharing di grup IIDN. Grup Ibu-ibu Doyan Nulis merupakan grup di facebook dan beranggotakan perempuan-perempuan yang senang menulis. Beranggota kan sebanyak 19.588 perempuan yang tersebar di seluruh dunia. Yup, grup ini tidak hanya beranggotakan perempuan di dalam negeri saja, juga mereka yang tinggal di luar negeri.

http://www.nurulfitri.com/2017/11/motivasi-untuk-konsisten-menulis.html

Saya sempat berbincang dengan Founder IIDN, yaitu Teh Indari mengenai grup yang didirikan beliau pada tahun 2010. Beliau merasa sedikit resah, karena anggota grup penulis itu, bagaikan mati suri. Tidak terlihat pergerakan yang nyata dari anggotanya. Gerakan nyata? Iya, karena grup itu terdiri dari individu-individu yang senang menulis, seharusnya grup itu ramai dengan karya para anggotanya, bukan?

Pentingnya Mencatat Mimpi Bagi Generasi Muda

Di zaman yang serba digital seperti sekarang ini, generasi muda memiliki tantangan yang lebih berat dari generasi sebelumnya. Mereka akan dihadapi oleh banyak kejadian dan hal-hal yang seram, bahkan lebih seram dari hantu-hantu yang ada di film horor (#eh). Semakin banyaknya pergaulan yang terlalu bebas, terpapar narkoba atau terjadinya perkelahian antar remaja merupakan kenyataan yang terjadi dan membuat semua kalangan menjadi resah. 

Kondisi yang cukup memprihatinkan ini, juga mengusik founder IIDN dan IIDB, Teh Indari Mastuti. Beliau bergerak untuk mengajak generasi muda yang ada di sekitar untuk membangun masa depan dan menghindari hal-hal yang dapat merengut kebahagiaan di masa yang akan datang. Salah satunya dengan mengajak generasi muda mencatatkan mimpi mereka.

Baca juga : Pentingnya Pendidikan Karakter Bagi Anak

http://www.nurulfitri.com/2017/11/mencatat-mimpi-bagi-generasi-muda.html
Teh Indari menceritakan keberhasilannya mendapatkan penghasilan sejak kecil

.comment-content a {display: none;}